
KabarJawa.com – Belakangan ini, jagat media sosial diramaikan dengan sebuah tren baru yang sangat menghibur, yaitu “Kucing Kicau Mania”.
Konten ini menyajikan sebuah konsep komedi yang unik yaitu seekor kucing peliharaan seolah-olah diajari menari dengan cara diperlihatkan video kucing lain yang sedang berjoget di layar HP.
Ajaibnya, dalam hitungan detik, si kucing peliharaan seolah langsung paham, lalu berdiri dan berjoget persis dengan video yang dilihatnya.
Tentu saja, adegan kucing menari ini murni merupakan hasil rekayasa teknologi Artificial Intelligence (AI). Namun, daya tarik utama yang membuat tren ini begitu disorot warganet justru terletak pada sound atau musik latar yang mengiringinya.
Fenomena Sound “Kicau Mania” yang Asyik dan Unik
Diketahui bahwa lagu yang menjadi “nyawa” dari konten-konten kucing joget di Indonesia ini berjudul “Kicau Mania”, sebuah karya kolaborasi antara musisi Ndarboy Genk dan Banditoz Yaow 86.
Lagu ini memiliki daya pikat tersendiri karena memadukan ketukan dangdut koplo yang asyik dengan bait-bait rap berbahasa Jawa.
Nuansa musiknya yang ceria dan jenaka ternyata sangat relate dan sinkron secara komikal dengan ekspresi datar serta gerakan luwes si kucing AI.
Maka, tak heran jika sound ini kemudian meledak, menjadi sangat populer, dan terus berseliweran di FYP (For You Page) TikTok.
Asal-usul Gerakan – Mengenal “Scuba Dance”
Tahukah Anda bahwa jauh sebelum meledak di Indonesia dengan sound “Kicau Mania”, konsep video dan gerakan joget kucing tersebut sebenarnya merupakan adaptasi dari tren global?
Berdasarkan penelusuran KabarJawa.com, gerakan si kucing diduga merupakan rekreasi dari sebuah tren tari bernama Scuba Dance.
Lantas, Apa Itu Scuba Dance?
Scuba Dance adalah tren tarian viral di TikTok global yang gerakannya meniru gaya penyelam. Koreografinya cukup ikonis: satu tangan menutup hidung, seolah sedang memakai kacamata atau masker selam, satu tangan melambai ke atas, sementara kedua lutut bergerak membuka dan menutup mengikuti irama.
Tarian ini awalnya menjadi tren hiburan santai di kalangan manusia, sering dilakukan bersama teman atau pasangan, dan sering kali diiringi oleh lagu luar negeri dengan lirik khas “Scuba Scuba”.
Tren ini kemudian merambah ke ranah editing AI, di mana para kreator luar negeri membuat karakter kucing yang melakukan gerakan Scuba Dance dengan sound aslinya.
Meskipun ada perdebatan mengenai siapa kreator pertama (original) yang menciptakan wujud AI kucing ini, tren kucing Scuba tersebut akhirnya sampai ke kreator Indonesia.
Sesampainya di Indonesia, tren ini diduga mengalami lokalisasi. Warganet Tanah Air yang kreatif mengganti lagu asli “Scuba Scuba” dengan lagu dangdut-rap “Kicau Mania” milik Ndarboy Genk.
Jadi, pada akhirnya, kini kita tahu bahwa awal mula tren kucing joget “Kicau Mania” yang sangat viral saat ini adalah hasil akulturasi digital, berawal dari tren tari Scuba Dance global yang diedit menggunakan AI, kemudian dilokalkan di Indonesia dengan sound yang jauh lebih relate dengan masyarakat.***