
KabarJawa.com – Dunia perfilman Tanah Air seolah tak pernah kehabisan ide untuk mengangkat kisah mistis yang berakar dari legenda lokal.
Salah satu judul yang menawarkan nuansa klenik yang sangat kental adalah Paku Tanah Jawa. Film garapan sutradara Drias ini pertama kali rilis di bioskop pada tanggal 6 Juni 2024.
Menggandeng deretan bintang ternama seperti Masayu Anastasia, Wafda Saifan, dan Gisellma Firmansyah, film ini tidak hanya menjual ketakutan visual semata.
Paku Tanah Jawa diketahui mengangkat sisi gelap ambisi manusia yang bersekutu dengan iblis. Lantas, bagaimanakah jalinan kisah mengerikan yang terjadi di kaki Gunung Tidar ini? Berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah sinopsis lengkapnya.
Jalan Cerita Film Paku Tanah Jawa
Pesona Mematikan Sang Primadona Desa
Cerita akan berfokus pada kehidupan seorang wanita bernama Handini (diperankan oleh Masayu Anastasia). Di desanya yang terletak di kawasan sekitar Gunung Tidar, Jawa Tengah, Handini dikenal sebagai sosok primadona.
Ia adalah seorang sinden bersuara emas sekaligus pemilik sanggar seni yang sukses. Kecantikannya seolah tak lekang oleh waktu.
Pesonanya yang magis membuat banyak laki-laki tak berdaya dan jatuh hati padanya. Namun, di balik paras ayu tersebut, Handini menjadi pusat pergunjingan warga. Banyak desas-desus miring yang menyebutkan bahwa ia terlibat hubungan dengan banyak pria.
Dugaan warga ternyata bukan sekadar isapan jempol belaka. Kesuksesan dan kharisma Handini rupanya berasal dari sebuah perjanjian gaib yang mengerikan.
Sudah bertahun-tahun lamanya ia mengabdikan diri pada Kanjeng Semanu, seorang pemimpin sekte sesat yang memuja sosok nenek tua perwujudan siluman ular.
Demi mempertahankan kecantikan yang menggoda dan kekayaan sanggarnya, Handini terikat kontrak darah. Ia harus rutin menyerahkan tumbal nyawa laki-laki yang terpikat olehnya.
Cinta Terlarang di Tengah Jerat Tumbal
Konflik semakin memanas ketika cerita menyoroti Ningrum (diperankan oleh Gisellma Firmansyah), putri kandung Handini.
Ningrum hidup dalam tekanan batin yang luar biasa karena mengetahui rahasia kelam ibunya. Ia merasa frustrasi dan kerap menghabiskan waktu bersama sepupunya yang bernama Santi.
Situasi berubah menjadi mimpi buruk ketika Ningrum menaruh hati pada seorang pemuda bernama Jalu (diperankan oleh Wafda Saifan).
Sayangnya, Jalu justru masuk dalam radar target Handini. Ketampanan Jalu membuatnya menjadi calon tumbal yang sempurna untuk dipersembahkan kepada sang siluman ular.
Ningrum pun terjebak dalam dilema besar. Ia harus menyelamatkan pria yang dicintainya dari jerat pesugihan ibunya sendiri.
Di sisi lain, teror semakin nyata ketika Santi mulai mengalami gangguan gaib dan kerasukan roh jahat yang mengincar nyawa mereka.
Pertarungan Akhir Melawan Iblis
Tidak ingin tinggal diam melihat orang-orang tersayang menjadi korban, Ningrum akhirnya memutuskan untuk melawan. Ia mencari jalan keluar untuk memutus mata rantai kutukan yang membelenggu keluarganya.
Usaha Ningrum membawanya bertemu dengan seorang Kyai sakti. Sang Kyai kemudian membekalinya dengan sebuah tombak sakti yang konon memiliki kekuatan untuk memusnahkan energi jahat di muka bumi.
Bermodalkan keberanian dan senjata pusaka tersebut, Ningrum harus berhadapan langsung dengan kekuatan iblis yang selama ini melindungi ibunya.
Bercerita tentang Pesugihan dan Urban Legend
Jadi kesimpulannya, secara garis besar, film Paku Tanah Jawa menceritakan tentang tragisnya dampak praktik pesugihan demi kecantikan dan kekayaan.
Dan bagi Anda yang menyukai kejutan, film ini juga bakal menyajikan plot twist di bagian akhir yang cukup mencengangkan, meskipun tidak menyertakan adegan post-credit.***