
Kabar Jawa – Isi malam Tahun Baru Islam 1 Muharram dengan keutamaan shalat tasbih—shalat sunnah empat rakaat penuh 300 tasbih untuk memohon ampunan, bisa dilakukan siang atau malam. Berikut penjelasan lengkapnya.
Shalat Tasbih: Amal Mulia di Malam Tahun Baru Hijriah
Malam 1 Muharram sering dimanfaatkan untuk memperbanyak amalan sunnah, salah satunya adalah shalat tasbih.
Menurut Fikih Salat Sunah karya Ali Musthafa Siregar, shalat ini terdiri dari empat rakaat dengan total 300 bacaan tasbih. Tujuan utamanya ialah memohon ampunan kepada Allah atas dosa yang telah lalu maupun yang akan datang.
Mengapa Shalat Tasbih Itu Diistimewakan?
Dalam karya Al-Bahr yang dikutip oleh Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar, Ar-Ruyani menyebutkan bahwa shalat tasbih adalah tradisi yang sangat dianjurkan dan dicintai para ulama seperti Abdullah bin Mubarak.
Kesannya bukan sekadar sunnah biasa, melainkan amalan yang sarat nilai spiritual dan kedekatan dengan Allah.
Kapan Waktu yang Tepat Melaksanakannya?
Shalat tasbih dapat dilaksanakan kapan saja selain waktu-waktu yang dilarang shalat. Jika Anda ingin menjalankannya di siang hari, lebih dianjurkan empat rakaat langsung dengan satu salam.
Namun, bila memilih malam hari, sebaiknya dilakukan dalam dua sesi dua rakaat—ini sesuai kebiasaan salat malam.
Para ulama memberi panduan fleksibel agar semua Muslim mendapat kesempatan: lakukan shalat ini setiap hari jika mampu, jika tidak — cukup seminggu sekali.
Selanjutnya, kalau tak memungkinkan — sebulan sekali, bahkan setahun sekali sudah sangat berarti. Bila seseorang hanya mampu sekali seumur hidup—insya Allah, itu pun luar biasa.
Bacaan Niat Shalat Tasbih
Untuk 2 rakaat:
أُصَلّي سُنّةَ التَّسْبِيحِ رَكْعَتَيْنِ لِلّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnata-t-tasbihi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Saya berniat shalat sunnah tasbih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Untuk 4 rakaat:
أُصَلّي سُنّةَ التَّسْبِيحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tasbīhi arba‘a rak‘ātin lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Saya berniat shalat sunnah tasbih empat rakaat karena Allah Ta’ala.”
Panduan Lengkap Tata Cara Shalat Tasbih
Mengacu pada Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi:
- Takbiratul ihram — niat memulai shalat.
- Setelah Al-Fatihah dan surat pendek, baca kalimat tasbih sebanyak 15 kali:
Subhānallāhi wal‑ḥamdu lillāhi walā ilāha illallāhu wallāhu akbar
- Ruku’: baca tasbih 10 kali.
- Itidal (angkat badan): tasbih 10 kali.
- Sujud pertama: tasbih 10 kali.
- Duduk antara dua sujud: tasbih 10 kali.
- Sujud kedua: tasbih 10 kali.
- Duduk sebelum berdiri untuk rakaat baru: tasbih 10 kali.
- Ulangi langkah 2–8 untuk rakaat berikutnya, hingga empat rakaat selesai. Setiap rakaat mengandung 75 tasbih, jadi total keseluruhan adalah 300 tasbih.
- Akhiri dengan tasyahud dan salam.
Alasan Melakukannya pada Malam 1 Muharram
Meskipun tidak ada hadits khusus yang mewajibkan shalat tasbih pada malam 1 Muharram, banyak ulama menekankan pentingnya ibadah di bulan suci ini. Shalat tasbih merupakan pilihan tepat untuk:
- Memaksimalkan malam pertama tahun Hijriyah dalam penghambaan kepada Allah
- Mencari ampunan atas dosa masa lalu dan masa depan
- Membangun semangat spiritual di awal tahun baru Islam
Shalat tasbih adalah amal sederhana namun penuh makna yang bisa Anda lakukan di malam Tahun Baru Islam.
Dengan penuh khusyuk, niat yang tulus, dan bacaan tasbih sebanyak 300 kali, insya Allah ibadah ini menjadi sarana pembersihan hati dan penguatan hubungan dengan Allah SWT. Sesuaikan waktu pelaksanaannya menurut kemampuan, dan rasakan kedamaian lahir batin yang muncul setelahnya.
Semoga informasi ini membantu menjadikan malam 1 Muharram Anda penuh keutamaan dan berkah.
***