
Kabar Jawa – Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam. Terdapat amalan-amalan di 10 hari pertama yang keutamaannya begitu besar pada bulan tersebut.
Bulan Dzulhijjah: Waktu Istimewa untuk Meningkatkan Ibadah
Dalam ajaran Islam, ada empat bulan yang dimuliakan, dan Dzulhijjah adalah salah satunya. Sepuluh hari pertama bulan ini diyakini sebagai hari-hari paling utama dalam setahun untuk melakukan amal kebaikan.
Rasulullah Muhammad SAW bahkan menegaskan bahwa tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai oleh Allah selain pada sepuluh hari awal Dzulhijjah. Keutamaannya bahkan melebihi jihad di jalan Allah, kecuali bagi mereka yang gugur sebagai syuhada.
Ustadz Rido Rinaldo, S.Hi., M.H, dalam kajian Program Mutiara Pagi pada Selasa, 27 Mei 2025, menyampaikan berbagai bentuk amalan terbaik yang sangat dianjurkan untuk dilakukan selama periode tersebut.
Bagi umat Islam, ini adalah momen yang tidak boleh dilewatkan untuk meraih pahala berlipat dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Amalan Utama di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
1. Perbanyak Dzikir: Takbir, Tahlil, dan Tahmid
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak menyebut nama Allah melalui takbir, tahlil, dan tahmid. Dzikir ini tidak hanya dilakukan setelah shalat, tapi juga bisa dilantunkan kapan saja, baik pagi, siang, maupun malam.
Bacaan yang dianjurkan:
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd.”
Menurut Imam An-Nawawi, memperbanyak dzikir di sepuluh hari pertama Dzulhijjah sangat dianjurkan karena merupakan salah satu cara paling efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah.
2. Menunaikan Puasa Sunnah, Khususnya Puasa Arafah
Puasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah sangat dianjurkan, dengan puncaknya adalah puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Khusus puasa Arafah, Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
Bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan ampunan Allah yang luar biasa besar.
3. Berqurban pada Idul Adha dan Hari Tasyrik
Mulai tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam yang mampu secara finansial sangat dianjurkan untuk berqurban. Ibadah ini merupakan bentuk penghambaan kepada Allah SWT dan menjadi sarana berbagi kepada sesama, khususnya kepada mereka yang kurang mampu.
Berqurban juga merupakan sunnah yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim AS, yang dengan penuh keimanan bersedia mengorbankan putranya atas perintah Allah. Melaksanakan qurban bukan hanya perintah, tapi juga bentuk keteladanan dan ketundukan kepada kehendak Ilahi.
4. Shalat Sunnah dan Membaca Al-Qur’an
Selain ibadah wajib, memperbanyak shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, serta melakukan amal saleh lainnya sangat ditekankan pada sepuluh hari pertama ini. Setiap ibadah yang dilakukan akan mendapat ganjaran berlipat-lipat, sehingga menjadi waktu terbaik untuk mengejar pahala sebanyak-banyaknya.
5. Bertaubat dan Menjauhi Maksiat
Meninggalkan perbuatan dosa dan kembali kepada Allah SWT adalah amalan yang tak kalah penting. Dengan bertaubat, seseorang membuka jalan untuk mendapatkan rahmat dan pengampunan-Nya. Dzulhijjah adalah waktu yang tepat untuk refleksi diri dan memperbaiki kualitas ibadah.
Niat Puasa: Panduan Lengkap
Berikut ini adalah niat-niat puasa yang perlu diperhatikan selama bulan Dzulhijjah, baik untuk qadha maupun sunnah:
Niat Puasa Qadha Ramadhan
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i Ramadhana lillahi ta’ala.
Artinya:
Saya niat berpuasa esok hari untuk mengganti puasa Ramadhan karena Allah Ta’ala.
Niat Puasa Sunnah Dzulhijjah
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ أَيَّامِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin min ayyami dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya:
Saya niat berpuasa esok hari pada hari-hari Dzulhijjah sunnah karena Allah Ta’ala.
Niat Puasa Gabungan: Qadha dan Sunnah Dzulhijjah
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ رَمَضَانَ وَسُنَّةَ ذِي الْحِجَّةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i Ramadhana wa sunnata dzil hijjah lillahi ta’ala.
Artinya:
Saya niat berpuasa esok hari untuk mengganti puasa Ramadhan dan puasa sunnah Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.
Jadwal Penting Dzulhijjah 2025
Berdasarkan sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada tanggal 27 Mei 2025, berikut jadwal penting bulan Dzulhijjah 1446 Hijriah:
- 1 Dzulhijjah 1446 H: Rabu, 28 Mei 2025
- Puasa Arafah (9 Dzulhijjah): Rabu, 4 Juni 2025
- Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah): Jumat, 6 Juni 2025
Hari-hari Tasyrik (11–13 Dzulhijjah) juga merupakan hari-hari yang dimuliakan dan dilarang untuk berpuasa. Namun, dzikir dan ibadah lainnya tetap dianjurkan.
Penutup: Waktu Emas untuk Beribadah
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah kesempatan istimewa untuk menghidupkan hati dengan ibadah dan memperkuat hubungan kita dengan Sang Pencipta. Mulai dari berpuasa, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, hingga berqurban, semua adalah ladang pahala yang terbuka luas.
Jadikan momentum ini sebagai titik balik untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan meraih ridha Allah SWT. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk memanfaatkannya sebaik mungkin. Aamiin.
***