
KabarJawa.com – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada tanggal 1 Mei 2026 kembali menjadi momentum penting bagi kelas pekerja untuk menyuarakan aspirasinya.
Dan dalam setiap aksi turun ke jalan, orasi atau pidato seolah telah menjadi roh yang membakar semangat dalam kegiatan tersebut.
Tahun ini, gelombang aksi Hari Buruh 2026 difokuskan pada sejumlah tuntutan krusial. Berdasarkan informasi yang dihimpun, diketahui bahwa beberapa di antaranya adalah desakan pengesahan RUU Ketenagakerjaan yang baru, kampanye HOSTUM (Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah), reformasi pajak berupa penghapusan pajak THR dan JHT, serta jaminan perlindungan bagi pekerja digital atau ojek online (ojol).
Bagi Anda yang didapuk menjadi orator, perwakilan serikat pekerja, atau korlap, merangkai kata-kata yang tajam dan berdasar sangatlah penting.
Untuk itu, berikut KabarJawa.com sajikan sejumlah referensi inti teks orasi Hari Buruh 1 Mei 2026 yang singkat, penuh semangat sesuai dengan isu tuntutan terkini:
Orasi Menuntut Penghapusan Outsourcing (HOSTUM)
“Hidup Buruh! Hidup Rakyat Indonesia! Kawan-kawan seperjuangan, hari ini kita kembali menghitamkan jalanan, bukan untuk meminta belas kasihan, tapi untuk merebut hak kita yang dirampas!
Sistem outsourcing adalah bentuk perbudakan gaya baru. Kita disuruh bekerja keras, tapi masa depan kita digantung tanpa kepastian.
Kita tolak upah murah! Keringat kita, darah kita, tidak pantas dibayar dengan harga yang tak mampu menghidupi keluarga kita. Hari ini kita tegaskan: Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah! HOSTUM adalah harga mati!”
Orasi Menuntut Reformasi Pajak (Hapus Pajak THR dan JHT)
“Kawan-kawan, lihatlah keadilan yang timpang di negeri ini! Saat kita memeras keringat sebulan penuh, upah kita dipotong.
Saat kita mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) yang setahun sekali untuk membahagiakan anak istri, itu pun masih dipajaki!
Bahkan Jaminan Hari Tua (JHT) yang merupakan uang kita sendiri, hasil tabungan kita, ikut disunat! Di mana letak keadilannya?
Kita menuntut reformasi pajak yang pro-rakyat kecil. Hapus pajak THR, bonus, dan JHT! Jangan peras rakyat pekerja untuk menutupi lubang-lubang di atas sana!”
Orasi Mendesak Pengesahan RUU Ketenagakerjaan Baru
“Satu komando, satu perjuangan! Saudara-saudara, undang-undang seharusnya diciptakan untuk melindungi yang lemah, bukan untuk menjadi tameng bagi kaum pemodal yang serakah.
Hari ini kita mendesak wakil rakyat yang duduk nyaman di Senayan. Segera sahkan RUU Ketenagakerjaan yang baru! RUU yang benar-benar berpihak pada kesejahteraan kelas pekerja.
Kita tidak akan mundur selangkah pun sampai hukum ketenagakerjaan di negeri ini memanusiakan manusia!”
Orasi Perlindungan Pekerja Digital (Mitra Ojol)
“Kawan-kawan di jalanan, para mitra ojek online, dengarkan! Kalian disebut mitra, tapi diperlakukan bak bawahan tanpa jaminan kesehatan dan jam kerja yang manusiawi.
Kalian menerjang panas dan hujan demi mengantar pesanan, tapi potongan tarif dari aplikator mencekik leher! Turunkan potongan aplikasi menjadi maksimal 10 persen!
Pekerja gig dan pekerja digital adalah bagian dari kelas pekerja yang berhak mendapat perlindungan hukum yang sama. Kalian tidak sendirian, serikat buruh berdiri bersama kalian!”
Orasi Solidaritas Melawan Ancaman PHK
“Hari-hari ini, bayang-bayang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal menghantui kita. Dalihnya selalu sama yaitu perang global, krisis, atau serbuan barang impor.
Tapi siapa yang selalu jadi korban pertama? Kita, kaum buruh! Pemerintah harus turun tangan, bukan cuci tangan. Lindungi industri dalam negeri, hentikan impor ugal-ugalan yang membunuh pabrik-pabrik kita.
Jangan jadikan buruh sebagai tumbal dari kebijakan ekonomi yang salah urus. Kita lawan segala bentuk PHK sepihak!”
Orasi Menuntut Pengesahan RUU Perampasan Aset
“Hidup Mahasiswa! Hidup Buruh! Kawan-kawan, kesejahteraan kita dirampok bukan hanya oleh sistem upah yang buruk, tapi juga oleh korupsi yang ada di negeri ini.
Uang negara yang seharusnya bisa mensubsidi kesehatan, pendidikan, dan transportasi buruh, malah justru ada yang dikorupsi.
Oleh karena itu, gerakan buruh hari ini tidak hanya bicara soal pabrik. Kita menuntut DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset! Miskinkan para koruptor, kembalikan uang rakyat untuk kesejahteraan rakyat!”
Orasi Penutup dan Agitasi Massa
“Rapatkan barisan, kawan-kawan! Panas terik hari ini belum seberapa dibandingkan panasnya penderitaan keluarga kita jika kita diam dan menyerah.
May Day bukan hari perayaan, May Day adalah hari perlawanan! Selama ketidakadilan masih bernapas, selama penindasan masih berdiri tegak, maka suara kita tidak akan pernah bungkam.
Berjanjilah kawan, pulang dari sini, semangat juang kita akan semakin menyala di pabrik-pabrik, di jalanan, dan di setiap sudut negeri. Hidup Buruh!”
Perlu diingat bahwa pidato singkat di atas hanyalah contoh. Adapun Anda dapat menyesuaikan kembali naskah orasi di atas dengan kalimat pembuka serta penutupnya yang sesuai gaya bahasa Anda sendiri.
Nah, itulah tadi berbagai macam contoh referensi teks orasi untuk aksi peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026.***