
Kabarjawa – Hidup lebih sehat! Menjalani ibadah puasa selama Ramadan membutuhkan perhatian khusus terhadap pola makan agar tubuh tetap sehat dan bugar. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah konsumsi garam. Asupan garam yang berlebihan saat sahur dan berbuka dapat memicu dehidrasi serta meningkatkan risiko hipertensi.
Ahli gizi dari Universitas Esa Unggul, Nazhif Gifari, berbagi tips mengurangi konsumsi garam agar puasa tetap lancar dan tubuh tetap sehat.
Dampak Buruk Konsumsi Garam Berlebih Saat Puasa
Garam memang dibutuhkan oleh tubuh, namun dalam jumlah yang tepat. Mengonsumsi garam secara berlebihan saat puasa dapat menyebabkan dehidrasi. Hal ini dikarenakan natrium dalam garam bersifat menarik cairan, sehingga tubuh lebih cepat kehilangan cairan.
Selain itu, garam berlebih juga berisiko menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi yang menjadi pemicu berbagai penyakit serius seperti stroke, diabetes, gagal ginjal, hingga serangan jantung.
Alternatif Sehat: Gunakan MSG untuk Kurangi Garam
Sebagai solusi, konsumsi garam bisa dikurangi dengan memanfaatkan monosodium glutamat (MSG) sebagai pengganti sebagian garam. MSG mengandung 12% natrium, jauh lebih rendah dibandingkan garam dapur yang mengandung 39% natrium.
Sebagai gambaran, satu gram garam mengandung sekitar 400 mg natrium, sementara satu gram MSG hanya mengandung sekitar 133 mg natrium.
Dengan perbandingan ini, penggunaan MSG dalam masakan dapat membantu mengurangi kadar natrium hingga 30%.
Sebagai contoh, jika biasanya membutuhkan dua sendok teh garam untuk memasak, bisa diganti dengan satu sendok teh garam ditambah setengah sendok teh MSG. Dengan cara ini, rasa gurih tetap terjaga tanpa mengorbankan kesehatan.
Manfaat MSG bagi Kesehatan
Selain membantu mengurangi asupan garam, MSG juga memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Rasa umami yang dihasilkan MSG merangsang produksi air liur di mulut, sehingga membantu proses pencernaan sejak tahap awal.
Glutamat yang terkandung dalam MSG juga mendukung kerja enzim pencernaan di usus dan menjadi sumber energi bagi usus halus. Menariknya, MSG juga berperan dalam mengontrol nafsu makan dengan memberikan rasa kenyang yang lebih cepat.
Praktik Bijak Garam di Dapur
Untuk memberikan contoh nyata penerapan konsep bijak garam, Chef Hideki Fujiwara dalam sebuah cooking class menunjukkan cara membuat nugget sayur tanpa menggunakan garam dapur.
Sebagai pengganti, ia menambahkan 1½ sendok teh penyedap rasa yang mengandung MSG untuk menghadirkan cita rasa gurih yang tetap lezat dan sehat.
Bijak Menggunakan Garam Demi Kesehatan yang Lebih Baik
Mengurangi konsumsi garam selama puasa Ramadan bukan hanya membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi, tetapi juga mencegah risiko hipertensi dan penyakit lainnya.
Menggunakan MSG sebagai alternatif sebagian garam adalah langkah bijak yang dapat diterapkan sehari-hari. Selain menjaga kesehatan, langkah ini juga mendukung pola makan yang lebih sehat dan seimbang.
PT Ajinomoto Indonesia turut mendukung edukasi pola makan sehat melalui inisiatif Ajinomoto Health Provider, yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengatur penggunaan garam demi kualitas hidup yang lebih baik.
Tidak hanya itu, di momen Ramadan ini, Ajinomoto juga berbagi kebahagiaan dengan memberikan santunan kepada 700 anak yatim piatu.(Kabarjawa)