5 Inspirasi Wisata Edukasi di Jogja 2025, Banyak yang Gratis & Anti Mainstream

Bagikan :
Sebenarnya ada banyak tempat wisata edukasi di Jogja, berikut beberapa diantaranya, berikut selengkapnya foto ilustrasi (Pexels// fajri nugroho)

KABAR JAWA – Jika Anda berencana liburan ke Yogyakarta pada tahun 2025, jangan hanya fokus pada tempat wisata yang itu-itu saja.

Kota Gudeg ini tidak hanya terkenal dengan pesona alam dan kuliner tradisionalnya, tetapi juga menyimpan segudang destinasi edukatif yang cocok untuk dinikmati bersama keluarga.

Bukan sekadar tempat bermain, deretan wisata ini bisa jadi sarana belajar yang seru bagi anak-anak—mulai dari budaya, sejarah, hingga teknologi.

Menariknya lagi, beberapa tempat wisata edukasi ini bisa dikunjungi secara gratis, tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam.

Konsepnya juga unik dan anti mainstream, cocok bagi Anda yang ingin pengalaman baru selain berkunjung ke pantai atau mall.

Dari kampung budaya, desa dolanan, hingga museum persandian, semuanya menghadirkan nilai edukatif yang menyenangkan.

Jadi, jika Anda mencari alternatif wisata di Jogja yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga mengandung unsur pembelajaran, berikut ini lima destinasi wisata edukasi Jogja yang bisa Anda pertimbangkan.

1. Museum Sandi

Museum Sandi merupakan tempat yang tepat bagi anak-anak dan orang dewasa yang tertarik pada dunia rahasia dan teknologi informasi.

Terletak di Jalan F.M. Noto Nomor 21, Kotabaru, museum ini menyimpan koleksi bersejarah terkait dunia persandian Indonesia.

Baca juga  Tur VW Jogja: Wisata Unik Keliling Yogyakarta dengan Mobil Klasik yang Membuat Liburan Lebih Berkesan

Di dalamnya, pengunjung bisa melihat langsung berbagai mesin sandi yang pernah digunakan negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan NATO.

Tidak hanya menampilkan benda-benda klasik, Museum Sandi juga menyuguhkan informasi mengenai sejarah kriptografi, mulai dari sistem yang sederhana hingga teknologi penyandian modern.

Bangunan museum ini sendiri merupakan peninggalan zaman kolonial, menambah nuansa historis yang kuat.

Masuk ke museum ini tidak dikenakan biaya, tetapi kemungkinan hanya perlu membayar parkir.

Dengan demikian, tempat ini bakal cocok sebagai destinasi liburan edukatif sekaligus menyenangkan.

2. Kampung Dolanan Pandes

Jika Anda ingin mengajak anak-anak kembali mengenal permainan tradisional khas Indonesia, maka Kampung Dolanan di Pandes, Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, adalah pilihan tepat.

Suasana pedesaan yang alami berpadu dengan kegiatan edukatif menjadikan tempat ini begitu spesial.

Di sini, pengunjung bisa mencoba langsung berbagai aktivitas, mulai dari membuat wayang dari bahan sederhana, bermain gamelan, hingga menjajal aneka dolanan lawas seperti egrang dan congklak.

Semua kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengenalkan budaya Jawa kepada generasi muda.

Tidak ada biaya masuk ke kawasan wisata ini, sehingga cukup ramah di kantong.

Baca juga  Tragedi Bocah 6 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ndaleman

3. Alun-Alun Kidul

Alun-Alun Kidul, atau yang sering disingkat menjadi Alkid, merupakan destinasi populer di malam hari yang memiliki nilai sejarah kuat.

Terletak di sisi selatan kompleks Keraton Yogyakarta, kawasan ini dulunya digunakan sebagai tempat latihan prajurit keraton serta arena kegiatan rakyat.

Kini, Alun-Alun Kidul menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi, terutama pada malam hari.

Salah satu daya tariknya adalah keberadaan becak lampu warna-warni yang dapat disewa untuk mengelilingi area ini.

Meskipun ada biaya untuk menyewa becak, masuk ke kawasan Alkid tidak dipungut biaya sama sekali.

Wisata ini menawarkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus mengenalkan anak-anak pada pentingnya pelestarian ruang publik dan sejarah kerajaan.

4. Desa Wisata Kasongan

Desa Bangunjiwo di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, merupakan lokasi Desa Wisata Kasongan, salah satu sentra gerabah yang telah dikenal hingga ke mancanegara.

Berjarak sekitar delapan kilometer dari pusat Kota Yogyakarta, desa ini menyuguhkan pemandangan unik berupa deretan rumah penduduk yang memamerkan berbagai hasil karya gerabah.

Di sini, anak-anak bisa menyaksikan langsung proses pembuatan kendi, guci, pot bunga, hingga patung dan peralatan rumah tangga dari tanah liat.

Baca juga  Belajar Mengaji Braille dan Bahasa Isyarat: Wujud Inklusivitas Mahasiswa Disabilitas Unesa di Bulan Ramadan

Bahkan, beberapa tempat menyediakan aktivitas interaktif bagi anak-anak untuk mencoba membuat gerabah sendiri.

Tidak ada tiket masuk untuk berkeliling di desa ini, menjadikannya destinasi yang cukup ekonomis namun penuh nilai edukasi dan seni.

5. Kampung Ketandan

Terakhir, ada Kampung Ketandan yang berada di pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di sekitar Jalan Ahmad Yani, Jalan Suryatmajan, Jalan Suryotomo, hingga Los Pasar Beringharjo.

Kawasan ini menyimpan sejarah akulturasi antara budaya Tionghoa, Keraton Yogyakarta, dan masyarakat lokal.

Selama lebih dari dua abad, Kampung Ketandan menjadi tempat tinggal dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat Tionghoa.

Kini, kawasan ini diakui sebagai Pecinan resmi di Kota Yogyakarta. Dengan mengunjungi tempat ini, anak-anak dapat belajar tentang keberagaman budaya yang hidup berdampingan dengan harmonis.

Selain arsitektur khas Tionghoa, pengunjung juga bisa melihat berbagai toko dan tempat makan yang mencerminkan budaya lintas etnis.

Wisata ini menjadi sarana edukatif untuk menumbuhkan toleransi dan pemahaman budaya sejak dini. Tidak dikenakan biaya masuk, sehingga bisa dinikmati siapa saja.

Nah, itu tadi beberapa tempat wisata edukasi di Jogja yang bisa Anda jadikan inspirasi.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya