Peparda IV DIY 2025 Resmi Dimulai, Gunungkidul Targetkan 15 Medali Emas

Bagikan :
Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X/Foto: Pemkab Gunungkidul

KABARJAWA– Semangat menyelimuti Ballroom Hotel Santika, Kapanewon Playen, Jumat (22/8/2025). Gemerlap lampu, iringan musik, dan sambutan hangat dari Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menandai mulainya rangkaian Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) IV DIY 2025.

Gala Dinner ini bukan sekadar jamuan makan malam. Namun, ini adalah sebuah panggung penghormatan bagi para atlet disabilitas yang akan bertarung memperebutkan kejayaan.

Bupati Gunungkidul menyambut para kontingen dengan penuh semangat. Ia menegaskan bahwa Peparda bukan hanya pesta olahraga, tetapi juga panggung keberanian. Dari keterbatasan lahir kekuatan luar biasa.

“Semangat itu saya lihat jelas di wajah para atlet malam ini, semangat juang, sportivitas, dan tekad membanggakan daerah masing-masing,” ujar Bupati.

Optimisme Tuan Rumah

Optimisme menyala dari tuan rumah. Ketua NPC Gunungkidul, Untung Subagyo, menyatakan pihaknya siap menorehkan sejarah baru. Dengan penuh keyakinan ia mematok target 15 emas dari total 30 medali.

“Kami mengikuti 8 dari 10 cabang olahraga yang dilombakan. Dengan kerja keras para atlet, minimal kami bisa naik satu peringkat menjadi posisi empat besar,” ucap Untung penuh percaya diri.

Baca juga  Prediksi Persijap Jepara vs Persis Solo, Derby Jateng Liga 1: Laskar Sambernyawa Siap Bangkit & Keluar dari Zona Degradasi?

Semangat bukan hanya milik atlet, tetapi juga seluruh masyarakat Gunungkidul yang siap berdiri di belakang mereka. Sementara itu, sorot mata penuh harap mengiringi setiap janji yang terucap malam itu.

Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X, hadir dan menyampaikan pesan khusus dari Sri Sultan Hamengkubuwono X. Dalam sambutannya, Sri Paduka menekankan bahwa Peparda lebih dari sekadar kompetisi.

“Peparda adalah perjalanan inspirasi. Kita semua belajar tentang arti ketangguhan dari para atlet. Selamat bertanding, semoga semua agenda berjalan lancar dan meninggalkan jejak inspirasi,” tutur Sri Paduka.

Kata-kata itu menggema dan meneguhkan bahwa ajang ini bukan hanya milik Gunungkidul, melainkan juga kebanggaan seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kesiapan Venue Peparda IV DIY 2025

Ketua Panitia Peparda 2025, Agus Mantara, memastikan seluruh venue sudah siap menyambut laga perdana pada Minggu, 24 Agustus 2025.

Kemudian, ia menegaskan bahwa panitia menyiapkan fasilitas dengan standar terbaik, termasuk akses ramah disabilitas.

“Kami sudah melakukan pengecekan. Semua venue aman, layak, dan ramah disabilitas. Kami ingin setiap atlet merasa nyaman dan fokus menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tegas Agus.

Baca juga  PORDA DIY 2025 Harus jadi Ajang Pembinaan Atlet Menuju PON

Dari stadion hingga arena cabang olahraga lainnya, Gunungkidul bersolek menyambut tamu agungnya—para atlet tangguh yang membawa harapan dan cerita perjuangan.

Peparda, yang berlangsung rutin empat tahun sekali, menjadi panggung bergengsi bagi atlet disabilitas. Ajang ini memberi kesempatan bagi mereka menunjukkan ketangguhan, sportivitas, dan tekad pantang menyerah. Peparda menjelma menjadi panggung inspirasi bagi masyarakat luas.

Semangat itulah yang kini berkobar di Gunungkidul. Sebagai tuan rumah, mereka tak hanya ingin sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga sukses prestasi. Tekad meraih 15 medali emas menjadi simbol kebangkitan olahraga disabilitas di Bumi Handayani.

Sorot mata para atlet, sambutan hangat dari pejabat, hingga gegap gempita Gala Dinner membuktikan satu hal: Gunungkidul siap menorehkan sejarah.

Dari tanah yang terkenal dengan karst dan ombak pantainya yang perkasa, kini lahir harapan emas dari para atlet disabilitas.

Peparda IV DIY 2025 resmi dimulai. Gunungkidul berdiri di garda depan dengan target 15 emas di tangan. Sebuah pertarungan telah menanti, sebuah inspirasi akan lahir, dan sebuah sejarah baru siap bermula. (ef linangkung)

Baca juga  Rodrygo Cetak Gol Kedua dengan Bagian Tubuh Apa di Semifinal Liga Champions UEFA 2022? Masuk Sebagai Pemain Pengganti Match Real Madrid vs Man City

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya