
Kabar Jawa – Apakah bulan Syawal masih berlangsung di bulan April 2025 ini? Ataukah justru sudah berakhir sebelum bulan April habis?
Banyak umat Islam bertanya-tanya, bulan Syawal 1446 Hijriah pada tahun 2025 ini akan berakhir pada tanggal berapa dalam kalender Masehi. Pertanyaan ini biasanya muncul seiring semangat umat Muslim untuk melaksanakan amalan sunnah, salah satunya puasa enam hari di bulan Syawal.
Puasa Syawal sendiri memiliki keutamaan yang sangat besar. Dalam hadits riwayat Muslim yang disampaikan oleh Abu Ayyub Al Anshori, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR Muslim)
Hadits ini menjadi dasar utama anjuran berpuasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Berdasarkan syariat, puasa ini boleh dilakukan secara berturut-turut maupun terpisah selama masih dalam bulan Syawal.
Kapan Puasa Syawal 1446 H Dimulai?
Menurut penjelasan dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), dalam kitab Nihayatuz Zain karya Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani, puasa Syawal disarankan untuk mulai dilakukan sejak 2 Syawal, yakni sehari setelah Hari Raya Idul Fitri.
Untuk tahun ini, Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1446 H jatuh pada tanggal 31 Maret 2025. Dengan demikian, puasa Syawal dapat dimulai pada tanggal 2 Syawal 1446 H, yang bertepatan dengan hari Selasa, 1 April 2025 dalam kalender Masehi.
Sampai Kapan Bulan Syawal 1446 H Berlangsung?
Bulan Syawal 1446 H akan berakhir pada hari Senin, 28 April 2025. Artinya, umat Muslim memiliki waktu sepanjang bulan Syawal, dari 1 April hingga 28 April 2025, untuk melaksanakan puasa sunnah enam hari tersebut.
Tidak ada keharusan untuk menjalankan puasa secara berturut-turut. Pendapat ini diperkuat oleh Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj. Menurut beliau, puasa Syawal boleh dilakukan secara terpisah, menyesuaikan kenyamanan masing-masing, asalkan masih dalam bulan Syawal. Seseorang bisa memilih untuk berpuasa, misalnya setiap hari Senin dan Kamis, atau kapan pun yang ia mampu.
Bahkan jika puasa Syawal dilaksanakan bersamaan dengan puasa ayyamul bidh (puasa tanggal 13, 14, dan 15 bulan hijriah) atau puasa sunnah lainnya, tetap akan mendapatkan pahala puasa Syawal, karena fokusnya adalah pelaksanaan ibadah puasa itu sendiri.
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Syawal dengan Puasa Senin-Kamis?
Dalam praktiknya, terkadang pelaksanaan puasa enam hari Syawal bertepatan dengan hari Senin atau Kamis. Banyak yang bertanya, apakah diperbolehkan menggabungkan niat puasa Syawal dengan niat puasa Senin atau Kamis?
Jawaban para ulama adalah: boleh. Menurut pandangan fikih, menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa Senin atau Kamis hukumnya sah. Hal ini dikarenakan keduanya merupakan ibadah sunnah, sehingga boleh digabungkan dalam satu niat.
Syaikh Abu Bakar Syatha dalam I’anatut Thalibin menjelaskan, seseorang yang berniat menggabungkan dua puasa sunnah akan mendapatkan pahala keduanya. Beliau mengibaratkan kondisi ini seperti seseorang yang bersedekah kepada keluarga dengan niat bersedekah sekaligus menjaga silaturahmi.
Beliau menyatakan:
“Ketahuilah bahwa terkadang dalam satu puasa terdapat dua sebab, seperti puasa Arafah atau Asyura yang bertepatan dengan hari Senin atau Kamis, atau puasa enam hari Syawal yang bertepatan dengan hari Senin atau Kamis. Maka, sangat dianjurkan berpuasa untuk menjaga dua niat tersebut. Jika seseorang berniat melaksanakan keduanya, maka ia akan mendapatkan pahala keduanya.”
Dengan begitu, umat Islam yang berpuasa pada hari Senin atau Kamis sambil juga berniat untuk puasa Syawal, tetap mendapatkan keutamaan keduanya sekaligus.
Bacaan Niat Puasa Syawal dan Puasa Senin-Kamis
Dalam menggabungkan niat, dianjurkan membaca dua niat sekaligus, yakni niat puasa Syawal dan niat puasa Senin atau Kamis.
Berikut bacaan niat puasa Syawal:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya:
“Aku berniat puasa sunah enam hari bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”
Sementara niat puasa Senin-Kamis tetap dibaca sebagaimana biasa jika ingin melengkapinya.
Bulan Syawal 1446 H di tahun 2025 dimulai pada tanggal 31 Maret dan akan berakhir pada 28 April 2025. Puasa enam hari di bulan Syawal bisa mulai dikerjakan sejak 1 April 2025, dan boleh dilakukan secara berturut-turut atau terpisah hingga akhir bulan Syawal.
Umat Islam juga diperbolehkan menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa Senin atau Kamis, karena keduanya merupakan ibadah puasa sunnah.
Dengan niat yang tepat, seseorang bisa meraih pahala dari dua amal ibadah sekaligus.
Semoga Allah SWT memudahkan kita semua dalam melaksanakan puasa Syawal tahun ini dan menerima seluruh amal ibadah kita. Aamiin.
***