Mitos Wanita Bahu Laweyan: Benarkah Ada Perempuan Dianggap Membawa Sial?

Bagikan :
Ilustrasi mitos wanita bahu laweyan (AI // Kabar Jawa)

KabarJawa.com – Dalam khazanah kisah-kisah mistis dan kepercayaan Jawa, terdapat berbagai mitos yang hidup dari generasi ke generasi.

Namun di antara sekian banyak kisah turun-temurun, ada satu mitos yang disebut sangat menonjol dan kerap memunculkan rasa penasaran, yaitu cerita mengenai Wanita Bahu Laweyan.

Masyarakat Jawa menyebut bahwa perempuan dengan ciri tertentu ini dianggap mampu membawa kesialan, terutama bagi laki-laki yang menikahinya. Dari mana asal cerita ini dan bagaimana kepercayaan tersebut mulai dikenal luas? Berikut ulasan lengkapnya.

Asal-Usul Mitos Bahu Laweyan

Mitos mengenai Bahu Laweyan dipercaya telah muncul sejak abad ke-9 dan berkaitan dengan legenda seorang raja yang marah karena merasa dipermalukan oleh perempuan dari Laweyan.

Dalam kisah tersebut diceritakan bahwa sang raja memohon bantuan kepada seorang perempuan saudagar kaya untuk meminjamkan kuda agar dapat digunakan dalam peperangan. Namun, permintaan itu mendapat penolakan.

Penolakan tersebut membuat sang raja tersinggung. Dari rasa sakit hati itu, muncul sebuah kutukan yang ditujukan kepada seluruh perempuan Laweyan.

Baca juga  Arti Kedutan di Pundak dan Leher Menurut Primbon Jawa: Kenali Maknanya

Dalam legenda, sang raja mengucapkan bahwa perempuan Laweyan kelak akan hidup dalam penderitaan, baik secara lahir maupun batin.

Bahkan lebih jauh lagi, laki-laki yang menikahi perempuan Laweyan disebut akan kehilangan nyawa. Kutukan ini kemudian diwariskan melalui cerita rakyat yang terus berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Walaupun asal-usulnya masih samar dan tidak memiliki bukti sejarah yang kuat, kisah tersebut tetap hidup di tengah masyarakat, memperkuat aura misteri yang mengelilingi mitos Bahu Laweyan.

Apa yang Dimaksud dengan Wanita Bahu Laweyan?

Wanita Bahu Laweyan merujuk pada perempuan yang diyakini membawa kesialan bagi pasangannya. Konon, laki-laki yang menikah dengan perempuan Bahu Laweyan akan kehilangan nyawa.

Dalam kepercayaan masyarakat, kutukan tersebut baru akan hilang setelah perempuan tersebut menikah sebanyak tujuh kali.

Berdasarkan laman Universitas Negeri Gorontalo, diketahui pula bahwa berkaitan dengan mitos tersebut, muncul kepercayaan bahwa ada makhluk halus yang mengikuti atau menyukai sosok perempuan Bahu Laweyan.

Kehadiran makhluk halus inilah yang dipercaya menjadi penyebab munculnya berbagai kesialan. Beberapa orang bahkan menganggap bahwa perempuan Bahu Laweyan memiliki ciri tertentu di bagian bahunya yang disebut sebagai tanda keistimewaan atau pertanda mistis.

Baca juga  Menguak Mitos Hutan Larangan Alas Purwo: Antara Tempat Suci dan Gerbang Gaib

Meski belum ada bukti nyata yang menguatkan keberadaan fenomena ini, kepercayaan tersebut telah tersebar luas sehingga membuat mitosnya semakin kuat di masyarakat.

Popularitas Mitos yang Masih Bertahan

Di samping itu, mitos mengenai Bahu Laweyan tetap populer hingga masa modern. Bahkan, cerita ini diadaptasi menjadi film berjudul Perempuan Pembawa Sial yang menambah ketertarikan publik terhadap legenda tersebut.

Keberadaan adaptasi ini menunjukkan bahwa cerita lama seperti ini masih dianggap relevan, terutama bagi masyarakat yang tertarik dengan kisah-kisah penuh misteri.

Bagian dari Kekayaan Kisah Mistis Nusantara

Seperti halnya mitos-mitos lain yang berkembang di berbagai daerah di Indonesia, kisah Bahu Laweyan merupakan bagian dari kekayaan budaya yang sarat nilai dan simbolisme.

Cerita ini menimbulkan banyak perdebatan, mulai dari mereka yang mempercayainya hingga yang menganggapnya hanyalah legenda tanpa dasar.

Namun satu hal yang pasti, kehadiran mitos Bahu Laweyan menambah keragaman cerita rakyat Nusantara yang penuh keunikan dan daya tarik tersendiri.

Dengan demikian, mitos ini menjadi cerminan bagaimana masyarakat zaman dahulu menciptakan cerita sebagai bentuk ekspresi budaya, moral, sekaligus hiburan.***

Baca juga  Arti Mitos Jawa Ayam Berkokok Malam Hari: Pertanda Baik atau Buruk?

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid