Bagian-Bagian Rumah Joglo dan Makna Filosofinya: Pendapa, Pringgitan, hingga Senthong

Bagikan :
Foto ilustrasi rumah joglo. Mengenal bagian-bagian Rumah Joglo, mulai dari pendapa, pringgitan, dalem hingga senthong beserta makna filosofinya dalam budaya Jawa. (AI/KabarJawa)
Foto ilustrasi rumah joglo. Mengenal bagian-bagian Rumah Joglo, mulai dari pendapa, pringgitan, dalem hingga senthong beserta makna filosofinya dalam budaya Jawa. (AI/KabarJawa)

KabarJawa.com – Rumah Joglo bukan sekadar bangunan tradisional dengan atap menjulang dan tiang-tiang kayu kokoh. Di balik bentuknya yang khas, tersimpan cara pandang masyarakat Jawa dalam mengatur hubungan antara manusia, keluarga, lingkungan, dan kehidupan sosial.

Dalam arsitektur tradisional Jawa, rumah tidak hanya dipahami sebagai tempat tinggal. Setiap tata ruang memiliki fungsi sekaligus makna. Karena itu, mengenal bagian-bagian Rumah Joglo berarti juga membaca sebagian dari filosofi hidup masyarakat Jawa.

Kajian dalam “Jurnal Arsitektur ZONASI” menjelaskan bahwa rumah Joglo tradisional, terutama pada lingkungan bangsawan, dapat terdiri atas sejumlah bagian seperti pendapa, pringgitan, teras, omah njero, senthong, dan gandhok. Sementara itu, Rumah Joglo masyarakat umum biasanya memiliki susunan yang lebih sederhana.

Berikut ini penjelasan mengenai bagian-bagian dalam Rumah Joglo beserta fungsi dan makna filosofinya:

1. Pendapa, Ruang Terbuka untuk Bersosialisasi

Pendapa biasanya berada di bagian paling depan rumah Joglo. Ruang ini memiliki karakter terbuka dan digunakan untuk menerima tamu, berkumpul, mengadakan pertemuan, hingga melaksanakan berbagai kegiatan sosial.

Keterbukaan pendapa sering dimaknai sebagai gambaran sikap masyarakat Jawa yang ramah dan terbuka terhadap orang lain. “Taman Edukasi Kebangsaan Universitas Jember” juga menjelaskan bahwa pendapa sebagai ruang publik mencerminkan keterbukaan pemilik rumah serta semangat kerukunan.

Dalam kehidupan masyarakat Jawa, pendapa juga menjadi ruang yang mempertemukan banyak orang. Ia tidak hanya berfungsi sebagai teras berukuran besar, tetapi menjadi ruang sosial tempat hubungan antarwarga dibangun.

Baca juga  Mengapa Rumah Joglo Tidak Boleh Menghadap Sembarangan? Ini Aturan Arah Menurut Tradisi Jawa

2. Pringgitan, Ruang Peralihan dan Pertunjukan

Setelah pendapa, terdapat pringgitan. Ruang ini menjadi penghubung antara area publik di bagian depan dan ruang keluarga yang lebih privat di bagian dalam.

Pada masa lalu, pringgitan kerap digunakan untuk menggelar pertunjukan wayang kulit. Karena itu, ruang ini memiliki kedudukan penting dalam berbagai kegiatan budaya dan upacara tradisional.

Secara filosofis, pringgitan dapat dipahami sebagai ruang peralihan. Kajian mengenai pemanfaatan ruang Rumah Joglo menyebut pringgitan sebagai ruang transisi antara pendapa dan omah dalem, dengan sifat semi-publik.

Posisinya seolah mengingatkan bahwa kehidupan manusia memiliki batas dan tahapan. Dari ruang yang terbuka, seseorang kemudian bergerak menuju ruang yang lebih pribadi dan penuh kedekatan.

3. Omah Dalem atau Omah Jero, Pusat Kehidupan Keluarga

Memasuki bagian dalam, terdapat omah dalem atau omah jero. Inilah bagian yang lebih privat dan menjadi pusat kehidupan keluarga.

Jika pendapa digunakan untuk berhubungan dengan masyarakat luas, omah dalem lebih banyak digunakan untuk aktivitas keluarga. Di bagian inilah anggota keluarga berkumpul, beristirahat, dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Rumah Tradisional Jawa yang tercatat dalam sistem data cagar budaya pemerintah juga mengenal pembagian utama berupa pendhapa, pringgitan, dan ndalem. Ndalem berfungsi sebagai ruang keluarga sekaligus bagian yang lebih dalam dari susunan rumah.

Baca juga  Mengapa Rumah Joglo Menjadi Simbol Status Sosial di Tanah Jawa Zaman Dahulu? Ini Alasan dan Sejarahnya

4. Senthong, Ruang yang Menyimpan Makna Mendalam

Di dalam omah dalem biasanya terdapat tiga ruang yang disebut senthong, yakni senthong kiwa, senthong tengah, dan senthong tengen.

Senthong kiwa dan senthong tengen pada sejumlah tradisi digunakan sebagai ruang tidur atau ruang pribadi keluarga. Sementara itu, senthong tengah memiliki kedudukan yang lebih khusus dalam sebagian tradisi masyarakat Jawa.

Universitas Jember mencatat bahwa senthong tengah secara tradisional dapat memiliki fungsi simbolik dan spiritual yang berkaitan dengan penghormatan terhadap Dewi Sri sebagai simbol kesuburan dan sumber kehidupan.

Namun, perlu dipahami bahwa penggunaan dan pemaknaan senthong tidak selalu sama di setiap daerah maupun keluarga. Tradisi arsitektur Jawa memiliki variasi, sehingga fungsi ruang dapat berubah mengikuti kebutuhan masyarakat.

5. Soko Guru, Tiang Utama Penyangga Rumah

Selain pembagian ruang, Rumah Joglo juga memiliki elemen penting berupa soko guru. Soko guru adalah empat tiang utama yang menopang struktur atap utama.

Secara arsitektural, empat tiang tersebut merupakan bagian penting dari struktur Joglo. Dalam pemaknaan budaya, soko guru sering dikaitkan dengan kekuatan, keseimbangan, dan pusat penyangga kehidupan.

Kajian arsitektur Rumah Joglo menyebutkan bahwa struktur bangunan ini memiliki tiga bagian utama, yakni umpak sebagai kaki, soko guru sebagai tubuh, dan atap sebagai kepala bangunan.

Baca juga  Tradisi Lek-Lekan dalam Budaya Jawa: Makna dan Alasan Masih Tetap Ada di Zaman Modern

Dengan demikian, Rumah Joglo dapat dibaca seperti tubuh manusia. Setiap bagian memiliki fungsi yang saling mendukung dan tidak berdiri sendiri.

Keistimewaan Rumah Joglo terletak pada pertemuan antara fungsi dan filosofi. Pendapa mengajarkan keterbukaan, pringgitan menjadi ruang peralihan, omah dalem menghadirkan keintiman keluarga, sementara senthong menyimpan dimensi privat dan spiritual.

Penelitian tentang Rumah Joglo juga menunjukkan bahwa tata ruang dan bentuk bangunannya tidak terlepas dari nilai budaya masyarakat Jawa. Rumah tradisional menjadi salah satu cermin bagaimana masyarakat memandang hubungan sosial, keluarga, alam, serta kehidupan spiritual.

Karena itu, Rumah Joglo tidak cukup dipahami hanya sebagai rumah dengan atap khas. Ia adalah ruang hidup yang menyimpan cerita panjang tentang bagaimana masyarakat Jawa menata hubungan dengan sesama dan lingkungan.

Di tengah perubahan zaman, bentuk Rumah Joglo memang dapat mengalami penyesuaian. Namun, nilai yang terkandung di dalamnya tetap relevan: terbuka kepada sesama, menghormati ruang pribadi, menjaga keseimbangan, dan menempatkan rumah sebagai tempat tumbuhnya kehidupan keluarga.

Itulah sebabnya Rumah Joglo tetap memiliki tempat istimewa dalam kebudayaan Jawa. Setiap tiang, ruang, dan pembagian wilayahnya bukan hanya bagian dari arsitektur, melainkan juga bagian dari cara leluhur menyampaikan filosofi kehidupan.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya