
KabarJawa.com – Antusiasme luar biasa mewarnai bioskop di Yogyakarta saat jajaran pemain film “Alas Roban” hadir menyapa penggemar. Dalam acara Nonton Bareng (Nobar) dan Meet n Greet yang digelar di Plaza Ambarrukmo, Jumat (26/12/2025), ratusan penonton memadati area bioskop untuk menyaksikan film horor yang diangkat dari kisah nyata jalur legendaris Jawa Tengah tersebut. Acara ini menjadi momen spesial bagi para penggemar untuk berinteraksi langsung dengan para aktor papan atas Indonesia di penghujung tahun 2025.
Suasana di dalam studio berlangsung mencekam sekaligus meriah. Penonton tampak larut dalam ketegangan saat adegan-adegan horor di jalur angker Alas Roban diputar di layar lebar. Seusai pemutaran, kehadiran para pemain seperti Michelle Ziudith, Rio Dewanto, Taskia Namia, dan Farah di depan layar disambut dengan sorak-sorai meriah. Sesi interaktif tersebut diisi dengan tawa, sesi foto bersama, hingga penandatanganan poster film yang membuat suasana semakin cair antara aktor dan penikmat karya mereka.
Film “Alas Roban” menarik perhatian publik bukan hanya karena faktor kemistisannya, tetapi juga karena transformasi drastis Michelle Ziudith. Selama ini, Michelle dikenal luas sebagai “Ratu Drama” melalui karakter-karakter romantis yang emosional. Namun, dalam film ini, ia secara berani melangkah ke wilayah horor yang gelap. Berdasarkan rilis resmi yang diterima, film ini terinspirasi dari tragedi nyata di kawasan Alas Roban, sebuah wilayah yang sudah lama menyandang predikat angker di jalur lintas Jawa.
Tantangan Emosional dan Kedalaman Karakter
Bagi Michelle Ziudith, memerankan tokoh dalam film yang berangkat dari kisah nyata bukanlah perkara mudah. Ia mengungkapkan bahwa ada beban moral dan emosional tersendiri untuk menampilkan penderitaan serta trauma sang tokoh agar terlihat autentik. Totalitas fisik dan psikologis menjadi syarat mutlak dalam proses syuting guna menghidupkan suasana kelam yang menjadi ruh utama dari film produksi terbaru ini.
“Memerankan karakter yang berangkat dari kisah nyata memberikan tantangan emosional tersendiri. Harus benar-benar mendalami trauma, ketakutan, dan penderitaan tokoh yang diperankan,” ungkap Michelle Ziudith saat sesi Meet n Greet di Plaza Ambarrukmo. Ia berharap melalui eksplorasi karakter yang lebih kompleks ini, penonton dapat melihat sisi lain dari kemampuan aktingnya yang kini lebih matang dan berani mengeksplorasi peran-peran “gelap”.
Selain Michelle, kehadiran Rio Dewanto dalam jajaran pemain juga memberikan bobot tersendiri pada kualitas akting film ini. Kolaborasi antar aktor lintas generasi ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman horor yang tidak hanya mengandalkan kejutan visual (jump scare), tetapi juga kekuatan narasi yang solid dan menggugah emosi penontonnya sepanjang durasi film.
Sentuhan Legenda Nike Ardilla dalam Narasi Horor
Salah satu keunikan yang menjadi pembeda “Alas Roban” dengan film horor Indonesia lainnya adalah penyisipan elemen yang berkaitan dengan almarhumah Nike Ardilla. Referensi terhadap sang legenda pop Indonesia tersebut dihadirkan bukan tanpa alasan. Elemen ini menjadi lapisan tambahan yang memperkaya narasi, menghadirkan nuansa nostalgia yang kontras di tengah atmosfer mencekam, namun justru memperkuat kesan emosional di beberapa bagian cerita.
Keterlibatan unsur ikonik Nike Ardilla ini diakui Michelle sebagai tantangan ganda. Ia merasa harus menjaga sensitivitas tinggi terhadap sosok yang sangat dicintai publik tersebut sembari tetap menjaga ritme ketegangan film horor. Perpaduan antara kisah tragis, nuansa mistis khas Jawa Tengah, dan penghormatan terhadap figur legendaris menjadi formula unik yang membuat film ini berpotensi meninggalkan kesan mendalam di hati pemirsa.
Tim produksi berharap “Alas Roban” dapat menjadi titik balik karier Michelle Ziudith dan membuktikan kesiapannya mengeksplorasi genre yang lebih luas. Sambutan hangat di Yogyakarta menjadi sinyal positif bagi kesuksesan film ini di kancah nasional. Dengan kombinasi kisah nyata yang kelam dan nilai nostalgia yang kuat, “Alas Roban” siap memberikan standar baru bagi pengalaman horor yang berbeda bagi seluruh penikmat film tanah air.***