Mengenal Makna Filosofi Dibalik Hari Pasaran: Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon

Bagikan :
Selasa Wage 22 April 2025 Makna Weton, Watak, Rantai, dan Kecocokan Jodoh Menurut Kalender Jawa
Ilustrasi makna filosofi hari pasaran weton (Sumber Gambar: Pinterest/Annisa Widya Dwirani)

KabarJawa.com – Dalam kebudayaan Jawa, segala sesuatu diyakini memiliki makna dan keteraturan yang erat dengan alam semesta.

Salah satu wujud nyata dari keyakinan ini terlihat dalam sistem penanggalan tradisional Jawa, yang dikenal dengan istilah weton.

Weton merupakan kombinasi antara hari dalam kalender Masehi dan hari pasaran Jawa, yang terdiri dari lima siklus pasaran, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

Setiap pasaran memiliki karakter, energi, dan makna filosofis tersendiri yang dipercaya dapat memengaruhi kehidupan seseorang, termasuk dalam menentukan hari baik untuk melakukan kegiatan penting.

Asal Usul dan Arti Weton

Menurut penjelasan dari Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, tradisi menghitung weton sudah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Jawa dan masih dipraktikkan hingga kini.

Meskipun tidak semua orang mempercayai sepenuhnya, banyak masyarakat yang tetap menggunakan perhitungan weton untuk menentukan momen penting seperti hari pernikahan, khitanan, atau syukuran.

Dalam pandangan mereka, weton bukan sekadar hitungan hari lahir, melainkan simbol keseimbangan antara unsur spiritual dan kehidupan nyata.

Baca juga  Selasa Wage Apakah Tulang Wangi? Ini Jumlah Neptu, Tibo Apa, hingga Khodam Menurut Primbon Jawa

Perhitungan ini dilakukan dengan menggabungkan hari dalam seminggu (seperti Senin, Selasa, Rabu, dan seterusnya) dengan hari pasaran Jawa.

Dari kombinasi tersebut, diyakini dapat diketahui watak seseorang, keberuntungan, serta waktu terbaik untuk memulai sesuatu.

Makna Filosofis Hari Pasaran Jawa

Lima hari pasaran dalam budaya Jawa bukan hanya sekadar urutan waktu, tetapi masing-masing memiliki filosofi dan karakter yang unik.

Legi sering dikaitkan dengan kemakmuran, kelembutan hati, dan keberuntungan. Orang yang lahir pada pasaran Legi dianggap memiliki sifat ramah dan mudah beradaptasi.

Hari ini sering dipilih untuk memulai usaha atau kegiatan baru karena dipercaya membawa rezeki yang lancar.

Pahing melambangkan semangat, keberanian, dan kekuatan. Mereka yang lahir di hari ini biasanya memiliki jiwa kompetitif dan tangguh dalam menghadapi tantangan.

Pahing sering dianggap baik untuk kegiatan yang memerlukan energi besar atau keputusan penting.

Pon mencerminkan kebijaksanaan dan keseimbangan. Hari ini dipercaya baik untuk aktivitas perdagangan dan perundingan karena energi Pon membawa ketenangan serta kemampuan berpikir jernih.

Baca juga  Rekomendasi Laptop Kencang di Bawah Rp6 Juta Awal 2026, Performa Tinggi dengan Harga Makin Terjangkau

Wage identik dengan kesabaran, ketekunan, dan kerja keras. Orang yang lahir pada Wage diyakini memiliki sifat rajin serta tidak mudah menyerah.

Hari ini sering digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan besar yang sudah lama tertunda.

Kliwon dianggap sebagai pasaran yang paling kuat secara spiritual. Hari ini melambangkan intuisi, kepekaan batin, dan keagungan.

Banyak masyarakat Jawa meyakini bahwa energi pada hari Kliwon sangat baik untuk kegiatan keagamaan atau meditasi karena memiliki hubungan erat dengan dimensi spiritual.

Pengaruh Hari Pasaran dalam Kehidupan Sehari-hari

Hingga kini, hari pasaran masih memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat Jawa. Saat seseorang hendak menggelar acara besar seperti pernikahan, sunatan, atau pindah rumah, biasanya akan ada perhitungan hari baik yang melibatkan weton dari pihak-pihak yang bersangkutan.

Tujuannya adalah agar acara tersebut berjalan lancar dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Tradisi ini juga mencerminkan bagaimana masyarakat Jawa sangat menghargai keseimbangan antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual.

Meskipun banyak orang modern yang kini lebih mengandalkan kalender Masehi, sistem pasaran Jawa tetap dipertahankan karena dianggap mengandung nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang mendalam.

Baca juga  Cara Hitung Weton Jawa Sendiri, Bisa Prediksi Jodoh dan Kecocokan Pasangan

Kearifan Lokal yang Tetap Eksis

Di tengah perkembangan zaman yang serba digital, kepercayaan terhadap sistem pasaran dan perhitungan weton masih lestari di kalangan masyarakat Jawa.

Nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya tidak hanya menjadi pedoman spiritual, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang patut dijaga.

Dengan memahami makna di balik hari pasaran seperti Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon, kita tidak hanya belajar tentang hitungan waktu, tetapi juga tentang keseimbangan hidup dan hubungan manusia dengan alam semesta.

Tradisi ini menjadi bukti bahwa kebudayaan Jawa kaya akan simbol, makna, dan filosofi yang hingga kini tetap hidup dan relevan dalam kehidupan modern.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya