Khutbah Jumat Singkat, 3 Juli 2026 / Muharram 1448 H: Tema Wakaf dan Keutamaan Bersedekah

Bagikan :
Ilustrasi naskah khutbah Jumat singkat, 3 Juli 2026 tema wakaf dan sedekah (AI // Kabar Jawa)

KabarJawa.com – Umat Islam akan kembali melaksanakan ibadah sholat Jumat berjamaah besok, 3 Juli 2026. Mengingat saat ini kita masih berada di awal tahun baru Islam, yakni bulan Muharram 1448 Hijriah, maka sangat tepat rasanya jika materi khutbah mengangkat tema seputar amal jariyah, khususnya mengenai keutamaan wakaf dan sedekah.

Bagi Anda yang mendapat giliran atau bertugas sebagai khatib pada Jumat pekan ini, melansir dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI, berikut adalah naskah khutbah yang bisa Anda jadikan referensi.

Teks Khutbah Jumat Singkat 3 Juli 2026 Muharram Tema Wakaf & Sedekah

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءَكَ عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ, أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ, قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِه عَلِيْمٌ

Ma’asyiral Muslimin jemaat Jumat rahimakumullah,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SwT. Selawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw, keluarga, sahabat, serta umatnya yang istiqamah hingga akhir zaman.

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya secara lahir dan batin. Islam tidak memandang ibadah hanya sebatas salat, puasa, dan haji.

Islam mengajarkan, setiap usaha menjaga kehidupan dan kemaslahatan makhluk adalah bagian dari ibadah. Alam semesta diciptakan bukan tanpa tujuan melainkan sebagai tanda kekuasaan Allah dan sarana kehidupan manusia.

Allah SwT berfirman:

وَالْاَرْضَ وَضَعَهَا لِلْاَنَامِۙ

Bumi telah Dia bentangkan untuk makhluk(-Nya). Q.S. Ar Rahman:10

Ayat ini menegaskan bahwa bumi bukan milik segelintir orang, tetapi hak seluruh makhluk Allah. Karena itu, eksploitasi yang merusak keseimbangan alam merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah ilahi.

Dalam kitab Iḥyā’ ‘Ulūm ad-Dīn, Imam Al-Ghazali rahimahullah mengatakan: “Sesungguhnya semua urusan yang membawa kepada terjaganya kehidupan dan kemaslahatan makhluk, maka hal tersebut termasuk tujuan syariat. Artinya, memelihara air, tanah, dan lingkungan hidup adalah termasuk dari tujuan syariat Islam.”

Hadirin rahimakumullah,

Salah satu instrumen syariat yang sangat strategis untuk menjaga kemaslahatan jangka panjang adalah wakaf. Wakaf merupakan sedekah yang manfaatnya terus berlanjut. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ.

“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”

(HR. Muslim)

Al Quran juga menyebutkan keutamaan sedekah atau berinfak:

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ

Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya.

Para ulama fiqih klasik menjelaskan bahwa wakaf termasuk sedekah jariyah yang paling utama. Adapun Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmū‘ menyebutkan: “Wakaf adalah menahan harta yang pokoknya tetap dan manfaatnya diberikan untuk kebaikan.”.

Definisi ini membuka ruang luas bahwa wakaf tidak hanya terbatas pada bangunan masjid atau makam, tetapi mencakup segala sesuatu yang manfaatnya berkelanjutan bagi umat.

Jemaah Jumat yang berbahagia,

Dalam konteks krisis lingkungan saat ini, seperti banjir, kekeringan, krisis air bersih, dan rusaknya hutan, muncullah konsep wakaf hutan dan sumur guna pengembangan amal jariyah secara ekologis.

Meskipun tidak banyak terdokumentasi secara eksplisit, terdapat indikasi bahwa wakaf juga digunakan untuk melindungi hutan dan lahan konservasi.

Hal ini dilakukan dengan melarang penebangan pohon atau pemanfaatan lahan tersebut untuk kepentingan pribadi. Wakaf hutan merupakan upaya mewakafkan lahan untuk ditanami, dijaga, dan dilestarikan sebagai kawasan hijau.

Hutan wakaf berfungsi menjaga sumber air, mencegah bencana, serta menjadi tempat hidup bagi berbagai makhluk Allah. Setiap pohon yang tumbuh bernilai sedekah.

Rasulullah bersabda:

 “مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيْمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ”

“Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menanam tanaman, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan itu menjadi sedekah baginya.” (HR. Bukhari & Muslim). 

Kitab Tuhfah al-Muhtāj mengetengahkan: pahala sedekah semacam ini terus mengalir selama manfaatnya ada, meskipun penanamnya telah wafat.

Selain itu, ada wakaf hutan; ada pula wakaf sumur atau air yang nilai přístupnya sangat besar. Karenanya, air adalah sumber kehidupan. Allah SwT berfirman:

اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ

Apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi, keduanya, dahulu menyatu, kemudian Kami memisahkan keduanya dan Kami menjadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air? Maka, tidakkah mereka beriman? (QS. Al-Anbiya: 30)

Para sahabat Nabi dan generasi setelahnya juga banyak mewakafkan sumur, mata air, dan saluran irigasi untuk kepentingan umum.

Hal ini memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan pertanian, serta menjaga kelestarian sumber daya air. Dalam sejarah Islam, wakaf sumur telah dicontohkan oleh sahabat mulia Utsman bin Affan ra. Ketika umat Islam kekurangan air, beliau membeli Sumur Raumah dan mewakafkannya untuk umat.

Dalam kitab Al-Bidāyah wa an-Nihāyah, disebutkan bahwa wakaf tersebut terus memberi manfaat lintas generasi.

Imam As-Suyuthi dalam Al-Asybah wa an-Nazhair berkata: “Memberikan sesuatu yang menjadi kebutuhan pokok manusia, termasuk sedekah yang paling utama.

Maka wakaf air, sumur, dan sumber mata air merupakan bentuk sedekah yang sangat tinggi nilainya di sisi Allah.

Jemaah Jumat Rahimakumullah

Saat ini, semangat waqaf ekologis kembali digelorakan negara dan umat melalui program-program officially negara dan umat, di antaranya Kementerian Agama melalui KUA dan Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Dengan KUA, umat difasilitasi mengikrarkan wakaf tanah, lahan, atau aset produktif secara sah dan tercatat.

Maka marilah kita menyambut gerakan ini dengan kesadaran iman. Wakaf tidak harus besar, bisa sebidang tanah kecil, iuran kolektif, atau mendukung program wakaf lingkungan yang terpercaya.

Wakaf hijau didefinisikan sebagaipemanfaatan aset wakaf yangmendukung tercapainya keseimbangan ekologis dankeberlanjutan, sambil memberikandampak sosial dan ekonomi bagimasyarakat. 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا  اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ، وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Nah, itu tadi referensi naskah khutbah Jumat singkat edisi 3 Juli 2026 atau bertepatan dengan bulan Muharram 1448 Hijriah, yang mengangkat tema tentang keutamaan berwakaf dan bersedekah.***

Baca juga  25 Caption Hari Penyakit Chagas Sedunia 2025: Berisi Doa & Pesan Edukasi untuk Masyarakat

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya