
KabarJawa.com – Memasuki hari ke-23 puasa Ramadhan 1447 Hijriah, umat Islam kini berada pada fase paling istimewa dalam bulan suci.
Momen ini termasuk dalam sepuluh malam terakhir Ramadhan yang dikenal sebagai waktu penuh keberkahan dan kesempatan besar untuk meraih ampunan dari Allah SWT.
Pada fase ini, umat Islam dianjurkan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Berbagai amalan seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, memperbanyak dzikir, serta memanjatkan doa menjadi bagian penting dalam mengisi hari-hari terakhir Ramadhan.
Hal tersebut dilakukan karena pada rentang waktu ini terdapat malam yang sangat dimuliakan, yakni Lailatul Qadar.
Selain ibadah utama, doa harian juga menjadi amalan yang tidak boleh diabaikan. Setiap hari dalam Ramadhan memiliki doa yang dapat dipanjatkan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT.
Untuk puasa hari ke-23, doa yang dianjurkan berisi permohonan agar seseorang disucikan dari dosa dan dibersihkan dari berbagai kekurangan.
Doa Puasa Hari ke-23 Ramadhan
Berikut bacaan doa yang dianjurkan pada hari ke-23 puasa Ramadhan lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan arti dalam Bahasa Indonesia.
Arab
اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الذُّنُوْبِ وَ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُيُوْبِ وَ امْتَحِنْ قَلْبِيْ فِيْهِ بِتَقْوَى الْقُلُوْبِ يَا مُقِيْلَ عَثَرَاتِ الْمُذْنِبِيْنَ
Latin
Allâhummaghsilnî fîhi minadzdzunûbi wa thahhirnî fîhi minal ‘uyûbi wamtahin qalbî bitaqwal qulûbi yâ muqîla ‘atsarâtil mudznibîna.
Arti Bahasa Indonesia
“Ya Allah, sucikanlah aku dari dosa-dosa dan bersihkanlah diriku dari segala aib/kejelekan.Tanamkanlah ketakwaan di dalam hatiku. Wahai Penghapus kesalahan orang-orang yang berdosa.”
Tiga Keutamaan Sedekah pada 10 Malam Terakhir Ramadhan
Sebagai informasi,sedekah, terutama yang dilakukan pada sepuluh malam terakhir Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat besar. Melansir dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), berikut beberapa di antaranya.
Pahala Berlipat Ganda Hingga Setara 83 Tahun
Pada malam-malam terakhir Ramadhan, khususnya malam ganjil, terdapat malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW bersabda:
“Carilah malam Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di 10 malam terakhir Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jika seseorang bersedekah dan amalan tersebut bertepatan dengan malam Lailatul Qadar, maka pahala yang diperoleh sangat besar. Nilainya bahkan disamakan dengan beribadah selama lebih dari 83 tahun.
Menumbuhkan Ketakwaan dan Kedamaian Batin
Sedekah juga menjadi salah satu cara untuk mempererat hubungan dengan Allah SWT. Selain membantu sesama, amalan ini mampu menumbuhkan rasa ketakwaan dalam hati.
Allah SWT berfirman:
“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan siang hari, secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah: 274).
Melalui sedekah, seorang muslim dapat meraih keridaan Allah sekaligus merasakan ketenangan hati karena telah berbagi dengan sesama.
Menjadi Sarana Membersihkan Harta
Mengeluarkan sebagian harta untuk kepentingan di jalan Allah juga merupakan bentuk syukur atas nikmat yang diberikan. Sedekah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga bagi orang yang memberikannya.
Selain membantu meringankan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan menjelang Idul Fitri, sedekah berfungsi sebagai pembersih harta.
Amalan ini juga menjadi pengingat agar seseorang terhindar dari sifat kikir dan semakin peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya.***