
KabarJawa.com – Memasuki hari ke-10 bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, umat Islam berada di penghujung fase sepertiga pertama yang dikenal sebagai masa penuh rahmat.
Pada periode ini, Umat Islam dianjurkan meningkatkan kualitas ibadah, tidak hanya melalui puasa, tetapi juga dengan memperbanyak doa dan munajat kepada Allah SWT.
Momentum hari ke-10 menjadi pengingat bahwa perjalanan Ramadhan terus berjalan. Konsistensi dalam beribadah, memperbaiki niat, serta memperdalam makna puasa menjadi kunci agar ibadah tidak sekadar rutinitas, melainkan benar-benar menghadirkan kedekatan spiritual dengan Sang Pencipta.
Keutamaan Doa di Hari ke-10 Ramadhan
Salah satu amalan yang dianjurkan selama bulan suci adalah membaca doa harian. Doa puasa hari ke-10 secara khusus berisi permohonan agar seorang hamba dijadikan pribadi yang bertawakal, memperoleh kebahagiaan di sisi Allah SWT, dan termasuk golongan yang didekatkan kepada-Nya.
Permohonan ini mencerminkan tiga harapan besar seorang muslim: keteguhan hati dalam berserah diri, keberuntungan hakiki di akhirat, serta kedudukan mulia di hadapan Allah SWT.
Nilai-nilai tersebut selaras dengan tujuan utama ibadah puasa, yakni membentuk pribadi yang bertakwa.
Berikut bacaan lengkap doa puasa Ramadhan hari ke-10, disertai tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya
Bacaan Doa Puasa Ramadhan Hari ke-10
Tulisan Arab
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى فِيْهِ مِن الْمُتَوَكَّلِيْنَ عَلَيْكَ وَاجْعَلْنِى فِيْهِ مِنَ الْفَائِزِيْنَ لَدَيْكَ وَاجْعَلْنِي فِيْهِ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ إِلَيْكَ بِأَحْسَانِكَ يَاغَايَةَ الطَّالِبِيْنَ
Latin
Allahummaj’alnii fiihi minal mutawakkaliina ‘alaika waj’alnii fiihi minal faa-iziina ladaika waj’alnii fiihi minal muqarrabiina ilayka bi ahsaanika yaa ghaayatath thaalibiin
Terjemahan
“Ya Allah, jadikan aku di bulan ini sebagai orang yang tawakkal kepada-Mu. Dan jadikan aku orang berbahagia di sisi-Mu. Jadikan aku sebagai orang terdekat-Mu di bulan ini dengan kebaikan-Mu wahai Tujuan para pencari.”
Hikmah Puasa Ramadhan dalam Pembentukan Karakter
Selain memperbanyak doa, memahami makna puasa menjadi bagian penting agar ibadah semakin berkualitas. Melansir dari laman resmi Baznas, berikut adalah beberap hikmah puasa dalam membentuk karakter individu.
Menumbuhkan Ketakwaan kepada Allah
Puasa melatih pengendalian diri secara menyeluruh. Seorang muslim menahan diri dari makan dan minum yang pada dasarnya halal, semata-mata karena ketaatan kepada Allah SWT.
Latihan ini menumbuhkan kesadaran batin bahwa setiap perbuatan berada dalam pengawasan-Nya. Dari sinilah ketakwaan tumbuh dan mengakar dalam kehidupan sehari-hari.
Melatih Kesabaran dalam Kehidupan
Ramadhan kerap disebut sebagai madrasah kesabaran. Umat Islam tidak hanya belajar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan serta emosi.
Pengendalian diri ini membentuk pribadi yang lebih tenang dan matang dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Membersihkan Jiwa dari Dosa
Bulan suci menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak taubat. Puasa yang dijalankan dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah diyakini menjadi jalan pengampunan dosa-dosa yang telah lalu.
Ibadah pendukung seperti sholat tarawih, tadarus Alquran, serta sedekah semakin menyempurnakan proses penyucian jiwa tersebut.
Membiasakan Hidup Sederhana
Puasa mengajarkan pola hidup yang tidak berlebihan. Sahur dan berbuka dilakukan secukupnya, sehingga seseorang belajar bahwa rasa cukup tidak selalu identik dengan kemewahan.
Nilai kesederhanaan ini mendorong umat Islam untuk menjauhi perilaku mubazir dan lebih menghargai nikmat yang ada.
Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Kemudian, disebutkan pula bahwa Ramadhan identik dengan kebersamaan. Kegiatan berbuka puasa bersama, sholat tarawih berjamaah, hingga pembagian zakat fitrah menjelang akhir bulan memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat.
Interaksi yang intens selama bulan suci turut menumbuhkan solidaritas dan kepedulian antar sesama muslim.
Nah, itulah tadi bacaan doa hari ke-10 puasa Ramadhan 1447H / 2026 lengkap dengan seluk-beluk mengenainya.***