Polemik Bakpia Kukus, Netizen Jogja Sebut Lebih Mirip Bolu Kukus daripada Bakpia Asli

Bagikan :

 

Ilustrasi Polemik Bakpia Kukus, Netizen Jogja Sebut Lebih Mirip Bolu Kukus daripada Bakpia Asli/Lazada

KABAR JAWA – Perdebatan soal bakpia kukus ramai di media sosial. Sebagian warganet Jogja menyebut kuliner ini tidak layak disebut bakpia karena lebih menyerupai bolu kukus. Bagaimana asal-usul inovasi bakpia kukus dan mengapa menu ini menuai kontroversi?

Perdebatan Soal Kuliner Khas Jogja

Bakpia sudah lama dikenal sebagai ikon kuliner Yogyakarta. Penganan dengan isian kacang hijau, keju, atau cokelat ini biasanya dimasak dengan cara dipanggang, menghasilkan tekstur renyah di luar namun lembut di dalam. Akan tetapi, munculnya bakpia kukus justru memicu perdebatan sengit di jagat maya.

Sejumlah warganet menilai kehadiran bakpia kukus tidak sesuai dengan pakem tradisional. Mereka beranggapan bahwa produk ini lebih pantas disebut bolu kukus daripada bakpia.

Bahkan, ada yang menuding inovasi ini dapat merusak citra budaya kuliner Jogja yang sudah melegenda.

Asal-Usul Bakpia Kukus

Meski menuai kontroversi, bakpia kukus sebenarnya lahir sebagai bentuk inovasi. Tidak seperti bakpia klasik yang dipanggang, varian ini diolah dengan cara dikukus.

Proses pengukusan membuat teksturnya lebih empuk dan lembap, mirip dengan roti kukus atau bolu kukus.

Baca juga  Apa Itu Boyfriend Material? Ini Arti Istilah Bahasa Gaul Ramai di Medsos

Dari segi ukuran, bakpia kukus biasanya lebih besar dibandingkan bakpia tradisional. Soal isian, pilihan rasanya tetap bervariasi, mulai dari kacang hijau, cokelat, hingga keju, mengikuti selera pasar modern.

Cuitan yang Memicu Viral

Perdebatan mengenai bakpia kukus mencuat setelah seorang kontestan MasterChef Indonesia, @hermawan_devina, membuat unggahan di Twitter. Ia menulis cuitan sederhana:

“Dapat oleh-oleh dari Yogyakarta. Jadi penasaran, bakpia favoritmu dari mana dan apa mereknya?”

Dalam unggahannya, ia menampilkan foto bakpia merek Mutiara dan Merlino, serta camilan lain berupa getuk Marem khas Magelang.

Tidak butuh waktu lama, cuitan itu langsung ramai dengan balasan warganet. Dari sekitar 1.485 komentar, sejumlah akun justru menyinggung soal bakpia kukus. Diskusi pun melebar hingga menjadi perdebatan panjang.

Mengapa Disebut Merusak Budaya?

Bagi masyarakat Yogyakarta, bakpia bukan sekadar makanan ringan, melainkan warisan kuliner yang sarat makna budaya. Sejak puluhan tahun lalu, bakpia menjadi oleh-oleh khas yang hampir selalu dibawa wisatawan saat pulang dari Jogja.

Oleh karena itu, hadirnya bakpia kukus dipandang sebagian orang sebagai bentuk “pemutarbalikan identitas”. Walaupun inovasi dalam kuliner sah-sah saja, masalah muncul ketika nama “bakpia” tetap digunakan meskipun cara pengolahan dan teksturnya sudah sangat berbeda.

Baca juga  Kumpulan Ucapan Hari Galungan dan Kuningan 2025 yang Penuh Makna dan Doa

Inovasi atau Distorsi?

Meski mendapat kritik keras, tidak sedikit pula konsumen yang menyukai bakpia kukus karena teksturnya lebih lembut dan modern. Kehadiran produk ini bisa dianggap sebagai strategi industri kuliner untuk menjangkau generasi muda yang lebih menyukai makanan praktis dengan variasi rasa.

Namun, perdebatan tetap ada: apakah nama “bakpia kukus” sebaiknya diganti menjadi “bolu kukus isi” atau tetap dibiarkan dengan label bakpia? Inilah yang sampai sekarang masih menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial.

Kontroversi bakpia kukus memperlihatkan bahwa masyarakat sangat peduli pada otentisitas kuliner tradisional.

Bagi sebagian orang, melabeli roti kukus sebagai bakpia dianggap melanggar pakem budaya. Sementara bagi pihak lain, inovasi ini hanyalah bentuk penyesuaian zaman.

Apapun pandangannya, satu hal yang pasti: bakpia, baik panggang maupun kukus, tetap menjadi buah bibir dan membuat Yogyakarta semakin dikenal lewat kulinernya.

***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya