
KABARJAWA— Penipuan digital kembali mengintai masyarakat. Kali ini, oknum tak bertanggung jawab menyebarkan website rekrutmen palsu yang mengatasnamakan PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Dengan modus menawarkan pekerjaan bergengsi, sindikat ini berusaha meraup keuntungan pribadi dari masyarakat yang lengah.
PT KAI Daop 6 Yogyakarta langsung angkat suara. Melalui Manager Humas, Feni Novida Saragih, KAI menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen hanya dilakukan melalui situs resmi e-recruitment.kai.id, bukan melalui website lain yang menyerupai.
“Beredar situs maupun akun palsu yang menyebarkan lowongan kerja fiktif. Kami mengingatkan masyarakat agar tidak percaya dengan informasi selain dari domain resmi kai.id. Rekrutmen KAI tidak pernah memungut biaya dalam bentuk apapun,” tegas Feni dalam keterangannya, Kamis (11/9/2025).
Rekrutmen KAI Resmi Ditutup
KAI mengonfirmasi bahwa periode rekrutmen resmi telah berakhir pada 3 September 2025. Namun, hingga kini justru muncul website bayangan yang meniru laman resmi KAI.
Website tersebut sengaja dibuat sedemikian rupa agar tampak meyakinkan, lengkap dengan logo, format pengumuman, bahkan prosedur seleksi.
Fenomena ini menambah daftar panjang kasus penipuan lowongan kerja online yang memakan banyak korban di Indonesia. Masyarakat yang sedang berjuang mencari pekerjaan kerap menjadi sasaran empuk karena tergiur janji manis kelulusan instan.
“Kami sangat prihatin dengan upaya penipuan semacam ini. Informasi rekrutmen palsu bisa menimbulkan kerugian materil maupun psikologis. Karena itu, kami mohon masyarakat untuk selalu waspada dan melakukan verifikasi,” lanjut Feni.
Hal Penting agar Terhindar Penipuan Rekrutmen Palsu KAI
Untuk melindungi calon pelamar dari jebakan penipuan, KAI merinci lima hal penting yang harus menjadi perhatian utama.
- Tidak dipungut biaya apapun. Proses rekrutmen KAI gratis, tanpa biaya pendaftaran, seleksi, maupun pelatihan.
- Tidak ada sistem refund. KAI tidak pernah melakukan pengembalian dana karena memang tidak ada pungutan.
- Tidak bekerja sama dengan pihak ketiga. KAI tidak pernah melibatkan agen perjalanan, transportasi, atau lembaga manapun.
- Abaikan janji kelulusan. Tidak ada yang bisa menjamin kelulusan seleksi dengan imbalan tertentu.
- Hanya percaya pada sumber resmi. Website e-recruitment.kai.id serta akun media sosial resmi @keretaapikita dan @KAI121.
Dengan poin tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih sigap menilai apakah sebuah informasi rekrutmen benar-benar valid atau hanya jebakan oknum.
KAI berkomitmen menjaga integritas proses rekrutmen agar berlangsung transparan, bersih, dan akuntabel. Dengan ini, KAI ingin memastikan bahwa kesempatan bekerja di perusahaan transportasi terbesar di Indonesia tetap terbuka secara adil, tanpa praktik curang.
Masyarakat tidak perlu ragu melapor apabila menemukan akun atau website mencurigakan yang mengatasnamakan KAI. Dengan kewaspadaan bersama, setiap jebakan digital bisa dipatahkan, dan mimpi untuk bekerja di KAI bisa diraih dengan cara yang benar.
Meski sampai saat ini KAI belum menerima laporan korban akibat website palsu, Feni tetap mengingatkan agar masyarakat tidak lengah.
Menurutnya, penipuan berbasis digital semakin canggih dan sering kali memanfaatkan momentum saat banyak orang sedang menunggu pengumuman rekrutmen.
“Kami mengajak masyarakat untuk selalu melakukan pengecekan ulang sebelum melamar. Jangan mudah tergiur dengan tawaran yang menjanjikan kelulusan. Pastikan akses informasi hanya melalui kanal resmi KAI,” tutup Feni.(ef linangkung)