Kenapa Orang Jawa Meletakkan Tangan di Dada setelah Salaman? Ini Makna Filosofinya

Bagikan :
Dalam budaya Jawa, khususnya usai salaman ada tradisi meletakkan tangan di dada, berikut arti filosofisnya, foto ilustrasi (Pexels// Andrea Piacquadio)

KabarJawa.com – Masyarakat Jawa memang dikenal memiliki banyak tradisi yang sarat makna. Salah satunya adalah kebiasaan yang sering terlihat usai bersalaman, yaitu meletakkan tangan di dada.

Sekilas, gestur ini nampak sederhana. Namun, di balik itu, tersimpan nilai budaya dan filosofi yang mendalam.

Gerakan tangan ini juga tak hanya berlaku di momen tertentu saja, tetapi masih bisa ditemui dalam berbagai acara, baik di desa maupun di kota.

Mulai dari hajatan, pertemuan resmi, hingga silaturahmi sehari-hari. Lantas, apa sebenarnya arti dari kebiasaan ini?

Alasan Orang Jawa Meletakkan Tangan di Dada Usai Jabat Tangan

Meletakkan tangan di dada setelah salaman merupakan simbol penghormatan sekaligus pengakuan terhadap keberadaan jiwa atau roh dalam diri setiap individu.

Dalam pandangan masyarakat Jawa, setiap orang tidak hanya dihormati secara fisik, tetapi juga secara batiniah.

Tradisi ini berakar dari nilai budaya dan kepercayaan masyarakat Jawa yang mengutamakan sopan santun dalam setiap interaksi.

Selain itu, meletakkan tangan di dada juga dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur dan penghargaan yang mendalam atas pertemuan yang terjadi.

Baca juga  Makna Sangkan Paraning Dumadi dalam Filosofi Jawa dan Hubungannya dengan Kehidupan Manusia

Berdasarkan laman Unuha, diketahui bahwa jabat tangan memang menjadi wujud komunikasi nonverbal yang menyimpan nilai-nilai budaya.

Dengan demikian, dapat diartikan pula bahwa gerakan yang dilakukan itu bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah bentuk penghormatan yang tulus.

Hubungan dengan Unggah-Ungguh Jawa

Dalam budaya Jawa, ada konsep unggah-ungguh, yaitu aturan tata krama dan sopan santun yang harus dijunjung tinggi dalam pergaulan.

Unggah-ungguh mencakup cara berbicara, bersikap, hingga gerak tubuh, sesuai dengan usia, kedudukan, maupun hubungan sosial seseorang.

Meletakkan tangan di dada setelah bersalaman bisa dianggap sebagai salah satu bentuk nyata dari unggah-ungguh tersebut.

Melalui gestur ini, masyarakat Jawa ingin menunjukkan bahwa interaksi sosial harus disertai dengan rasa hormat dan ketulusan hati.

Kebiasaan yang Masih Bertahan di Era Modern

Walaupun zaman terus berubah dan arus modernisasi kian kuat, kebiasaan ini masih bisa ditemui di banyak tempat.

Di desa-desa, terutama saat acara besar seperti hajatan, perayaan, atau kegiatan keagamaan, masyarakat masih kerap melakukannya.

Bahkan di perkotaan, meski lebih jarang, gestur meletakkan tangan di dada usai bersalaman tetap muncul dalam momen-momen tertentu.

Baca juga  Mengulik Sejarah Monumen Jogja Kembali (Monjali) dan Kisah Awal Pembangunannya

Hal inilah yangkemudian membuktikan bahwa nilai budaya yang diwariskan leluhur tetap terjaga dan tidak mudah terkikis oleh perkembangan zaman.

Sarat Makna Filosofi

Jadi kesimpulannya, jawaban dari pertanyaan mengapa orang Jawa meletakkan tangan di dada setelah salaman adalah karena tradisi ini sarat makna filosofi.

Tak hanya simbol sopan santun, melainkan juga penghormatan, pengakuan terhadap jiwa sesama, dan wujud ketulusan dalam menjalin hubungan sosial.

Gestur ini kemudian menjadi bukti bahwa budaya Jawa memandang interaksi manusia bukan hanya dari sisi lahiriah, tetapi juga batiniah. Inilah alasan mengapa kebiasaan ini tetap bertahan hingga kini, seolah tidak lekang oleh waktu.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya