
KabarJawa.com – Tak bisa dipungkiri lagi bahwa belakangan ini, jagat media sosial, khususnya TikTok, tengah dibanjiri oleh tren joget “Kicau Mania”.
Tren jogetan yang satu ini kini identik dengan video editan Artificial Intelligence (AI) yang menampilkan seekor kucing sedang asyik berjoget.
Gerakannya pun dinilai sangat khas, asyik, dan menghibur. Berangkat dari TikTok, tren ini kemudian menyebar luas dengan cepat ke berbagai platform media sosial lainnya.
Namun, sebelum tren Kicau Mania ini meledak di Indonesia, warganet menemukan bahwa sudah ada tren serupa dari luar negeri yang bernama Scuba Dance.
Jika warganet Indonesia melihat video Scuba Dance, tak sedikit yang kini cenderung mengaitkannya dengan joget Kicau Mania.
Hal itulah kemudian memunculkan perdebatan di kalangan netizen yaitu soal sebenarnya, mana sih yang lebih dulu muncul antara Scuba Dance dan Kicau Mania?
Berdasarkan penelusuran KabarJawa.com dari berbagai sumber, berikut adalah penjelasan lengkap mengenai asal-usul tren viral tersebut.
Mengenal Apa Itu Scuba Dance
Sebelum membandingkan keduanya, mari kita bahas Scuba Dance. Ini adalah tren tarian viral di TikTok global yang menampilkan gerakan khas menirukan seorang penyelam.
Gerakan ikonik ini melibatkan satu tangan yang seolah-olah sedang menutup hidung seperti bersiap menyelam, tangan lainnya melambai ke udara, sementara kedua lutut membuka dan menutup secara berirama mengikuti ketukan lagu.
Mana yang Lebih Dulu, Scuba atau Kicau Mania?
Jadi, jawabannya Scuba Dance diduga lebih dulu ada. Berdasarkan tren yang berkembang di TikTok pada periode April hingga Mei 2026, tren Scuba disebut-sebut telah lebih dulu viral.
Tren “Kicau Mania” yang saat ini meledak di Indonesia pada dasarnya merupakan hasil adaptasi atau evolusi lokal dari gerakan Scuba Dance tersebut.
Meskipun keduanya sama-sama sering dipadukan dengan template video kucing yang sedang berjoget, perbedaan utama dari kedua tren ini terletak pada penggunaan audio atau sound pengiringnya.
Jika Scuba Dance menggunakan musik elektronik khas luar negeri, Kicau Mania menggunakan sound lokal yang lebih relatable bagi warganet +62.
Terlepas dari perdebatan mana yang lebih dulu, kedua tren ini terbukti sama-sama sukses meledak di media sosial dan menjadi hiburan yang sangat ikonik.
Fenomena Kucing AI yang Viral
Kemudian, satu hal yang membuat tren Scuba dan Kicau Mania ini begitu masif adalah penggunaan video kucing AI.
Video tersebut pada awalnya menampilkan kucing sungguhan, yang kemudian diedit menggunakan kecerdasan buatan (AI) sehingga sang kucing bisa berdiri tegak menggunakan dua kaki dan berjoget dengan luwes.
Penampilannya yang sangat menggemaskan, dipadukan dengan gerakan tari yang sinkron, membuat tren ini dinilai cukup unik dan segar.
Maka tak heran, banyak konten kreator hingga pengguna biasa yang akhirnya berlomba-lomba membuat konten serupa atau sekadar membagikannya sebagai bahan hiburan.
Nah, itulah tadi penjelasan mengenai asal-usul tren Scuba Dance dan joget Kicau Mania yang belakangan ini sukses menguasai media sosial.***