Mengenang Geger Sepoy: Jebolnya Pojok Benteng Timur Keraton Yogyakarta di Tangan Inggris

Bagikan :
Pojok Benteng Timur Keraton Yogyakarta (setelah renovasi), saksi bisu Geger Sepoy 1812. (Tangkap layar Gmaps)

KABAR JAWA – Jebolnya pojok benteng timur Keraton Yogyakarta pada 20 Juni 1812 menjadi momen tragis yang menandai hancurnya kedaulatan politik dan militer Keraton Yogyakarta di tangan kolonial Inggris.

Dalam peristiwa berdarah yang dikenal sebagai Geger Sepoy, pasukan Inggris pimpinan Kolonel Robert Rollo Gillespie menyerbu jantung pertahanan keraton dari sisi timur laut.

Mereka memusatkan serangan pada kawasan Plengkung Nirbaya yang kala itu dijaga oleh para prajurit kesultanan namun dalam kondisi kurang siap.

Sebagaimana ditulis dalam kratonjogja.id, gempuran artileri Inggris menghantam gudang mesiu keraton hingga meledak, menyebabkan pojok benteng timur jebol dan pasukan musuh berhasil menerobos masuk ke dalam kompleks keraton.

Serangan ini bukan semata penaklukan militer, tetapi bagian dari strategi politik Letnan Gubernur Inggris di Jawa saat itu, Thomas Stamford Raffles, untuk melemahkan pengaruh Sultan Hamengkubuwono II yang menolak tunduk pada sistem politik dan ekonomi kolonial.

Raffles menilai Sultan terlalu berani menentang kebijakan sewa tanah dan intervensi kolonial dalam urusan dalam negeri Kesultanan.

Baca juga  Kerajaan Demak: Sejarah Kerajaan Islam Pertama di Jawa dan Penyebab Keruntuhannya

Seperti dikutip dari kebudayaan.jogjakota.go.id, upaya negosiasi telah dilakukan namun gagal, sehingga pada 19 Juni 1812 pasukan Inggris memulai serangan besar-besaran ke wilayah kota benteng.

Pasukan Inggris dalam serangan ini bukan hanya terdiri dari serdadu Eropa, melainkan juga prajurit India (Sepoy) yang disewa melalui VOC, serta dibantu oleh pasukan lokal dari Legiun Mangkunegaran.

Dukungan juga datang dari tokoh lokal seperti Pangeran Notokusumo dan seorang pejabat Tionghoa, Tan Jin Sing, yang membantu memberi akses strategis masuk ke dalam keraton.

Kolaborasi ini mempercepat jatuhnya pertahanan Yogyakarta, dan hanya dalam waktu dua hari, keraton berhasil dikuasai sepenuhnya oleh Inggris.

Dalam catatan Kraton Yogyakarta, setelah keraton jatuh, Sultan Hamengkubuwono II ditangkap dan diasingkan ke Pulau Pinang.

Inggris lalu mengangkat putranya, Adipati Anom, sebagai Sultan Hamengkubuwono III, namun pelantikan dilakukan di Loji Residen Inggris, bukan di dalam keraton. Hal ini menjadi simbol penundukan total kekuasaan keraton terhadap kolonial Inggris.

Tidak hanya kekuasaan politik yang direbut, Inggris juga merebut secara fisik pusat kebudayaan, sistem pemerintahan, dan kekayaan intelektual yang selama ini menjadi kebanggaan Mataram.

Baca juga  Mengapa Weton Tertentu Dianggap "Paling Istimewa" atau "Paling Sial"?

Kejatuhan pojok benteng timur menjadi lambang keruntuhan bukan hanya pertahanan fisik, tapi juga martabat dan otonomi Kesultanan Yogyakarta.

Perjanjian yang diteken pada 1 Agustus 1812 menjadi babak baru kolonialisme Inggris di Jawa. Wilayah kekuasaan keraton dipreteli: Pacitan, Grobogan, Jipang, dan Japan dilepas dari kontrol sultan.

Bahkan, sebagian besar sistem agraria dialihkan ke dalam mekanisme sewa tanah ala Inggris yang justru diserahkan ke tangan pihak ketiga, termasuk para pengusaha Tionghoa yang kemudian menjadi perpanjangan tangan sistem kolonial.

Tak hanya itu, peristiwa Geger Sepoy juga menjadi awal dari penjarahan besar-besaran terhadap khazanah budaya Jawa. Ribuan naskah kuno yang tersimpan dalam perpustakaan keraton dikumpulkan dan diekspor ke Inggris.

Dalam arsip Kraton Yogyakarta, disebutkan bahwa Raffles memerintahkan Pangeran Notokusumo menginventarisasi semua manuskrip penting, yang kemudian dikirim ke British Library, di mana hingga kini masih menjadi koleksi asing yang terlepas dari akar kulturalnya.

Prasasti Geger Sepehi di Kampung Ketelan, Wijilan. (kebudayaan.jogjakota.go.id)

Kini, di lokasi bekas pertahanan timur yang dahulu jebol, berdiri Prasasti Geger Sepehi di Kampung Ketelan, Wijilan. Prasasti ini diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai bentuk penghormatan terhadap para prajurit dan masyarakat yang gugur dalam peristiwa 1812.

Baca juga  Mengenal Peristiwa Sejarah Geger Sepoy: Kala Pasukan Inggris Menyerang Keraton Yogyakarta

Lokasinya hanya beberapa ratus meter dari sisa-sisa benteng, menjadi saksi bisu dari konflik kolonial yang tak hanya mengguncang struktur politik Yogyakarta, tetapi juga mengubah arah sejarah Nusantara.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
tiktok-5064078_1280
Ramai di TikTok, Warung Madura Baju Kuning Viral, Apa Isi Kontennya?
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya