
KabarJawa.com – Kabar duka datang dari salah satu legenda lapangan hijau, Elly Idris. Mantan gelandang tangguh yang pernah menjadi pilar Timnas Indonesia dan legenda hidup Persita Tangerang ini mengembuskan napas terakhirnya pada hari ini, Kamis, 12 Februari 2026.
Informasi wafatnya sang legenda dikonfirmasi langsung melalui pernyataan resmi klub Persita Tangerang melalui Instagram @persita.official.
Dalam keterangannya, manajemen klub menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kepergian sosok yang pernah membela dan membesut skuad Pendekar Cisadane tersebut.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah, Elly Idris, sosok yang pernah membela dan membesut Pendekar Cisadane baik sebagai pemain serta pelatih. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” demikian keterangan resmi klub, sebagaimana dilansir KabarJawa.com pada Kamis, 12 Februari 2026.
Berdasarkan kabar yang beredar, Elly Idris dinyatakan meninggal dunia pada pukul 15.00 WIB sore tadi di Rumah Sakit Cinta Kasih, Ciputat, Tangerang Selatan.
Elly Idris Meninggal karena Apa?
Terkait pertanyaan publik mengenai apa penyebab meninggalnya Elly Idris, hingga berita ini diturunkan pihak keluarga maupun klub belum merilis diagnosa medis secara rinci.
Namun, berdasarkan kabar yang beredar, Elly Idris meninggal dunia karena sakit yang dideritanya. Sang legenda juga diketahui sempat menjalani perawatan intensif di RS Cinta Kasih, Ciputat, sebelum akhirnya takdir berkata lain.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi ribuan suporter yang pernah menyaksikan aksi heroiknya di lapangan hijau.
Doa-doa terbaik pun mengalir agar segala amal ibadahnya diterima di sisi-Nya dan keluarga diberikan ketabahan.
Jejak Emas di Era Galatama dan Timnas
Elly Idris merupakan pria kelahiran Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, pada 4 November 1962 yang dikenal sebagai gelandang serang yang memiliki visi bermain luar biasa.
Kariernya cemerlang bersama klub-klub besar era 80-an seperti Yanita Utama, Kramayudha Tiga Berlian, hingga Pelita Jaya. Bersama Pelita Jaya, ia bahkan sukses mempersembahkan tiga gelar juara Galatama, sebuah prestasi yang melambungkan namanya sebagai pemain papan atas.
Di level internasional, Elly Idris yang dijuluki “Si Gajah Putih” menjadi bagian penting dari sejarah Timnas Indonesia. Ia membela skuad Garuda pada periode 1985 hingga 1993.
Salah satu pencapaian paling membanggakan adalah ketika ia membantu Indonesia menembus babak semifinal Asian Games 1986 di Seoul, Korea Selatan, serta nyaris membawa Garuda lolos ke Piala Dunia 1986. Tugas negara terakhirnya ia tunaikan pada ajang SEA Games 1993.
Dedikasi Abadi Pendekar Cisadane
Hubungan Elly Idris dengan Persita Tangerang bisa dibilang sangat spesial. Ia menghabiskan enam tahun terakhir karier profesionalnya di klub ini, mulai dari tahun 1990 hingga memutuskan gantung sepatu pada tahun 1996 di usia 34 tahun. Namun, pensiun sebagai pemain tidak memutus cintanya pada sepak bola.
Ia kemudian melanjutkan pengabdiannya sebagai pelatih. Tercatat, ia pernah menjadi asisten pelatih Persita pada 2007, kemudian naik menjadi pelatih kepala pada musim 2009-2010.
Ia kembali dipercaya memimpin tim pada periode 2010-2013 dan sekali lagi pada musim 2017-2018. Selain Persita, tangan dinginnya juga sempat memoles tim lain seperti Persibom Bolaang Mongondow dan Persitara Jakarta Utara.
Biodata Elly Idris
Berikut adalah profil singkat Elly Idris:
- Nama Lengkap: Elly Idris
- Tempat, Tanggal Lahir: Kab. Kepulauan Sula, Maluku Utara, 4 November 1962
- Wafat: Tangerang Selatan, 12 Februari 2026 (Usia 63 Tahun)
- Posisi Bermain: Gelandang Serang
- Klub Karier Pemain:
- PS Jayakarta
- Yanita Utama
- Kramayudha Tiga Berlian
- Pelita Jaya
- Persita Tangerang (1990–1996)
- Karier Pelatih:
- Persita Tangerang (Asisten & Kepala)
- Persibom Bolaang Mongondow
- Persitara Jakarta Utara
- Prestasi Timnas: Semifinalis Asian Games 1986
***