
KabarJawa.com – Pernahkah Anda mendengar pohon nangka mengeluarkan suara di malam hari? Bagi sebagian orang, fenomena ini terasa aneh sekaligus menimbulkan rasa penasaran.
Bagaimana mungkin sebuah pohon bisa mengeluarkan bunyi, terutama ketika tidak ada angin yang berhembus? Suara tersebut sering digambarkan seperti “krik krik krik” yang muncul dari sela-sela daun atau batang pohon.
Masyarakat Jawa telah lama mempercayai bahwa suara misterius itu bukan hal biasa, melainkan pertanda tertentu yang berkaitan dengan kepercayaan turun-temurun.
Misteri Kuno – Kepercayaan tentang Angkup Tewel
Dalam tradisi masyarakat Jawa, fenomena suara dari pohon nangka sering dikaitkan dengan sesuatu yang disebut Angkup Tewel.
Melansir dari berbagai sumber, diketahui bahwa nama ini merujuk pada bunga nangka yang sedang dalam proses tumbuh sebelum menjadi buah.
Orang-orang zaman dahulu percaya bahwa saat pohon nangka berbunga, ini akan mengeluarkan bunyi-bunyian di malam hari sebagai tanda bahwa buahnya akan segera muncul.
Keunikan lainnya, suara tersebut diyakini tetap terdengar meski tiada angin yang bergerak di sekitarnya.
Bahkan ketika pohon nangka disinari lampu atau cahaya, suara itu dipercaya tidak akan berhenti. Orang-orang yang mencoba mencari sumber bunyinya sering merasa kebingungan karena suara seolah berpindah-pindah dari satu sisi pohon ke sisi lainnya.
Dalam kepercayaan tradisional, fenomena ini sering dianggap sebagai sesuatu yang memiliki makna spiritual.
Sebagian mengaitkannya dengan keberadaan makhluk halus penjaga pohon, sementara yang lain memandangnya sebagai simbol kesuburan dan pertanda bahwa pohon tersebut akan menghasilkan buah yang banyak.
Meski begitu, hingga kini keyakinan tersebut tetap menjadi bagian dari cerita rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Suara Jangkrik
Di sisi lain, ada pula yang berhasil menemukan hewan di balik suara misterius itu. Suara yang sering terdengar dari pohon nangka pada malam hari kemungkinan besar berasal dari hewan bernama Pseudophyllus Titan.
Hewan ini masih spesies jangkrik dan memiliki bentuk tubuh yang sangat mirip dengan daun nangka. Baik dari segi warna maupun teksturnya.
Karena kamuflasenya begitu sempurna, serangga tersebut sering sulit ditemukan dengan mata telanjang.
Ia biasanya berwarna hijau pekat dan bersembunyi di balik dedaunan, sehingga banyak orang mengira suara yang dihasilkannya berasal langsung dari pohon.
Menariknya, hewan ini juga aktif di malam hari dan bersuara “krik krik krik”. Hal inilah yang menjelaskan mengapa suara tersebut sering terdengar secara terus-menerus dan berpindah arah, karena belalang tersebut bisa melompat dari satu daun ke daun lainnya tanpa terlihat.
Pseudophyllus Titan atau Angkup Tewel?
Jadi kesimpulannya, suara yang ada di pohon nangka diduga adalah Pseudophyllus Titan. Hewan ini juga aktif bersuara pada malam hari.
Sementara itu, ada pula versi lain yang mengungkap bahwa bunyi-bunyian tersebut berkaitan dengan Angkup Tewel.
Di samping itu, satu hal yang pasti bahwa misteri mengenai suara pada pohon tersebut sampai saat ini masih sering menjadi salah satu topik yang ramai dibicarakan.***