
KabarJawa.com – Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali dibuka oleh pemerintah pada tahun 2025, dan Bank Negara Indonesia (BNI) menjadi salah satu lembaga penyalur resmi yang dipercaya untuk menyalurkan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Namun, tidak semua jenis usaha bisa mendapatkan persetujuan atau diacc oleh pihak bank. Oleh karena itu, calon penerima KUR harus memahami terlebih dahulu kategori usaha apa saja yang masuk dalam kriteria pembiayaan BNI.
Jenis Usaha yang Bisa Dibiayai KUR BNI 2025
BNI memiliki sejumlah sektor prioritas yang dipertimbangkan untuk mendapatkan pembiayaan melalui program KUR.
Masing-masing sektor ini dipilih karena dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi dan berkontribusi terhadap pertumbuhan usaha masyarakat di berbagai daerah.
Merangkum dari berbagai sumber, berikut adalah jenis-jenis usaha yang berpotensi di-acc KUR BNI:
1. Usaha di sektor industri pengolahan
Kategori ini mencakup usaha yang mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau produk jadi yang siap dipasarkan. Contohnya seperti usaha pengolahan makanan dan minuman, konveksi pakaian, pembuatan kerajinan tangan, hingga industri rumahan seperti sabun dan lilin aromaterapi.
Sektor ini dianggap memiliki nilai tambah tinggi dan mampu menciptakan lapangan kerja baru di tingkat lokal.
2. Usaha di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan
Sektor ini menjadi salah satu fokus utama program KUR. BNI memberikan kesempatan bagi petani, peternak, maupun nelayan untuk mengembangkan usahanya.
Misalnya usaha perkebunan kopi, sayuran organik, budidaya ayam pedaging, atau budi daya ikan lele. Bagi nelayan tangkap, modal dari KUR dapat digunakan untuk memperbaiki perahu, membeli jaring baru, atau meningkatkan sarana penangkapan ikan.
3. Usaha di sektor perdagangan
BNI juga membuka peluang bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang jual-beli barang atau jasa, baik dalam skala kecil maupun besar. Contohnya toko kelontong, warung sembako, toko pakaian, hingga pedagang online.
Sektor perdagangan dianggap sangat potensial karena memiliki perputaran modal cepat dan permintaan pasar yang terus meningkat.
4. Usaha di sektor jasa
Jenis usaha di bidang jasa juga berpeluang besar untuk mendapatkan KUR BNI. Termasuk di dalamnya jasa reparasi elektronik, layanan cuci motor, katering, laundry, dan berbagai jenis usaha berbasis layanan lainnya.
Asalkan usaha tersebut telah berjalan secara konsisten dan memiliki catatan pendapatan yang jelas, maka peluang diacc akan semakin besar.
5. Usaha yang didukung oleh program pemerintah
Selain sektor-sektor di atas, BNI juga menyediakan KUR bagi mereka yang terlibat dalam program-program pemberdayaan pemerintah, seperti calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan bekerja di luar negeri atau penerima bantuan usaha kecil dari kementerian terkait.
Cara Mengajukan KUR BNI 2025
BNI menyediakan dua jalur pengajuan KUR yang mudah diakses oleh masyarakat, yaitu:
- Melalui e-form BNI di situs resmi bank, di mana calon peminjam dapat mengisi data secara daring tanpa perlu datang langsung ke kantor cabang.
- Secara langsung (offline) dengan mengunjungi kantor cabang BNI terdekat dan membawa dokumen yang diperlukan.
Persyaratan Pengajuan KUR BNI 2025
Agar pengajuan disetujui, calon nasabah harus memenuhi syarat berikut:
- Warga Negara Indonesia berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
- Usaha telah berjalan minimal enam bulan.
- Tidak sedang menerima pinjaman dari lembaga keuangan lain.
- Syarat administrasi untuk perorangan:
- Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga.
- Surat Nikah bagi yang sudah menikah di bawah usia 21 tahun.
- Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) atau surat keterangan usaha dari kelurahan.
- Fotokopi dokumen jaminan (untuk pinjaman di atas Rp50 juta).
- NPWP (untuk pinjaman di atas Rp50 juta).
Syarat Administrasi untuk Badan Usaha
- Fotokopi KTP pemilik dan Kartu Keluarga.
- Surat izin usaha dari pemerintah daerah atau surat keterangan usaha dari kelurahan.
- Dokumen jaminan untuk pinjaman di atas Rp50 juta.
- NPWP untuk pinjaman di atas Rp50 juta.
- Biaya administrasi yang dikenakan maksimal Rp150.000, dan jika terjadi keterlambatan pembayaran cicilan, nasabah akan dikenakan denda sebesar lima persen per tahun dari jumlah tunggakan.
Ada Banyak Jenis Usaha
Jadi kesimpulannya, jenis usaha yang dapat diacc dalam program KUR BNI 2025 meliputi sektor industri pengolahan, pertanian, perikanan, perdagangan, dan jasa.
Program ini dirancang agar pelaku UMKM memiliki akses modal yang lebih luas untuk memperluas bisnisnya.
Dengan persiapan dokumen yang lengkap dan pemahaman mengenai sektor usaha yang diutamakan, peluang untuk mendapatkan persetujuan KUR dari BNI akan jauh lebih besar.***