Tragis! Mayat Bayi Laki-Laki Mengapung di Dam Selomartani Kalasan, Polisi Turun Tangan

Bagikan :
Penemuan Mayat Bayi Laki-Laki/Foto: Polresta Sleman

KabarJawa.com— Suasana di Dusun Senden II, Kalurahan Selomartani, Kapanewon Kalasan, mendadak gempar pada Rabu, sekitar pukul 14.30 WIB.

Seorang warga yang tengah memancing terkejut dengan bau menyengat di sekitar Dam Tempuran. Rasa penasaran menuntunnya menelusuri arah bau itu, hingga matanya menatap sesuatu yang mengapung di air.

Benda itu adalah sesosok bayi laki-laki, kecil dan tak bernyawa. Tanpa menunggu lama, saksi bergegas memanggil perangkat dusun. Dalam sekejap, kabar itu menyebar ke seluruh penjuru kampung.

Warga berbondong-bondong mendekati lokasi dengan wajah tegang. Mereka berdiri di pinggir dam dan menatap mayat bayi laki-laki yang terapung di permukaan air keruh.

Polisi Bergerak Cepat

Begitu menerima laporan, tim gabungan dari Polsek Kalasan, Polsek Ngemplak, Inafis Polresta Sleman, serta unsur perangkat kalurahan dan Babinsa langsung turun ke lokasi.

Petugas segera memasang garis polisi untuk mengamankan area dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas Inafis mengabadikan lokasi dari berbagai sudut, sementara aparat lain meminta keterangan dari saksi pertama yang menemukan jasad bayi tersebut.

Baca juga  Pisah Sambut Kapolres Gunungkidul: AKBP Damus Asa Resmi Gantikan AKBP Miharni Hanapi

Setelah memastikan keamanan dan kelengkapan data awal, jasad bayi segera dievakuasi ke RS Bhayangkara Kalasan untuk pemeriksaan medis lanjutan.

“Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi dan mengamankan TKP,” ujar Kapolsek Kalasan AKP Wartono.

Hasil Pemeriksaan Medis Mayat Bayi Laki-Laki

Dari hasil pemeriksaan medis tenaga kesehatan Puskesmas Kalasan, bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki dan sudah cukup bulan.

Panjang tubuhnya mencapai 49,9 sentimeter dengan berat 3,3 kilogram, menunjukkan kondisi fisik yang normal untuk bayi baru lahir.

Petugas medis menyebut, tali pusar bayi terpotong rapi dan masih terdapat ari-ari, mengindikasikan proses kelahiran yang kemungkinan dengan bantuan atau secara spontan.

Bayi diperkirakan telah meninggal lebih dari 24 jam sebelum ditemukan, dan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuhnya.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ada luka kekerasan. Bayi lahir cukup bulan dan kemungkinan meninggal tak lama setelah dilahirkan,” terang Kapolsek Kalasan AKP Wartono.

Polisi Dalami Motif dan Identitas Orang Tua

Kapolsek Kalasan AKP Wartono, S.H. memimpin langsung proses penyelidikan. Hingga malam hari, tim gabungan masih bekerja mengumpulkan bukti dan menelusuri kemungkinan pelaku pembuangan bayi tersebut. Polisi menduga bayi itu dibuang tak lama setelah dilahirkan.

Baca juga  Minggu Pertama Operasi Zebra Progo 2025, Polda DIY Klaim Angka Kecelakaan dan Fatalitas Turun Drastis

“Kasus ini masih kami selidiki secara intensif. Kami akan mencari tahu siapa orang tua bayi dan apa alasan di balik tindakan ini,” tegas AKP Wartono.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila memiliki informasi sekecil apa pun yang dapat membantu penyelidikan. Lalu, ia mengajak warga berpartisipasi aktif.

“Setiap informasi, sekecil apa pun, sangat berarti bagi proses pengungkapan kasus ini,” tambahnya.

Hingga Kamis (6/11) pagi, tim Polsek Kalasan dan Polresta Sleman masih menelusuri asal usul bayi. Sejumlah saksi tambahan dari sekitar lokasi juga telah memberi keterangan.

Polisi berharap, dalam waktu dekat, identitas pelaku bisa terungkap dan motif di balik tindakan keji ini terjawab.

“Setiap nyawa berharga, terlebih seorang bayi. Kami berkomitmen menuntaskan kasus ini hingga tuntas,” tegas AKP Wartono. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid