Mitos Unik tentang Makan Beras Mentah: Mulai dari Jodoh hingga Nasib Masa Depan

Bagikan :
Rupanya ada mitos tentang makan beras mentah, berikut penjelasannya, foto ilustrasi (Pexels// Polina Tankilevitch)

KabarJawa.com – Dalam kehidupan masyarakat, kepercayaan dan mitos menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tradisi turun-temurun.

Banyak di antaranya terdengar unik, bahkan terkesan aneh bagi sebagian orang modern. Salah satu mitos yang hingga kini masih sering dibicarakan adalah tentang kebiasaan makan beras mentah.

Meski sekilas terdengar sepele, konon kebiasaan ini diyakini bisa berpengaruh terhadap jodoh dan nasib seseorang di masa depan. Dan bagi Anda yang belum mengetahuinya, merangkum dari berbagai sumber, berikut ulasannya.

Mitos yang Berkaitan dengan Jodoh dan Nasib

Cerita tentang makan beras mentah sering kali dikaitkan dengan persoalan jodoh. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, seseorang yang gemar memakan beras mentah dipercaya akan sulit menemukan pasangan hidup.

Bahkan ada yang meyakini bahwa kebiasaan tersebut bisa membuat seseorang tidak menikah hingga usia tua.

Selain soal jodoh, ada pula anggapan bahwa orang yang sering makan beras mentah akan mengalami nasib kurang beruntung di masa depan.

Hidupnya disebut-sebut tidak akan berjalan lancar, sering tertimpa masalah, atau jauh dari kebahagiaan.

Baca juga  Kenapa Dilarang Pakai Baju Hijau di Parangtritis? Ini Penjelasan Versi Mitos Nyi Roro Kidul

Di beberapa daerah, mitos ini juga berkembang menjadi keyakinan bahwa makan beras mentah bisa membuat seseorang cepat tua dan kehilangan aura wajah yang segar.

Mitos tentang Kesehatan dan Kecantikan

Tidak hanya berhubungan dengan jodoh, kebiasaan makan beras mentah juga dikaitkan dengan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan.

Ada sebagian masyarakat yang percaya bahwa beras mentah justru bisa menambah kecantikan dan membuat tubuh menjadi lebih kuat.

Mereka beranggapan, karena beras mentah belum melalui proses pemasakan, maka kandungan gizinya dianggap masih utuh dan lebih alami.

Beberapa cerita bahkan menyebutkan bahwa beras mentah dapat dijadikan penawar penyakit. Dalam kisah lama, ada orang yang mengonsumsi beras mentah karena saran dari orang pintar atau paranormal yang meyakini bahwa cara tersebut bisa membantu menyembuhkan penyakit tertentu. Namun, kepercayaan seperti ini belum pernah dibuktikan secara medis.

Fakta Medis di Balik Mitos Makan Beras Mentah

Terlepas dari berbagai kepercayaan yang berkembang di masyarakat, para ahli gizi dan kesehatan justru memberikan penjelasan berbeda.

Baca juga  Mitos Waktu Maghrib: Antara Kepercayaan dan Fakta yang Perlu Diketahui

Menurut mereka, makan beras mentah sama sekali tidak memberikan manfaat bagi tubuh, bahkan bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Beras mentah berisiko mengandung bakteri berbahaya seperti Bacillus cereus, yang bisa menyebabkan keracunan makanan.

Gejalanya antara lain mual, muntah, diare, dan nyeri perut. Selain itu, beras mentah juga memiliki kandungan protein bernama lektin yang sulit dicerna oleh sistem pencernaan manusia.

Kemudian, kebiasaan makan beras mentah dalam jangka panjang juga bisa menyebabkan kondisi yang disebut pika, yaitu dorongan untuk memakan bahan yang bukan makanan, seperti tanah, kapur, atau nasi mentah.

Kondisi ini sering kali berkaitan dengan kekurangan zat besi atau anemia, yang ditandai dengan gejala seperti pucat, mudah lelah, dan sering pusing.

Dengan demikian, mitos tentang makan beras mentah memang menjadi feomena yang menarik diulas.

Jadi, meski mitosnya terdengar unik dan menarik, sebaiknya jangan dijadikan kebiasaan. Makan beras mentah tidak membuat seseorang lebih cantik atau beruntung, justru bisa membawa masalah kesehatan yang cukup serius di kemudian hari.***

Baca juga  Daftar Tempat Nobar El Clasico Final Copa del Rey 2025 di Yogyakarta, Barcelona vs Real Madrid

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya