
KabarJawa.com – Memasuki penghujung bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026, suasana menjelang berbuka puasa terasa semakin syahdu.
Hari terakhir puasa menjadi waktu yang penuh haru sekaligus reflektif bagi umat Muslim. Tidak hanya sebagai penutup rangkaian ibadah sebulan penuh, momen ini juga sering diisi dengan kegiatan siraman rohani berupa kultum singkat.
Tema refleksi diri menjadi salah satu materi yang paling relevan untuk disampaikan pada hari terakhir Ramadhan. Pasalnya, di titik ini setiap individu diajak untuk menilai kembali perjalanan ibadah yang telah dijalani selama satu bulan terakhir.
Untuk itu, berdasarkan intisari kultum di laman resmi Kementerian Agama (Kemenag), berikut contoh teks kultum yang dapat digunakan untuk mengisi waktu menjelang berbuka di hari terakhir Ramadhan ini.
Teks Kultum Puasa Terakhir 2026 Tema Refleksi Diri di Penghujung Ramadhan
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillahirobbil alamin washolatu wassalamu ala asrofil anbiya wal mursalin Sayyidina wa Maulana Muhammadin wa ala alihi wa shohbihi ajma’in Amma ba’du
Hadirin wal hadirat yang dirahmati Allah,
Sore hari ini, terbenamnya matahari tidak hanya menandai datangnya waktu berbuka puasa. Lebih dari itu, ia menjadi simbol bahwa kita akan segera berpisah dengan bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan dan kemuliaan.
Di waktu yang singkat namun sangat berharga ini, marilah kita bersama-sama merenungkan beberapa hal penting sebagai bekal untuk kehidupan ke depan.
Bersyukur atas Kesempatan Menjalani Ramadhan
Hal pertama yang perlu kita tanamkan adalah rasa syukur. Ramadhan merupakan bulan istimewa yang dipenuhi berbagai keutamaan yang tidak ditemukan di bulan lain. Kesempatan untuk menjalani ibadah puasa hingga hari terakhir merupakan nikmat besar yang patut disyukuri.
Tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama. Ada di antara saudara-saudara kita yang tahun lalu masih merasakan suasana Ramadhan, namun kini telah tiada. Oleh karena itu, kemampuan untuk menyelesaikan ibadah di bulan suci ini adalah karunia yang luar biasa dari Allah SWT.
Memasuki detik-detik terakhir Ramadhan, setiap individu seharusnya melakukan evaluasi diri. Pertanyaan mendasar yang perlu diajukan adalah apakah kualitas ibadah tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Refleksi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari menjaga lisan, mengendalikan emosi, hingga membersihkan hati dari sifat-sifat tercela seperti iri dan dengki. Jangan sampai ibadah puasa yang dijalani hanya menghasilkan rasa lapar dan haus tanpa membawa perubahan berarti dalam diri.
Momentum ini juga menjadi waktu yang tepat untuk memohon ampunan atas segala kekurangan dalam menjalankan ibadah selama Ramadhan.
Setelah Ramadhan berakhir, tantangan sesungguhnya justru dimulai. Keberhasilan menjalani ibadah selama sebulan penuh tidak hanya diukur dari kuantitas amal, tetapi juga dari kemampuan menjaga konsistensi setelah bulan suci berlalu.
Semangat beribadah yang telah dibangun selama Ramadhan perlu dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari. Baik ibadah wajib maupun sunnah hendaknya tetap dijalankan dengan penuh kesungguhan.
Penting untuk menghindari sikap yang hanya giat beribadah saat Ramadhan, namun kembali lalai setelahnya. Ramadhan seharusnya menjadi titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik dan lebih bertakwa.
Untuk itu, marilah kita memanjatkan doa agar seluruh amal ibadah yang telah dilakukan selama Ramadhan diterima oleh Allah SWT. Semoga segala bentuk ibadah, mulai dari puasa, salat, hingga sedekah, menjadi amalan yang bernilai di sisi-Nya.
Selain itu, harapan juga dipanjatkan agar dapat kembali dipertemukan dengan bulan Ramadhan di masa mendatang dalam keadaan yang lebih baik.
Wabillahi taufiq wal hidayah, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Nah, itulah tadi teks kultum yang bisa Anda jadikan referensi untuk disampaikan di hari puasa terakhir Ramadhan 1447 H / 2026.***