Bulan Syawal 1446 H Sampai April Tanggal Berapa? Ini Penjelasannya Lengkap!

Bagikan :
Ilustrasi Bulan Syawal 1446 H Sampai April Tanggal Berapa/Unsplash

Kabar Jawa – Apakah bulan Syawal masih berlangsung di bulan April 2025 ini? Ataukah justru sudah berakhir sebelum bulan April habis?

 

Banyak umat Islam bertanya-tanya, bulan Syawal 1446 Hijriah pada tahun 2025 ini akan berakhir pada tanggal berapa dalam kalender Masehi. Pertanyaan ini biasanya muncul seiring semangat umat Muslim untuk melaksanakan amalan sunnah, salah satunya puasa enam hari di bulan Syawal.

Puasa Syawal sendiri memiliki keutamaan yang sangat besar. Dalam hadits riwayat Muslim yang disampaikan oleh Abu Ayyub Al Anshori, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR Muslim)

Hadits ini menjadi dasar utama anjuran berpuasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Berdasarkan syariat, puasa ini boleh dilakukan secara berturut-turut maupun terpisah selama masih dalam bulan Syawal.

Kapan Puasa Syawal 1446 H Dimulai?

Menurut penjelasan dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), dalam kitab Nihayatuz Zain karya Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani, puasa Syawal disarankan untuk mulai dilakukan sejak 2 Syawal, yakni sehari setelah Hari Raya Idul Fitri.

Baca juga  Keutamaan dan Niat Puasa Syawal: Raih Pahala Setara Setahun Penuh

Untuk tahun ini, Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1446 H jatuh pada tanggal 31 Maret 2025. Dengan demikian, puasa Syawal dapat dimulai pada tanggal 2 Syawal 1446 H, yang bertepatan dengan hari Selasa, 1 April 2025 dalam kalender Masehi.

Sampai Kapan Bulan Syawal 1446 H Berlangsung?

Bulan Syawal 1446 H akan berakhir pada hari Senin, 28 April 2025. Artinya, umat Muslim memiliki waktu sepanjang bulan Syawal, dari 1 April hingga 28 April 2025, untuk melaksanakan puasa sunnah enam hari tersebut.

Tidak ada keharusan untuk menjalankan puasa secara berturut-turut. Pendapat ini diperkuat oleh Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj. Menurut beliau, puasa Syawal boleh dilakukan secara terpisah, menyesuaikan kenyamanan masing-masing, asalkan masih dalam bulan Syawal. Seseorang bisa memilih untuk berpuasa, misalnya setiap hari Senin dan Kamis, atau kapan pun yang ia mampu.

Bahkan jika puasa Syawal dilaksanakan bersamaan dengan puasa ayyamul bidh (puasa tanggal 13, 14, dan 15 bulan hijriah) atau puasa sunnah lainnya, tetap akan mendapatkan pahala puasa Syawal, karena fokusnya adalah pelaksanaan ibadah puasa itu sendiri.

Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Syawal dengan Puasa Senin-Kamis?

Dalam praktiknya, terkadang pelaksanaan puasa enam hari Syawal bertepatan dengan hari Senin atau Kamis. Banyak yang bertanya, apakah diperbolehkan menggabungkan niat puasa Syawal dengan niat puasa Senin atau Kamis?

Baca juga  Final Liga Champions 2018, Gareth Bale Mencetak Gol Salto Menakjubkan, Siapa yang Ia Gantikan?

Jawaban para ulama adalah: boleh. Menurut pandangan fikih, menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa Senin atau Kamis hukumnya sah. Hal ini dikarenakan keduanya merupakan ibadah sunnah, sehingga boleh digabungkan dalam satu niat.

Syaikh Abu Bakar Syatha dalam I’anatut Thalibin menjelaskan, seseorang yang berniat menggabungkan dua puasa sunnah akan mendapatkan pahala keduanya. Beliau mengibaratkan kondisi ini seperti seseorang yang bersedekah kepada keluarga dengan niat bersedekah sekaligus menjaga silaturahmi.

Beliau menyatakan:

“Ketahuilah bahwa terkadang dalam satu puasa terdapat dua sebab, seperti puasa Arafah atau Asyura yang bertepatan dengan hari Senin atau Kamis, atau puasa enam hari Syawal yang bertepatan dengan hari Senin atau Kamis. Maka, sangat dianjurkan berpuasa untuk menjaga dua niat tersebut. Jika seseorang berniat melaksanakan keduanya, maka ia akan mendapatkan pahala keduanya.”

Dengan begitu, umat Islam yang berpuasa pada hari Senin atau Kamis sambil juga berniat untuk puasa Syawal, tetap mendapatkan keutamaan keduanya sekaligus.

Bacaan Niat Puasa Syawal dan Puasa Senin-Kamis

Dalam menggabungkan niat, dianjurkan membaca dua niat sekaligus, yakni niat puasa Syawal dan niat puasa Senin atau Kamis.

Baca juga  Bolehkah Berpuasa di 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri? Ini Penjelasan Lengkapnya

Berikut bacaan niat puasa Syawal:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya:
“Aku berniat puasa sunah enam hari bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”

Sementara niat puasa Senin-Kamis tetap dibaca sebagaimana biasa jika ingin melengkapinya.

Bulan Syawal 1446 H di tahun 2025 dimulai pada tanggal 31 Maret dan akan berakhir pada 28 April 2025. Puasa enam hari di bulan Syawal bisa mulai dikerjakan sejak 1 April 2025, dan boleh dilakukan secara berturut-turut atau terpisah hingga akhir bulan Syawal.

Umat Islam juga diperbolehkan menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa Senin atau Kamis, karena keduanya merupakan ibadah puasa sunnah.

Dengan niat yang tepat, seseorang bisa meraih pahala dari dua amal ibadah sekaligus.

Semoga Allah SWT memudahkan kita semua dalam melaksanakan puasa Syawal tahun ini dan menerima seluruh amal ibadah kita. Aamiin.

***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya