
KabarJawa.com – Dalam waktu dekat, umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Tanah Air, akan segera menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026 mendatang.
Pada momen istimewa ini, salah satu agenda utama yang rutin dilaksanakan secara gotong royong oleh masyarakat adalah penyembelihan hewan kurban.
Namun, sebelum prosesi eksekusi penyembelihan dimulai, tak jarang panitia masjid atau instansi mengadakan rangkaian acara serah terima hewan kurban secara formal dari pihak pekurban (mudhohi) kepada panitia penyelenggara.
Bagi Anda yang tahun ini kebetulan mendapat amanah dan bertugas sebagai panitia untuk merancang kegiatan tersebut, pembuatan susunan acara yang rapi sangatlah penting. Berikut KabarJawa.com sajikan susunan acara singkat yang bisa Anda jadikan gambaran:
Referensi Rundown Serah Terima Hewan Kurban Idul Adha 2026
Pembukaan oleh Pembawa Acara (MC)
Acara dibuka dengan salam, pembacaan basmalah, serta sapaan penghormatan kepada para tamu undangan, tokoh agama, perwakilan pekurban, dan jajaran panitia yang hadir.
Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
Sesi ini dilakukan secara singkat untuk menambah kekhidmatan acara. Biasanya, qari akan membacakan surah yang berkaitan erat dengan perintah dan keutamaan berkurban.
Sambutan Ketua Panitia Kurban atau Takmir Masjid
Ketua panitia menyampaikan laporan singkat mengenai jumlah hewan kurban yang diterima tahun ini, kesiapan operasional panitia, serta ucapan terima kasih atas kepercayaan para pekurban.
Sambutan Perwakilan Pekurban (Mudhohi)
Penyampaian niat dan pesan singkat dari perwakilan pihak yang berkurban. Sesi ini sangat relevan jika penyerahan dilakukan secara kolektif oleh sebuah instansi, perusahaan, atau perwakilan tokoh masyarakat.
Prosesi Simbolis Serah Terima
Ini adalah acara inti. Pihak pekurban menyerahkan hewan kurban (secara simbolis dengan menyerahkan tali pengikat hewan atau dokumen berita acara) kepada ketua panitia kurban, diiringi dengan pelafalan akad penyerahan kurban.
Pembacaan Doa
Doa bersama yang dipimpin oleh kiai atau tokoh agama setempat agar prosesi penyembelihan berjalan lancar, ibadah kurban diterima oleh Allah SWT, dan dagingnya membawa berkah bagi masyarakat yang berhak menerima.
Sesi Dokumentasi dan Penutup
Terakhir yaitu acara foto bersama antara pekurban dan panitia penyelenggara. Setelah itu, MC menutup acara secara resmi dan langsung mengarahkan panitia teknis untuk memulai persiapan penyembelihan di area yang telah ditentukan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menyusun Rundown
Merancang acara di lapangan sering kali menghadapi tantangan teknis. Agar acara berjalan lancar tanpa mengganggu esensi ibadah, berikut adalah beberapa hal yang wajib diperhatikan oleh panitia saat menyusun rundown:
Manajemen Waktu
Pastikan alokasi waktu untuk acara serah terima dibuat seefektif dan sesingkat mungkin, maksimal 30 hingga 45 menit. Dan perlu diingat bahwa fokus utama hari itu adalah proses penyembelihan dan distribusi daging yang memakan waktu panjang. Jangan sampai acara seremonial justru menunda proses eksekusi hewan.
Kesiapan Kelengkapan Administrasi
Jika penyerahan melibatkan instansi atau perusahaan yang membutuhkan pertanggungjawaban, pastikan dokumen Berita Acara Serah Terima (BAST) dan alat tulis sudah disiapkan di meja acara sebelum tamu datang.
Antisipasi Kondisi Lokasi dan Cuaca
Karena acara biasanya dilakukan di luar ruangan dan berdekatan dengan area kandang atau penyembelihan, pastikan area seremonial tetap bersih, steril dari genangan air, dan siapkan tenda kecil untuk mengantisipasi cuaca terik atau hujan mendadak.
Kondisi Hewan Kurban
Tak kalah penting, pastikan pula bahwa hewan yang akan diserahterimakan secara simbolis sudah berada di lokasi yang aman, tenang, dan tidak stres akibat keramaian sound system atau kerumunan warga.
Nah, itulah tadi contoh rundown penyerahan hewan kurban Idul Adha 1447 H / 2026 beserta tips pelaksanaannya.***