Khutbah Jumat Singkat Tema Tahun Baru Hijriyah & Amalan yang Bisa Dilakukan Umat Islam

Bagikan :
Ilustrasi teks khutbah Jumat singkat tema Tahun Baru Islam 2026 (AI // Kabar Jawa)

KabarJawa.com – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang bertepatan dengan tahun 2026 Masehi telah menyapa seluruh umat Muslim di berbagai penjuru dunia.

Momen pergantian tahun dalam kalender Islam ini bukanlah sekadar pergantian angka, melainkan momentum penting untuk melakukan refleksi diri serta perbaikan amal ibadah.

Oleh karenanya pada ibadah salat Jumat di pekan pertama bulan Muharram ini, alangkah tepat dan relevannya jika mimbar Jumat diisi dengan pembahasan mengenai makna Tahun Baru Islam serta anjuran amalannya.

Bagi Anda para khatib yang kebetulan mendapat tugas untuk menyampaikan ceramah atau khutbah Jumat pekan ini, Anda tidak perlu bingung menyusun materi.

Melansir dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), berikut adalah teks khutbah Jumat singkat dan padat yang bisa Anda jadikan referensi.

Teks Khutbah Jumat Singkat 19 Juni 2026 Tema Tahun Baru Islam 1448 H

Khutbah I

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللّٰهِ وَبَرَكَاتُه

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى اَشْرَفِ الْاَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، اَشْهَدُاَنْ لَااِلٰهَ اِلَّااللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَ بَعْدَهُ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَمَّابَعْدُ، فَيَاعِبَادَاللّٰهِ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِىْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، قَال اللّٰهُ تَعَالٰى فِى الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ، اَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الْرَّجِيْمِ (يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ)

صَدَقَ اللّٰهُ الْعَظِيْمُ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ الْحَبِيْبُ الْكَرِيْمُ وَنَحْنُ عَلٰى ذَالِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشَّاكِرِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Menjadi suatu kewajiban bagi kita semua sebagai hamba Allah untuk senantiasa bersyukur atas anugerah berbagai kenikmatan yang dilimpahkan kepada kita.

Nikmat yang telah kita rasakan dalam kehidupan selama ini harus menjadikan kita sebagai pribadi yang pandai bersyukur, dan dengan sikap ini anugerah akan terus kita nikmati, bahkan ditambah oleh Allah SWT.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:

لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

“Sungguh jika kamu bersyukur niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Oleh karenanya, pada momentum khutbah kali ini, khatib sekali lagi mengajak kepada seluruh jamaah dan kita semua untuk senantiasa memanjatkan puji syukur kepada Allah dan bershalawat kepada Rasulullah, Muhammad SAW sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Meningkatkan ketakwaan dengan senantiasa lebih bersemangat lagi menjalankan segala perintah Allah dan bersungguh-sungguh meninggalkan segala yang dilarang-Nya.

Hanya dengan cara inilah kita akan mampu terus berada pada jalur yang ditentukan oleh syariat agama kita, sehingga tidak menyimpang ke jalan yang sesat.

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Kehidupan kita di dunia ini seperti melewati sebuah jalan dengan lintasan penuh dinamika dan tantangan. Medan terjal yang harus kita daki, hingga medan menurun dan mendatar, tak boleh membuat kita terlena dan lengah.

Perjalanan kita menyisakan masa lalu sebagai pengalaman, masa kini sebagai kenyataan, dan masa yang akan datang sebagai harapan.

Karenanya kita membutuhkan rambu-rambu agar perjalanan kita senantiasa lancar dan selamat sampai ke tujuan.

Dan ketakwaanlah yang menjadi rambu-rambu yang mampu memandu kita berada pada jalan yang benar dan bekal yang paling baik dalam perjalanan.

Allah mengingatkan kita dalam firman-Nya:

وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ

“Dan berbekallah kalian, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Al-Baqarah: 197)

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Dalam sebuah perjalanan panjang, kita haruslah menyempatkan diri berhenti, beristirahat untuk menghimpun kembali semangat dan tenaga guna melanjutkan perjalanan berikutnya.

Begitu juga dalam perjalanan kehidupan di dunia. Kita harus menyediakan waktu untuk melakukan introspeksi, evaluasi, menghitung, sekaligus berkontemplasi, yang dalam bahasa Arab disebut “muhasabah”.

Terkait pentingnya muhasabah tersebut, Sayyidina Umar bin Khattab pernah menyampaikan:

حَاسِبُوْا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوْا وَ تَزَيَّنُوْا لِلْعِرْضِ الْأَكْبَرِ وَإِنَّمَا يَخِفُّ الْحِسَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى مَنْ حَاسَبَ نَفْسَهُ فِي الدُّنْيَا

“Hisablah diri (introspeksi) kalian sebelum kalian dihisab, dan berhias dirilah kalian untuk menghadapi penyingkapan yang besar (hisab). Sesungguhnya hisab pada hari kiamat akan menjadi ringan hanya bagi orang yang selalu menghisab dirinya saat hidup di dunia.”

Saat ini, alhamdulillah, kita berada dalam masa peralihan Tahun Hijriyah. Bulan Dzulhijah sebagai bulan terakhir berganti dengan Muharram sebagai awal bulan Tahun Hijriyah.

Pergantian tahun ini tidak boleh dimaknai sebagai pergantian waktu seperti biasanya, atau biasa-biasa saja. Momentum ini memiliki makna dan hikmah mendalam yang jika dimaksimalkan akan membuahkan kesuksesan dan keberkahan dalam hidup.

Bergantinya tahun ini harus dijadikan sebagai waktu evaluasi terhadap perjalanan hidup selama ini agar ke depan menjadi lebih baik lagi.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Jangan sampai berjalannya waktu, kita tidak mampu mengambil ‘ibrah, pelajaran, hikmah, dan pengalaman berharga.

Dengan merenungkan masa lalu, kita meninggalkan hal-hal yang negatif dan mengambil sisi-sisi positif sebagai bekal menghadapi masa depan.

Kita harus optimistis bisa melakukan perubahan lebih baik di masa yang akan datang dengan terus melakukan ikhtiar-ikhtiar terbaik.

Rasulullah SAW pernah bersabda:

مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ، وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُوْنٌ، وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ

Artinya: “Siapa saja yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang beruntung. Siapa saja yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang merugi. Siapa saja yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia orang yang dilaknat (celaka).” (HR Al-Hakim)

Allah pun telah mengingatkan kita dalam Alquran surat Al-Hasyr ayat 18:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa-apa yang kamu kerjakan.”

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Selain melakukan “muhasabah” terkait apa-apa yang telah dilakukan pada masa lalu, kita juga harus melakukan persiapan untuk menghadapi masa depan di tahun baru. Hal ini penting dilakukan, karena sebuah perjalanan pasti membutuhkan bekal yang cukup agar kita bisa sampai ke tujuan dengan baik.

Dalam mengarungi kehidupan melalui ikhtiar ini, kita juga harus menyadari bahwa kita tidak akan mengetahui apa yang akan terjadi besok.

Kita diperintahkan untuk melakukan ikhtiar dan setelah itu kita diingatkan untuk bertawakal, berserah diri kepada Allah.

Dalam surat Luqman ayat 34 Allah berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Artinya: “Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat, menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakan besok. (Begitu pula) Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti”.

Ayat ini menunjukkan kekuasaan Allah atas masa depan dan ketidaktahuan kita tentang apa yang akan terjadi esok. Dalam satu ayat ini Allah menunjukkan lima kekuasaan-Nya sekaligus tentang masa depan, yaitu:

Pertama, Allah-lah yang Maha Mengetahui kapan kiamat akan terjadi.

Kedua, Allah-lah yang mengetahui kapan turun hujan, untuk menghidupkan bumi ini dan memberi rezeki kepada manusia sebagai bekal kehidupan di dunia.

Ketiga, Allah Yang Maha Mengetahui apa yang ada dalam kandungan seorang ibu, walaupun saat ini telah ditemukan alat-alat super modern untuk melihat kondisi bayi dalam rahim, seperti USG dan lainnya, namun pada hakikatnya semua masih dalam fase prediksi.

Keempat, Allah-lah yang mengetahui nasib kita di masa yang akan datang. Kita hanya berusaha dengan cara yang terbaik, namun Allah-lah yang menentukan hasilnya.

Kelima, Allah Yang Maha Mengetahui kapan seseorang akan mati. Tidak ada seorang manusia pun yang bisa merencanakan umurnya, meninggal dunia di mana, dan di mana dia akan dikuburkan.

Kematian merupakan keniscayaan yang akan dihadapi oleh semua makhluk yang bernyawa. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ

Artinya:“Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaatpun dan tidak dapat (pula) meminta percepatan.” (QS. Al-A’raf: 34)

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Untuk mengakhiri khutbah Jumat tentang muhasabah ini, mari kita merenungi bersama pesan Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Hakim berikut:

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: َشَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ،وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Artinya: “Gunakan lima perkara sebelum datang lima perkara; masa mudamu sebelum masa tua, sehatmu sebelum sakitmu, kekayaanmu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum kesibukanmu, dan hidupmu sebelum matimu.”

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

أَقُوْلُ هٰذَا الْقَوْلَ، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Nah, itulah khutbah Jumat singkat soal makna Tahun Baru Islam 1448 Hijriah / 2026 Masehi yang bisa Anda jadikan referensi untuk disampaikan pekan ini.***

Baca juga  FortunaGrande Malioboro Yogyakarta: Opsi Hotel Malioboro Yogyakarta Estetik dengan Fasilitas Lengkap

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya