
KABAR JAWA – Bulan Ramadhan akan segera berakhir, dan umat Islam di seluruh dunia mulai bersiap menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446H.
Adpaun salah satu tradisi yang masih dijaga di berbagai daerah adalah sungkem.
Ini merupakan momen dimana biasanya anak-anak meminta maaf kepada orang tuanya, sebagai wujud penghormatan dan penyucian diri sebelum kembali ke fitrah.
Namun, tak hanya sekadar tradisi, sungkem memiliki makna spiritual yang mendalam.
Ini menjadi simbol ketulusan, rendah hati, dan keikhlasan dalam membangun kembali hubungan yang lebih baik dengan sesama, terutama keluarga.
Dan dalam kultum subuh hari ke-29 Ramadhan ini, maka sudah sepatutnya untuk membahas bagaimana memaknai sungkem Idul Fitri secara lebih mendalam, sehingga tidak hanya menjadi kebiasaan turun-temurun, tetapi juga bagian dari penyempurnaan ibadah kita di bulan suci ini.
Untuk itu, simak teks kultum lengkapnya berikut.
Contoh Teks Kultum Subuh Hari ke-29 Ramadhan Tema Memaknai Sungkem Idul Fitri 1446H
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hadirin jemaah sholat subuh sekalian,
Alhamdulillah, kita telah berada di penghujung bulan suci Ramadhan.
Sebentar lagi, kita akan menyambut Hari Raya Idul Fitri, hari kemenangan bagi orang-orang yang berpuasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan.
Salah satu tradisi yang masih lestari di kalangan umat Islam di Indonesia adalah sungkem, sebuah simbol penghormatan, permohonan maaf, dan kerendahan hati kepada orang tua, keluarga, serta sesama.
Namun, sudahkah kita benar-benar memahami makna sungkem? Apakah sungkem hanya sekadar formalitas dalam perayaan Idul Fitri, ataukah ada nilai ibadah yang lebih dalam di dalamnya?
Jemaah yang dirahmati Allah,
Dalam Islam, silaturahmi dan meminta maaf adalah ajaran yang sangat dianjurkan.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Yang Artinya: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaklah ia bersilaturahim.”
Dengan begitu, sungkem tak hanya tentang menundukkan badan di hadapan orang tua, tetapi juga tentang mengakui kesalahan, meminta maaf dengan tulus, dan memperbaiki hubungan yang mungkin pernah renggang.
Inilah bagian dari penyempurnaan ibadah Ramadhan, karena puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga hati dari kebencian, iri, dan dendam.
Ketika kita sungkem kepada orang tua, kita mengakui jasa dan pengorbanan mereka.
Dan saat kita sungkem kepada saudara atau kerabat, maka kita akan menyadari bahwa hubungan kekeluargaan lebih penting daripada sekadar ego dan kesalahpahaman.
Nah supaya sungkem tidak sekadar menjadi tradisi turun-temurun, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan agar maknanya semakin dalam, seperti.
- Lakukan dengan ketulusan
Jadi, pertama-tama, jangan lakukan hanya formalitas, tetapi benar-benar dari hati untuk meminta maaf dan mendoakan mereka yang lebih tua.
- Sampaikan doa yang baik
Kemudian, doakan juga orang tua, saudara, dan kerabat agar selalu diberi kesehatan dan keberkahan oleh Allah.
- Jadikan sebagai momen refleksi
Tak kalah penting, sungkem bisa menjadi waktu untuk mengingat kesalahan-kesalahan selama setahun terakhir dan bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
- Perluas makna sungkem
Artinya, tidak hanya kepada orang tua, tetapi juga kepada siapa saja yang pernah berhubungan dengan kita, baik teman, sahabat, atau tetangga.
Jemaah sekalian,
Sebentar lagi Ramadhan akan berlalu, tetapi semangat memperbaiki diri dan menjaga hubungan baik harus terus kita jaga.
Akhir kata, mari kita jadikan sungkem Idul Fitri bukan hanya sebagai rutinitas, tetapi sebagai bentuk penyempurnaan ibadah kita, melanjutkan kebaikan Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga Allah menerima segala amal ibadah kita dan mengampuni dosa-dosa kita. Taqabbalallahu minna wa minkum. Aamiin ya robbal alamin.
Saudara semuanya, itu tadi yang bisa saya sampaikan, apabila ada banyak kurangnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Itu tadi teks kultum subuh hari ke-29 Ramadhan yang bisa Anda contoh.***