
KabarJawa.com – Nadhif Basalamah anak siapa? Pertanyaan ini cukup sering muncul karena nama belakang penyanyi Nadhif Basalamah sama dengan pendakwah Ustaz Khalid Basalamah.
Namun, Basalaham adalah sebuah nama marga yang cukup besar dan banyak orang berasal dari marga tersebut. Termasuk Nadhif dan Ustaz Khalid.
Nadhif Basalamah sendiri merupakan seorang penyanyi dan penulis lagu kelahiran Jakarta, 30 Mei 2000.
Namanya melejit setelah merilis “Penjaga Hati” pada 2023, lagu yang kemudian menjadi salah satu hit besar di tangga musik Indonesia.
Kenapa Nadhif Basalamah Sering Dikira Anak Ustaz Khalid?
Ustaz Khalid Basalamah memiliki nama lengkap Khalid Zeed Abdullah Basalamah dan lahir di Makassar pada 1 Mei 1975.
Sementara itu, Nadhif lahir pada 30 Mei 2000 di Jakarta dan dikenal sebagai musisi yang memulai kariernya sejak 2018.
Nama Basalamah pada keduanya bukanlah nama yang hanya digunakan oleh satu keluarga inti.
Di dalam masyarakat keturunan Arab-Indonesia, nama keluarga tersebut berkaitan dengan garis keturunan Hadramaut yang berasal dari Yaman.
Karena itu, orang yang menggunakan nama Basalamah belum tentu memiliki hubungan keluarga dekat dengan orang lain yang menggunakan marga sama.
Hal serupa juga terjadi ketika publik mengira sejumlah tokoh dengan nama Basalamah memiliki hubungan saudara. Padahal, kesamaan nama belakang tidak otomatis membuktikan adanya hubungan darah.
Siapa Ayah dan Ibu Nadhif Basalamah?
Informasi mengenai keluarga Nadhif memang tidak sebanyak perjalanan musiknya. Namun sosok ibu Nadhif cukup sering muncul ke media.
Dalam video resmi Nadhif berjudul penuh bersama Ibu yang diunggah pada Desember 2024, ibu Nadhif diperkenalkan dengan nama Cri Sajjana Prajna Dvi Atma Gunawan.
Nadhif diketahui biasa menyapa ibunya dengan panggilan Ibu Atma. Kedekatan keduanya terlihat dalam sejumlah konten yang dibagikan Nadhif.
Sementara untuk nama ayah Nadhif Basalamah, sosoknya belum pernah dipublikasikan ke publik.
Perjalanan Karier Nadhif Basalamah
Nadhif mulai serius menekuni musik sejak masih muda. Karier profesionalnya dimulai pada 2018 melalui lagu berbahasa Inggris “After School Sad Session”.
Ia kemudian merilis sejumlah karya berbahasa Inggris dan pada 2022 meluncurkan mini album Wonder in Time.
Periode tersebut menjadi bagian dari proses Nadhif menemukan karakter musik dan cara penulisan lagunya.
Titik balik kariernya datang pada 2023 ketika Nadhif merilis “Penjaga Hati”.
Lagu yang dirilis pada 21 Juni 2023 itu menjadi karya berbahasa Indonesia pertama Nadhif.
Lagu tersebut ditulis Nadhif bersama Petra Sihombing dan Daffa Sirat, dengan Petra Sihombing sebagai produser.
Kesuksesan “Penjaga Hati” kemudian membawa Nadhif ke jajaran penyanyi muda yang diperhitungkan.
Lagu tersebut juga sempat berada di posisi puncak berbagai tangga musik Indonesia.
Salah satu kekuatan Nadhif ada pada cara ia membawa pengalaman personal ke dalam lagu.
Tema cinta, hubungan, kerinduan, hingga keluarga menjadi bagian dari cerita yang kerap muncul dalam karya-karyanya.
Pendekatan tersebut membuat musik Nadhif terasa dekat dengan pendengar, terutama kalangan muda.***