KabarJawa.com – Sergio Ramos gol menit ke-93 menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah final Liga Champions.
Gol sundulan bek Real Madrid itu mengubah pertandingan yang hampir dimenangkan Atletico Madrid dan membuka jalan bagi Real Madrid untuk meraih trofi La Décima pada 2014.
Gol tersebut terjadi pada menit ke-93, tepat ketika waktu normal pertandingan hampir berakhir. UEFA mencatat Ramos menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada tiga menit setelah masuk injury time.
Momen itulah yang kemudian sangat lekat dengan sebutan “keajaiban menit ke-93” atau “93rd minute” di kalangan pendukung Real Madrid.
Gol Sergio Ramos Terjadi pada Menit Berapa?
Sergio Ramos mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-93 final Liga Champions 2014.
Pertandingan yang berlangsung di Lisbon, Portugal, pada 24 Mei 2014 itu mempertemukan dua klub asal Madrid, yakni Real Madrid dan Atletico Madrid. Atletico lebih dulu unggul melalui sundulan Diego Godín pada menit ke-36.
Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan memasuki waktu tambahan. Atletico hanya beberapa menit lagi dari gelar Liga Champions pertamanya ketika Ramos muncul di kotak penalti dan menyundul bola hasil sepak pojok Luka Modrić ke gawang Thibaut Courtois.
Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 1-1 dan pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan.
Mengapa Disebut Keajaiban Menit ke-93?
Julukan tersebut muncul karena gol Ramos benar-benar mengubah arah pertandingan dalam hitungan menit.
Atletico sudah berada di ambang kemenangan. Namun, sundulan Ramos pada menit ke-93 membuat Real Madrid kembali hidup dan memaksa pertandingan memasuki extra time.
Dalam laporan teknis Liga Champions musim 2013/2014, UEFA bahkan menggambarkan gol Ramos sebagai momen yang mengubah jalannya sekaligus persepsi terhadap pertandingan. Laporan itu menempatkan gol tersebut sebagai titik penting dalam analisis final.
Sergio Ramos sendiri kemudian mengenang gol tersebut sebagai salah satu momen terpenting dalam kariernya. UEFA mencatat Ramos menyebut intervensinya pada menit ke-93 sebagai momen yang mengubah sejarah Real Madrid dan perjalanan kariernya.
Bagaimana Jalannya Final Liga Champions 2014?
Final tersebut awalnya berjalan sesuai harapan Atletico Madrid. Diego Godín membawa Atletico unggul 1-0 pada menit ke-36 setelah memanfaatkan situasi bola mati.
Real Madrid berusaha mengejar sepanjang pertandingan, tetapi pertahanan Atletico mampu mempertahankan keunggulan hingga waktu normal hampir selesai.
Saat pertandingan memasuki injury time, peluang Atletico untuk menjadi juara terlihat sangat besar. Namun, sepak pojok yang dieksekusi Luka Modrić menjadi awal dari perubahan besar.
Ramos berhasil memenangkan duel udara dan mengarahkan sundulannya melewati jangkauan Courtois. UEFA mencatat gol tersebut sebagai penyama kedudukan pada menit ke-93.
Real Madrid Menang 4-1 di Babak Tambahan
Gol Ramos bukan akhir dari drama. Sebaliknya, gol tersebut menjadi awal kebangkitan Real Madrid di babak tambahan waktu.
Setelah skor 1-1 bertahan sampai akhir waktu normal, Real Madrid tampil lebih dominan pada extra time.
Gareth Bale kemudian mencetak gol pada menit ke-110 untuk membawa Madrid berbalik unggul. Marcelo menambah gol pada menit ke-118, sebelum Cristiano Ronaldo mencetak gol melalui penalti pada menit ke-120.
Pertandingan akhirnya berakhir dengan skor Real Madrid 4-1 Atletico Madrid. UEFA mencatat susunan pencetak gol tersebut sebagai Ramos 90+3, Bale 110, Marcelo 118, Ronaldo 120 melalui penalti, sementara gol Atletico dicetak Godín pada menit ke-36.
Kemenangan itu mengantarkan Real Madrid meraih gelar Piala Eropa/Liga Champions ke-10, yang kemudian dikenal dengan istilah La Décima.***