
KabarJawa.com – Umat Islam akan kembali melaksanakan ibadah sholat Jumat berjamaah pada 3 Juli 2026 mendatang.
Dan bagi Anda yang mendapat giliran atau bertugas menjadi khatib, mengangkat tema tentang keutamaan bulan Muharram bisa menjadi pilihan yang sangat tepat dan relevan, mengingat saat ini kita masih berada di bulan pertama dalam kalender Hijriah tersebut.
Untuk memberikan penyegaran materi, terutama bagi para jamaah dari kalangan pemuda, melansir dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI, berikut KabarJawa.com sajikan naskah khutbah Jumat singkat tema “Makna Hijrah dan Muharram bagi Anak Muda” yang bisa Anda jadikan referensi.
Teks Khutbah Jumat Singkat 3 Juli Tema Muharram
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَوْضَحَ لَنَا شَرَائِعَ دِينِهِ، وَمَنَّ عَلَيْنَا بِتَنْزِيلِ كِتَابِهِ، وَأَمَدَّنَا بِسُنَّةِ رَسُولِهِ، فَلِلَّهِ الْحَمْدُ عَلَى مَا أَنْعَمَ بِهِ مِنْ هِدَايَتِهِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى خَيْرِ الْإِنْسَانِ مُبَيِّنًا عَلَى رِسَالَةِ الرَّحْمَنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ الْمَحْبُوْبِيْنَ جَمِيْعًا.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مُوْقِنٍ بِتَوْحِيْدِهِ، مُسْتَجِيْرٍ بِحَسَنِ تَأْيِيْدِهِ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّداً عَبْدُهُ الْمُصْطَفَى، وَأَمِيْنُهُ الْمُجْتَبَي وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلَى كَافَةِ الْوَرَى.
أَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ، اِتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: بِسْمِ اللّٰهِ الرّٰحْمَنِ الرّٰحِيْمِ، وَالْعَصْرِ إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِِلَّا الَّذِینَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah SWT.
Bersyukur atas kehadiran Allah SWT dimana kita masih diberikan kesehatan, baik jasmani maupun rohani untuk melangkahkan kaki kita ke masjid yang kita cintai ini, dalam menunaikan Sholat Jumat Berjamaah bagi umat muslim khususnya laki-laki diseluruh dunia.
Shalawat dan Salam tak lupa kita haturkan kepada Baginda kita Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah membawa kita dalam alam kegelapan sampai kealam yang terang benderang yang kita rasakan saat ini.
Tak lupa khatib berwasiat kepada diri khatib dan jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan keimanan kita kepada Allah SWT, dengan mematuhi segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya.
Judul khutbah kita pada Jumat kali ini, “Memaknai 1 Muharram Bagi Generazi Z dan Alpha.”
Hadirin Sidang Jamaah Jumat yang dirahmati Allah.
Bulan ini, kita memasuki tahun baru Hijriah, 1 Muharram. Momentum ini bukan sekadar pergantian angka tahun, tetapi kesempatan untuk melakukan muhasabah (evaluasi diri) dan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ra’ad : 11
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
Yang Artinya : Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Pendapat para ulama tentang “memaknai 1 Muharram bagi Generasi Z dan Generasi Alpha” pada intinya seragam: 1 Muharram bukan sekadar perayaan atau tradisi, melainkan momentum spiritual untuk hijrah, muhasabah, dan membangun karakter, yang kemudian diadaptasi dalam bahasa dan konteks kehidupan generasi muda masa kini.
Ulama pun menegaskan agar peringatan ini tidak dicampur dengan praktik mistis atau syirik, melainkan diisi dengan pembelajaran sejarah, introspeksi, dan komitmen pada perubahan nyata.
Bagaimana cara kita menuju kehidupan yang lebih baik? Dengan kita mendekatkan diri kepada Allah SWT, sebab, tanpa syafaat dan ridha dari Allah SWT, sebab, kita (Manusia) diibaratkan seperti debu yang berterbangan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 35 :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, carilah wasilah (jalan untuk mendekatkan diri) kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya agar kamu beruntung.”
Sembari kita mengembangkan keterampilan positif yang dimiliki, seperti mengembangkan potensi diri baik dari sisi akademik maupun non akademik.
Terkhusus bagi Generasi Z dan Generasi Alpha yang tumbuh di era digital, kecanggihan diera digital ini bisa menjerumus generasi muda Indonesia kejurang kegelapan, kalau kita tidak memilah dan memilih konten yang kita ingin tonton.
Sebab, dalam satu genggaman di Gadget inilah kita bisa melihat dunia yang lebih luas, beragama suku, adat istiadat dan budaya berbeda-beda bisa kita tonton saat ini.
Maka dari itu, Generasi Z dan Generasi Alpha perlu mengetahui lebih dalam, bagaimana cara memaknai 1 Muharram yang menjadi tahun baru Islam, dengan tantangan di era digitalisasi yang semakin canggih.
Kata Hijrah, maksudnya bukan hanya berpindah tempat, tetapi berpindah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik, dari kecanduan konten yang tidak bermanfaat menuju ilmu yang bermanfaat dari budaya instan menuju budaya kerja keras dan prestasi.
Jamaah yang dirahmati oleh Allah SWT.
Media sosial, kecerdasan buatan, dan teknologi adalah sarana yang dapat mengantarkan kepada kebaikan maupun keburukan.
Karena itu, generasi muda harus mampu menggunakan teknologi dengan bijak, produktif, dan bertanggung jawab.
Peran orang tua juga menjadi sangat penting, dimana orang tua juga ikut memantau konten apa saja yang ditonton oleh si anak, namun gunakan pendekatan yang persuasif, jangan memaksa anak atau bahkan memarahinya.
Sebab cara mendidik anak zaman dahulu dengan zaman sekarang, tidak bisa disamakan lagi, untuk itu, orang tua harus mengikuti pola asuh mendidik anak saat ini, sehingga kedekatan emosional anak dan orang tua bisa mempengaruhi tontonan di dunia maya atau sosial media.
Tahun baru Hijriah juga mengajarkan pentingnya perencanaan hidup, disiplin waktu, peningkatan ibadah, memperbaiki akhlak, berbakti kepada orang tua, serta mempersiapkan masa depan dunia dan akhirat.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ التَّقْوَى.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذِهِ السَّنَةَ سَنَةَ خَيْرٍ وَبَرَكَةٍ وَأَمْنٍ وَإِيمَانٍ عَلَى بِلَادِنَا وَعَلَى الْمُسْلِمِينَ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ شَبَابَنَا وَشَابَّاتِنَا، وَاحْفَظْ أَبْنَاءَنَا وَبَنَاتِنَا مِنْ فِتَنِ الزَّمَانِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ جِيلَ (Z) وَجِيلَ (Alpha) لِلْعِلْمِ النَّافِعِ وَالْعَمَلِ الصَّالِحِ وَالْأَخْلَاقِ الْكَرِيمَةِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُمْ قُدْوَةً فِي الْإِيمَانِ وَالْعِلْمِ وَالْإِنْجَازِ، وَاحْفَظْهُمْ مِنْ سُوءِ الْفِكْرِ وَسُوءِ الْأَخْلَاقِ وَسُوءِ الِاسْتِعْمَالِ لِلتِّقْنِيَةِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ،
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
Nah, itu tadi referensi naskah singkat khutbah Jumat untuk tanggal 3 Juli 2026 yang mengusung tema soal makna bulan Muharram dan maknanya bagi generasi muda.***