Menikmati Keong Kraca, Kuliner Ramadhan Khas Banyumas yang Bikin Ketagihan

Bagikan :
Menikmati Keong Kraca, Kuliner Ramadhan Khas Banyumas yang Bikin Ketagihan
Menikmati Keong Kraca, Kuliner Ramadhan Khas Banyumas yang Bikin Ketagihan(Sumber gambar : ilustrasi: pinterest/Ya Ya)

Kabarjawa – Ramadhan selalu menjadi momen istimewa dengan beragam kuliner khas yang hanya muncul di bulan suci ini. Salah satu kuliner khas banyumas yang selalu diburu oleh masyarakat Banyumas adalah keong sawah atau kraca.

Keong ini, meskipun sering dianggap sebagai hama oleh para petani, ternyata bisa diolah menjadi makanan lezat dengan bumbu kuning yang gurih dan sedikit pedas.

Keunikan dari kraca tidak hanya terletak pada rasanya yang menggoda, tetapi juga cara menyantapnya yang khas. Untuk menikmati daging keong, orang harus menyedotnya langsung dari cangkangnya.

Jika masih kesulitan, bisa dibantu dengan tusuk gigi agar lebih mudah mengambil dagingnya. Bukan hanya sekadar lezat, kraca juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan, seperti menambah protein bagi ibu hamil serta membantu mengatasi penyakit kuning dan sariawan.

Keong Kraca Laris Manis Saat Ramadhan

Selama bulan Ramadhan, permintaan kraca meningkat tajam. Salah satu pedagang legendaris di Banyumas, Chamlani, telah menjalankan usaha kuliner ini sejak tahun 1995.

Di warungnya yang terletak di Jalan Kauman Lama, Kecamatan Purwokerto Timur, ia bisa memasak hingga 100 kilogram keong setiap hari untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Baca juga  Arc'teryx Bali Hadir Secara Resmi, Tuduhan Hoax Adalah Palsu

Jika hari biasa ia hanya mengolah sekitar 25 kilogram keong, maka selama Ramadhan jumlahnya melonjak drastis. Bahkan, dalam kondisi ramai, stok 100 kilogram keong bisa ludes hanya dalam waktu tiga jam.

Banyak konsumen yang datang langsung ke warungnya, sementara lainnya membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali sebagai reseller. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, mulai dari Rp15.000 per porsi kecil hingga Rp50.000 per kilogram.

Rahasia Lezatnya Keong Kraca Khas Banyumas

Keunikan dari kraca di warung Chamlani terletak pada penggunaan keong sawah hitam yang dianggap lebih enak dibandingkan jenis lainnya. Keong-keong ini diperoleh dari berbagai daerah seperti Pekalongan, Demak, dan Banyumas. Proses memasaknya pun tidak mudah dan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Langkah pertama dalam pengolahan kraca adalah mencuci keong mentah hingga benar-benar bersih, lalu melubangi ujung cangkangnya agar kotoran bisa keluar dan bumbu dapat meresap lebih baik.

Setelah itu, keong direndam semalaman sebelum kembali dicuci berkali-kali hingga benar-benar bersih. Barulah keong siap dimasak dengan bumbu kuning khas yang telah ditumis terlebih dahulu.

Baca juga  Apa Bisa Top Up Saldo E-Toll Lewat Shopee? Simak Panduan Cara Ini untuk Mudik Lebaran 2025

Proses memasak keong ini memakan waktu sekitar 4-5 jam agar bumbu benar-benar meresap ke dalam dagingnya. Kesabaran dalam memasak menjadi kunci utama dalam menghasilkan rasa yang lezat dan khas. Tak heran jika banyak pelanggan setia yang kembali lagi untuk menikmati hidangan ini.

Kesuksesan dan Tantangan dalam Berjualan Kraca

Chamlani mengolah seluruh keong kraca sendiri tanpa bantuan pekerja lain, karena ia percaya bahwa rasa yang dihasilkan akan berbeda jika dikerjakan orang lain.

Ia juga menekankan bahwa suasana hati saat memasak sangat berpengaruh terhadap cita rasa akhir dari kraca buatannya.

Meskipun sudah dikenal luas sebagai hidangan khas Ramadhan di Banyumas, hingga kini usaha Chamlani belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Padahal, usaha ini berpotensi besar dalam mengangkat kuliner tradisional sekaligus meningkatkan ekonomi lokal.

Keong kraca telah menjadi bagian dari tradisi kuliner Ramadhan di Banyumas yang selalu dinanti. Dengan cita rasa yang khas, proses memasak yang panjang, serta manfaat kesehatan yang dimilikinya, tidak heran jika hidangan ini selalu dicari saat bulan puasa tiba.

Baca juga  Apa Saja Amalan Isra Miraj 2026? Simak Penjelasan dan Keutamaannya

Keberhasilan usaha kraca milik Chamlani menjadi bukti bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat dan dapat menjadi peluang bisnis yang menguntungkan.

Jika berkunjung ke Banyumas saat Ramadhan, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kelezatan keong kraca yang legendaris ini.(Kabarjawa)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?