
Kabar Jawa – Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah menjadi waktu istimewa bagi umat Islam. Artikel ini menyajikan panduan lengkap puasa Dzulhijjah 2025, mulai dari niat, jadwal, hingga keutamaannya termasuk puasa Tarwiyah dan Arafah.
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan paling agung dalam kalender Islam. Selain dikenal dengan pelaksanaan ibadah haji dan perayaan Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah, sepuluh hari pertama bulan ini juga dipenuhi dengan berbagai anjuran ibadah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan, terutama bagi mereka yang tidak menunaikan ibadah haji.
Salah satu amalan utama yang dianjurkan adalah puasa sunah Dzulhijjah, yang memiliki banyak keutamaan dan nilai pahala berlipat.
Puasa sunah ini dimulai sejak tanggal 1 Dzulhijjah hingga 9 Dzulhijjah, dan dikenal juga dengan istilah puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah. Dalam artikel ini, akan dibahas secara menyeluruh tentang bacaan niat puasa Dzulhijjah, jadwal pelaksanaannya untuk tahun 2025, serta berbagai keutamaan luar biasa yang bisa diraih bagi mereka yang menjalankannya dengan ikhlas.
Anjuran Ibadah di Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah
Keutamaan beramal pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ditegaskan oleh Rasulullah Muhammad SAW dalam sabdanya:
“Tidak ada hari di mana amal shalih lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah.”
Para sahabat pun bertanya, “Wahai Rasulullah, bahkan jihad di jalan Allah pun tidak lebih utama?”
Beliau menjawab, “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang berangkat dengan jiwa dan hartanya dan tidak kembali dengan keduanya.” (HR. Bukhari)
Hadis ini menjadi dasar utama yang mendorong umat Islam untuk memperbanyak ibadah selama periode tersebut. Salah satu bentuk ibadah paling utama yang bisa dilakukan, terutama bagi mereka yang tidak berhaji, adalah berpuasa.
Niat Puasa Sunah Dzulhijjah
Berpuasa dalam Islam tidak sah tanpa disertai niat. Niat puasa Dzulhijjah dapat dilakukan sejak malam hari, namun jika terlewat, masih diperbolehkan untuk berniat pada siang hari sebelum waktu zawal (tergelincir matahari). Berikut bacaan niat yang dianjurkan sesuai harinya:
1. Niat Puasa Tanggal 1–7 Dzulhijjah:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’âlâ.”
2. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah):
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.”
3. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah):
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah ta’âlâ.”
Jadwal Puasa Dzulhijjah 2025
Berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, berikut ini adalah jadwal puasa Dzulhijjah tahun 2025:
Puasa Tanggal 1–7 Dzulhijjah:
- Rabu, 28 Mei 2025 (1 Dzulhijjah)
- Kamis, 29 Mei 2025 (2 Dzulhijjah)
- Jumat, 30 Mei 2025 (3 Dzulhijjah)
- Sabtu, 31 Mei 2025 (4 Dzulhijjah)
- Ahad, 1 Juni 2025 (5 Dzulhijjah)
- Senin, 2 Juni 2025 (6 Dzulhijjah)
- Selasa, 3 Juni 2025 (7 Dzulhijjah)
Puasa Tarwiyah:
- Rabu, 4 Juni 2025 (8 Dzulhijjah)
Puasa Arafah:
- Kamis, 5 Juni 2025 (9 Dzulhijjah)
Keutamaan Puasa di Awal Dzulhijjah
Keutamaan berpuasa di awal Dzulhijjah sangatlah besar. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang lebih dicintai Allah untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Satu hari puasa di dalamnya setara dengan berpuasa selama satu tahun, dan satu malam ibadah di dalamnya setara dengan Lailatul Qadar.”
Hadis ini menunjukkan betapa besar nilai ibadah yang dilakukan pada hari-hari tersebut, bahkan bisa menyamai pahala ibadah setahun penuh atau malam terbaik di bulan Ramadan.
Keistimewaan Puasa Arafah
Di antara semua puasa sunah dalam Dzulhijjah, puasa pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) menempati posisi istimewa. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa pada hari Arafah dapat menghapuskan dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang.” (HR Muslim)
Keutamaan ini tidak hanya menunjukkan betapa besarnya pahala puasa Arafah, tetapi juga mencerminkan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang memanfaatkan waktu-waktu mulia untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Namun penting dicatat, bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah, puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah tidak dianjurkan, sebagaimana disebutkan oleh ulama dalam kitab Asnâ al-Mathâlib karya Syekh Zakaria al-Anshari. Puasa Arafah ditujukan khusus bagi mereka yang tidak sedang melaksanakan haji.
Penutup
Puasa Dzulhijjah, termasuk puasa Tarwiyah dan Arafah, merupakan ibadah yang tidak hanya ringan dikerjakan tetapi memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT.
Bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, ini adalah peluang emas untuk meningkatkan ibadah dan mendapatkan pahala berlipat dalam waktu yang singkat.
Dengan mengetahui niat, jadwal, serta keutamaan yang terkandung di dalamnya, semoga kita bisa lebih termotivasi untuk mengisi sepuluh hari pertama Dzulhijjah dengan amal saleh yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
***