
KABAR JAWA – Jogja memang tidak pernah kehabisan pesona, terutama untuk kegiatan wisata edukatif yang cocok dijadikan tujuan study tour.
Biasanya, pihak sekolah dari berbagai daerah memilih kota ini karena menyajikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menambah wawasan siswa di luar kelas.
Menariknya, beberapa tempat ini juga bisa dijangkau hanya dalam satu hari perjalanan alias 1 day trip.
Untuk itu, berikut adalah beberapa tempat study tour di Jogja terbaru tahun 2025 yang edukatif dan layak dikunjungi.
1. Museum Cokelat Monggo
Di Museum Cokelat Monggo, para peserta study tour bisa menyelami dunia cokelat secara menyeluruh.
Mulai dari mengenal kebun cokelat, proses produksi, hingga mencicipi langsung hasil olahan cokelat yang dibuat dengan cara yang higienis dan profesional.
Ada juga museum yang memperlihatkan sejarah dan teknik pengolahan cokelat dari masa ke masa.
Dan untuk pengalaman yang lebih seru, jangan lupa ikut tur yang memungkinkan pengunjung melihat langsung proses pengolahan dari pemilahan biji, pemasakan, pencetakan, hingga pembungkusan.
Selain itu, tersedia juga toko lengkap dan workshop seru untuk membuat cokelat sendiri, serta cafe dengan berbagai menu cokelat yang menggoda.
2. Taman Pintar Yogyakarta
Taman Pintar menjadi pilihan favorit untuk kegiatan belajar di luar kelas, terutama bagi anak-anak.
Di sini, mereka bisa mencoba berbagai wahana edukatif seperti wahana oval dan kotak yang menyajikan ilmu pengetahuan dengan cara menyenangkan.
Harga tiketnya pun cukup terjangkau, hanya sekitar 24 ribu rupiah untuk satu area, dan anak-anak di bawah tiga tahun bisa masuk gratis.
Lokasinya yang strategis, dekat dari Malioboro dan Benteng Vredeburg, membuatnya cocok dikunjungi sebagai bagian dari one day trip.
Tak hanya anak-anak, orang dewasa pun bisa ikut menikmati berbagai wahana dan informasi menarik di dalamnya.
3. Museum Gunung Merapi
Jika ingin memahami lebih dalam tentang Gunung Merapi dan letusannya, museum ini adalah tempat yang tepat.
Museum Gunung Merapi menyajikan berbagai informasi ilmiah mengenai proses terbentuknya gunung, sejarah erupsi, serta dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat sekitar.
Di sini, pengunjung juga bisa melihat benda-benda peninggalan warga yang menjadi korban erupsi besar tahun 2010.
Selain memperluas wawasan tentang geografi dan mitigasi bencana, museum ini juga mengajak siswa memahami pentingnya hidup berdampingan dengan alam.
4. Desa Wisata Krebet
Berbeda dari pembuatan batik pada umumnya yang menggunakan kain, Desa Wisata Krebet di Bantul menyuguhkan proses membatik di atas media kayu.
Kegiatan ini bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan pemahaman bahwa seni batik dapat diaplikasikan ke berbagai bentuk kerajinan.
Para pengunjung bisa langsung mencoba teknik membatik kayu, melihat berbagai hiasan dinding, ukiran, dan kerajinan unik lainnya.
Selain belajar tentang warisan budaya, siswa juga diajak untuk menghargai hasil karya lokal dan kerajinan tangan tradisional.
5. Museum Sandi
Museum Sandi menyuguhkan sisi lain dari sejarah Indonesia, yaitu bidang persandian.
Tempat ini cocok bagi siswa-siswi yang mempunyai minat pada dunia teknologi informasi.
Berlokasi di kawasan Kotabaru, museum ini menampilkan berbagai alat sandi hingga sejarahnya.
Dengan demikian, siswa-siswi di sini bisa mendapatkan wisata yang edukatif dan berkesan.
6. Kampung Ketandan
Tidak perlu jauh-jauh untuk merasakan nuansa etnis Tionghoa yang kental. Cukup melipir ke Kampung Ketandan yang terletak di sekitar Jalan Ahmad Yani dan Los Pasar Beringharjo.
Kawasan ini sudah menjadi Pecinan resmi di Kota Yogyakarta dan menyimpan sejarah panjang akulturasi budaya antara etnis Tionghoa, masyarakat lokal, dan Keraton.
Selama perjalanan, siswa bisa mempelajari bagaimana kebudayaan bisa hidup berdampingan dalam harmoni.
Ini menjadi pengalaman berharga untuk mengenalkan nilai toleransi dan keberagaman sejak dini.
7. Obelix Sea View
Berlokasi sekitar satu jam dari pusat kota, Obelix Sea View adalah tempat wisata dengan pemandangan laut yang menakjubkan.
Meskipun lebih dikenal sebagai tempat bersantai, namun lokasi ini juga bisa dijadikan wahana belajar luar ruangan.
Dengan udara segar dan lanskap yang indah, siswa bisa memahami topografi pantai, potensi wisata alam, dan pentingnya menjaga lingkungan.
Area ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti mushola, toilet, serta berbagai cafe dan outlet makanan, sehingga menjadikannya tempat yang nyaman untuk kegiatan one day trip.
Nah, itu tadi beberapa tempat study tour di Jogja yang edukatif dan bisa satu hari pergi.***