Mengapa Mendirikan Rumah Joglo Harus Memilih Hari Baik? Ketahui Kapan Waktunya dan Cara Perhitungan Menurut Primbon Jawa

Bagikan :
Mengapa rumah Joglo harus memilih hari baik? Simak cara menghitung hari baik menurut Primbon Jawa beserta makna filosofinya. (AI/KabarJawa)
Mengapa rumah Joglo harus memilih hari baik? Simak cara menghitung hari baik menurut Primbon Jawa beserta makna filosofinya. (AI/KabarJawa)

KabarJawa.com – Rumah Joglo memiliki kedudukan istimewa dalam budaya Jawa karena ini tidak hanya dipandang sebagai tempat berteduh, tetapi juga menjadi lambang kehormatan keluarga, pusat kehidupan, hingga lokasi berlangsungnya berbagai kegiatan adat dan keagamaan.

Mengingat nilainya yang begitu penting, masyarakat Jawa sejak dahulu pun selalu memperhatikan banyak hal sebelum mendirikan Rumah Joglo, salah satunya menentukan hari yang dianggap baik menurut perhitungan Primbon Jawa.

Kepercayaan tersebut telah diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari tradisi. Meski tidak memiliki dasar ilmiah, pemilihan hari baik masih dipraktikkan oleh sebagian masyarakat sebagai bentuk ikhtiar sekaligus penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.

Dalam pandangan masyarakat Jawa, setiap hari dipercaya memiliki karakter dan energi tersendiri. Oleh sebab itu, pembangunan rumah terutama Rumah Joglo sebaiknya dimulai pada waktu yang dinilai selaras dengan weton pemilik rumah.

Tujuan utama dari tradisi tersebut bukan sekadar mencari keberuntungan tetapi sebagai doa agar seluruh proses pembangunan berlangsung tanpa hambatan.

Melalui pemilihan hari yang dianggap tepat, pemilik rumah berharap pekerjaan bisa berjalan lancar, para pekerja memperoleh keselamatan, serta rumah yang nantinya dihuni menjadi tempat yang menghadirkan ketenteraman, keharmonisan, dan rezeki yang baik.

Tradisi ini juga bertujuan menghindari hari-hari yang menurut perhitungan primbon dinilai kurang serasi dengan weton kepala keluarga sehingga diyakini dapat membawa berbagai kendala selama proses pembangunan.

Dalam pembangunan rumah Joglo, terdapat satu tahapan yang memperoleh perhatian khusus yaitu pemasangan saka guru atau empat tiang utama penyangga bangunan.

Prosesi tersebut biasanya dilakukan pada hari yang telah dihitung sebelumnya. Di sejumlah daerah di Jawa, peletakan saka guru juga disertai doa bersama maupun selamatan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus permohonan keselamatan bagi seluruh penghuni rumah.

Baca juga  Benarkah Kayu Jati Rumah Joglo Makin Tua Justru Semakin Kuat? Ini Faktanya

Kapan Hari Baik Mendirikan Rumah Menurut Primbon Jawa?

Primbon Jawa tidak menentukan satu tanggal yang berlaku untuk semua orang. Penentuan waktu pembangunan dilakukan berdasarkan beberapa unsur yang saling berkaitan.

Perhitungan biasanya diawali dengan melihat weton kepala keluarga yang dalam tradisi Jawa umumnya mengacu kepada suami. Namun pada beberapa daerah weton istri juga ikut dipertimbangkan agar diperoleh hari yang dianggap paling selaras bagi kehidupan rumah tangga.

Selain weton pemilik rumah, perhitungan juga melibatkan nilai neptu hari dan pasaran Jawa. Nilai-nilai tersebut kemudian digunakan untuk menentukan apakah suatu hari dianggap membawa pertanda baik atau sebaliknya.

Cara Menghitung Hari Baik Menurut Primbon Jawa

Dalam tradisi Jawa terdapat beberapa metode yang digunakan untuk menentukan waktu terbaik memulai pembangunan rumah. Dua di antaranya yang paling banyak dikenal adalah Catursuda dan Pancasuda.

1. Metode Catursuda

Catursuda menjadi salah satu cara paling sederhana yang digunakan dalam Primbon Jawa.

Langkah perhitungannya meliputi penentuan neptu weton pemilik rumah, menghitung neptu hari yang akan dipilih sebagai awal pembangunan, menjumlahkan kedua nilai tersebut, dan membagi hasilnya dengan angka empat.

Hasil pembagian tersebut kemudian ditafsirkan berdasarkan sisa angka yang diperoleh. Jika sisanya 1, disebut Guru, yang dipercaya melambangkan keselamatan, kelancaran, dan rezeki.

Apabila sisanya 2, masuk kategori Ratu yang dimaknai sebagai pertanda baik karena dikaitkan dengan kewibawaan, kehormatan, dan kemakmuran.

Jika sisa 3 disebut Rogoh. Dalam sejumlah penafsiran, hasil ini kurang disarankan karena dipercaya berpotensi menghadirkan hambatan atau persoalan.

Sementara apabila hasil pembagian menyisakan 0 atau kelipatan empat, dikenal sebagai Sempoyong yang umumnya dihindari dalam tradisi pembangunan rumah.

Baca juga  Mengapa Rumah Joglo Tidak Boleh Menghadap Sembarangan? Ini Aturan Arah Menurut Tradisi Jawa

2. Metode Pancasuda

Selain Catursuda, sebagian masyarakat Jawa menggunakan sistem Pancasuda. Berbeda dengan metode sebelumnya, Pancasuda mencocokkan hasil perhitungan neptu ke dalam kategori-kategori tertentu yang dipercaya menggambarkan pengaruh hari terhadap kehidupan penghuni rumah.

Perlu diketahui bahwa penafsiran Pancasuda tidak selalu sama di setiap daerah. Kitab primbon maupun tradisi lokal dapat memberikan hasil yang berbeda meskipun menggunakan dasar perhitungan yang serupa.

Tidak sedikit masyarakat yang menemukan perbedaan hasil ketika berkonsultasi dengan sesepuh atau ahli primbon dari daerah yang berbeda. Hal tersebut terjadi karena Primbon Jawa bukan merupakan satu kitab tunggal yang memiliki standar baku.

Di wilayah Yogyakarta, Surakarta, Banyumas, Jawa Timur, hingga komunitas Jawa Aboge, terdapat variasi metode maupun penafsiran mengenai hari baik.

Selain weton dan neptu, sebagian tradisi juga mempertimbangkan unsur lain seperti arah hadap rumah, wuku, bulan dalam kalender Jawa, hingga waktu pelaksanaan pemasangan saka guru.

Oleh karena itu, hasil perhitungan hari baik dapat berbeda meskipun objek yang dihitung sama.

Apakah Memilih Hari Baik Menjamin Rumah Membawa Keberuntungan?

Dari sudut pandang ilmiah, belum terdapat bukti yang menunjukkan bahwa pemilihan hari tertentu dapat menentukan keberhasilan pembangunan rumah atau kehidupan penghuninya.

Keberhasilan membangun rumah pada kenyataannya lebih dipengaruhi oleh berbagai faktor nyata, seperti perencanaan yang matang, kualitas material bangunan, kemampuan para tukang, kondisi cuaca selama proses pembangunan, serta pengelolaan anggaran yang baik.

Meski demikian, bagi masyarakat yang masih memegang teguh tradisi Jawa, pemilihan hari baik memiliki nilai budaya dan spiritual yang penting.

Tradisi seperti ini dipandang sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus doa agar rumah yang dibangun menjadi tempat tinggal yang menghadirkan rasa aman, tenteram, dan penuh keberkahan bagi seluruh anggota keluarga.

Karena itu, hingga kini masih banyak keluarga yang memilih berkonsultasi dengan sesepuh atau menggunakan perhitungan Primbon Jawa sebelum memulai pembangunan rumah baik Joglo maupun bukan.

Bagi orang-orang yang percaya, tradisi ini bukan sekadar mencari hari yang dianggap membawa keberuntungan, melainkan bagian dari menjaga warisan budaya yang telah hidup di tengah masyarakat Jawa selama berabad-abad.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya