Tradisi Megengan: Hidangan Khas Jawa Menjelang Ramadan yang Masih Dipertahankan

Bagikan :
Megengan merupakan salah satu tradisi yang sampai saat ini masih dilestarikan warga masyarakat (Instagram// @disbunjatim)

KabarJawa.com – Masyarakat Jawa dikenal kaya akan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu di antaranya adalah Megengan, sebuah tradisi yang hingga kini masih dipertahankan, terutama menjelang datangnya bulan Ramadan.

Tradisi ini tidak sekadar ritual budaya, melainkan juga mengandung nilai spiritual yang dalam. Menariknya, ada satu hidangan khas yang selalu hadir dalam setiap perayaan Megengan, yaitu kue apem.

Sejarah dan Asal Usul Megengan

Megengan tidak memiliki catatan sejarah yang pasti mengenai kapan pertama kali muncul. Namun, para ahli budaya menyebut bahwa tradisi ini sudah berlangsung sejak masa Kerajaan Demak sekitar abad ke-15 Masehi.

Kala itu, para Wali Songo memperkenalkan ajaran Islam dengan cara menggabungkannya bersama kebiasaan masyarakat Jawa. Hasil akulturasi tersebut kemudian melahirkan Megengan sebagai bentuk persiapan spiritual sekaligus rasa syukur menyambut bulan Ramadan.

Menurut catatan Universitas Nusantara PGRI Kediri, Megengan dimaknai sebagai ucapan syukur kepada Allah SWT atas kesempatan bertemu kembali dengan bulan suci.

Tradisi ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan sarana masyarakat untuk mempererat silaturahmi dan menanamkan nilai keikhlasan dalam menyambut Ramadan.

Baca juga  Mengenal Slametan Lebih Dalam, Slametan di Tengah Masyarakat Jawa yang Masih Dijalankan Sampai Sekarang

Rangkaian Tradisi Megengan

Megengan biasanya dilakukan beberapa hari sebelum bulan Ramadan tiba. Rangkaian acaranya beragam, mulai dari kenduri atau selamatan di rumah-rumah warga, doa bersama, hingga ziarah ke makam leluhur.

Suasana kampung biasanya terasa lebih hidup karena semua keluarga terlibat dalam persiapan acara ini.

Di antara rangkaian kegiatan tersebut, ada satu tradisi yang selalu menjadi pusat perhatian, yakni pembagian kue apem. Tidak lengkap rasanya Megengan tanpa kehadiran kue tradisional yang satu ini.

Filosofi Kue Apem dalam Tradisi Megengan

Kue apem adalah kudapan khas Jawa yang dibuat dari campuran tepung beras, santan, dan gula, lalu difermentasi hingga menghasilkan tekstur lembut dan bersarang. Rasanya manis dengan sedikit asam dan gurih, menciptakan cita rasa yang unik.

Namun, keistimewaan apem tidak hanya terletak pada rasanya. Kata “apem” diyakini berasal dari bahasa Arab “afwun” yang berarti ampunan.

Hal ini membuat apem memiliki makna filosofis yang mendalam, yaitu simbol permohonan maaf kepada sesama manusia dan permohonan ampun kepada Allah SWT menjelang datangnya bulan Ramadan.

Baca juga  Pengalaman Berbuka Puasa Unik di Kapal Rooftop Cafe: Sajian Rasa Ramadan dengan Nuansa Kapal Pesiar

Dengan membagikan apem, masyarakat Jawa ingin mengajarkan pentingnya saling memaafkan, menjaga kerukunan, dan membersihkan hati sebelum menjalani ibadah puasa. Itulah sebabnya, kue apem dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari Megengan.

Megengan sebagai Tradisi yang Terus Bertahan

Meski zaman terus berubah, Megengan tetap menjadi salah satu tradisi yang tidak hilang ditelan modernisasi. Di banyak desa di Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur, tradisi ini masih rutin dilaksanakan setiap tahun.

Bahkan, beberapa daerah menjadikan Megengan sebagai acara besar yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Hidangan apem yang selalu hadir dalam Megengan menjadi bukti bahwa kuliner tidak hanya sebatas makanan, tetapi juga sarana untuk melestarikan budaya dan nilai kehidupan.

Melalui Megengan, generasi muda diajak untuk mengenal dan menjaga warisan leluhur yang sarat makna.

Harus Ada Apem

Tradisi Megengan adalah wujud syukur, kebersamaan, dan penghormatan kepada leluhur sekaligus persiapan spiritual menjelang Ramadan.

Dan adanya apem sebagai hidangan khas dari tradisi ini tak hanya camilan manis, melainkan simbol permohonan ampun yang penuh makna. Hingga kini, Megengan masih terus dijaga dan dirayakan masyarakat Jawa.

Baca juga  3 Rekomendasi Tempat Wisata di Jogja yang Paling Cocok Dikunjungi Saat Pagi

Tradisi ini menjadi pengingat bahwa menyambut bulan suci tidak hanya soal fisik dan persiapan makanan, tetapi juga membersihkan hati serta mempererat hubungan dengan sesama.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid