
KabarJawa.com – Menentukan hari pernikahan bukan sekadar soal kesiapan mental dan materi. Bagi masyarakat Jawa, waktu akad juga dipercaya memiliki pengaruh besar terhadap keharmonisan rumah tangga di masa depan.
Karena itu, hingga kini penentuan hari baik menikah masih sering mengacu pada perhitungan Primbon Jawa. Jika Anda berencana melangsungkan pernikahan pada Januari 2026, merangkum dari berbagai sumber, berikut KabarJawa.com sajikan penjelasan lengkapnya.
Tradisi Penentuan Hari Baik dalam Primbon Jawa
Berdasarkan penjelasan dari laman resmi Universitas Nurul Jadid, penggunaan penanggalan Jawa dalam menentukan hari baik masih umum dilakukan hingga sekarang. Tradisi ini tidak hanya berkaitan dengan pernikahan, tetapi juga berbagai peristiwa penting lain dalam kehidupan.
Salah satu metode yang paling dikenal adalah perhitungan weton kedua calon mempelai. Dalam sistem ini, setiap hari dan pasaran Jawa memiliki nilai tertentu yang disebut neptu. Nilai inilah yang kemudian dihitung untuk melihat kecocokan pasangan.
Tujuan utama dari perhitungan weton adalah mencari keseimbangan dan keselarasan antara kedua calon pengantin. Dengan kecocokan yang baik, rumah tangga diharapkan berjalan lebih damai, harmonis, dan minim hambatan.
Cara Menghitung Hari Baik Pernikahan
Bagi yang baru mengenal konsep Primbon Jawa, berikut gambaran sederhana tentang bagaimana masyarakat Jawa menentukan hari baik menikah.
Langkah pertama adalah mengetahui hari lahir dan pasaran Jawa dari masing masing calon pengantin. Setelah itu, neptu dari hari dan pasaran tersebut dihitung karena setiap kombinasi memiliki nilai tersendiri.
Nilai neptu kedua calon mempelai kemudian dijumlahkan. Hasil penjumlahan ini dicocokkan dengan makna yang tercantum dalam Primbon Jawa, apakah termasuk kategori baik, sedang, atau kurang baik.
Dalam proses ini juga dikenal adanya hari atau tanggal yang dianggap kurang baik atau masuk pantangan. Tanggal tersebut biasanya dihindari agar tidak membawa pengaruh negatif dalam rumah tangga.
Tahap terakhir adalah memilih hari yang dipercaya membawa keberkahan, kelancaran rezeki, serta kebahagiaan bagi kehidupan pernikahan pasangan.
Hari Baik Menikah Januari 2026 Versi Primbon Jawa
Lalu, bagaimana dengan Januari 2026. Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu tanggal yang kerap disebut memiliki energi baik adalah 23 Januari 2026. Tanggal ini dipercaya membawa energi kuat yang mendukung kelancaran dan kesuksesan pernikahan.
Selain itu, ada pula tanggal 18, 21 dan 26 Januari 2026 yang disebut-sebut sebagai hari baik untuk menikah. Meski demikian, penentuan hari baik tidak bisa dilepaskan sepenuhnya dari kecocokan weton kedua pasangan.
Artinya, tanggal yang dianggap baik secara umum belum tentu cocok untuk semua orang. Perhitungan tetap perlu disesuaikan dengan weton masing masing calon mempelai agar hasilnya lebih tepat.
Makna di Balik Hitungan Hari Baik
Dalam pandangan Primbon Jawa, hari baik bukan sekadar soal tanggal cantik atau hari libur. Hari baik dimaknai sebagai waktu yang memiliki keseimbangan energi, sehingga diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat bagi kehidupan rumah tangga.
Kepercayaan ini juga mengajarkan kehati hatian dalam memulai fase baru kehidupan. Dengan memilih waktu yang dianggap tepat, pasangan diharapkan lebih siap secara lahir dan batin.
Ada Banyak Tanggal
Jadi kesimpulannya, menikah di Januari 2026 menurut Primbon Jawa memerlukan pertimbangan hari baik yang didasarkan pada hitungan weton dan neptu.
Salah satu tanggal yang dipercaya memiliki energi positif adalah 23 Januari 2026, meski kecocokan tetap bergantung pada weton pasangan.
Yang jelas, perhitungan ini masih sering dilakukan oleh masyarakat yang mempercyainya. Tujuannya, supaya pernikahannya berjalan harmonis, penuh keberkahan, dan langgeng.***