Tiga Dekade Kematian Wartawan Udin, Semangat Perlawanan dan Keberaniannya Terus Hidup di Hati Wartawan Muda

Bagikan :
Tiga Dekade Kematian Wartawan Udin/Foto: Istimewa

KabarJawa.com– Tiga dekade telah berlalu sejak kematian wartawan Koran Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin, tapi semangat perjuangannya tetap menggema di dunia pers Indonesia.

Hingga memasuki tahun ke-30 wafatnya, nilai keberanian, integritas, dan keteguhan Udin dalam menyuarakan kebenaran masih relevan, terutama bagi wartawan muda yang kini menghadapi tantangan zaman.

Semangat inilah yang mengikat langkah sejumlah wartawan senior saat menggelar ziarah ke makam Udin di Dusun Gedongan, Desa Trirenggo, Kabupaten Bantul, Senin (9/2).

Para jurnalis tersebut menjadikan ziarah ini sebagai refleksi mendalam atas perjalanan pers Indonesia. Hal ini juga menjadi peringatan atas harga mahal demi sebuah kebenaran.

Refleksi Tiga Dekade Kematian Wartawan Udin

Panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta menginisiasi ziarah ini sebagai bagian dari rangkaian peringatan nasional.

Para wartawan menegaskan bahwa mereka tidak sekadar mengenang peristiwa tragis, tetapi juga menyalakan kembali api keberanian yang pernah Udin kobarkan lewat karya jurnalistiknya.

Mewakili wartawan senior, Sigit Purwita menegaskan bahwa ziarah ini memiliki makna jauh melampaui napak tilas sejarah pers. Ia menyebut kegiatan ini sebagai momentum moral untuk terus menyuarakan kebenaran, sebagaimana yang Udin perjuangkan hingga akhir hayatnya.

Baca juga  Keempat Kalinya: Gudang Produksi Furniture di Sewon Bantul Terbakar, Hanguskan Mesin dan Peralatan Produksi

“Mas Udin bagi saya bukan sekadar teman. Ia adalah pahlawan dalam profesi wartawan,” ujar Sigit dengan nada tegas.

Sigit mengenang keberanian Udin saat menulis laporan-laporan kritis di tengah tekanan kuat pemerintah Orde Baru. Ia menilai Udin tidak hanya mempertaruhkan kenyamanan dan keselamatan fisik, tetapi juga menyerahkan nyawanya demi menjaga nurani jurnalistik tetap hidup.

Ia menambahkan bahwa meskipun kasus penganiayaan terhadap Udin pada malam 13 Agustus 1996 telah dinyatakan kedaluwarsa secara hukum, dunia pers Indonesia tidak pernah berhenti berharap.

Para jurnalis masih menuntut pengungkapan motif sebenarnya di balik peristiwa tragis yang merenggut nyawa Udin pada 16 Agustus 1996.

“Selama ini kami, wartawan Indonesia, hanya bisa menduga bahwa kasus ini berkaitan langsung dengan pemberitaan. Kami terus mendorong aparat untuk menyampaikan motif sebenarnya kepada publik, meskipun pelaku tidak pernah tertangkap,” tegas Sigit.

Dorongan tidak berhenti sampai di situ. Kalangan wartawan Yogyakarta juga menyuarakan harapan agar pemerintah pusat melakukan kajian mendalam untuk menetapkan Udin sebagai pahlawan nasional, khususnya di bidang pers.

Baca juga  Selain Pantai, Ini Tempat Wisata Jogja yang Romantis dan Cocok Buat Kamu dan Pasangan Jalan-Jalan Berdua

Mereka menilai pengorbanan Udin sejalan dengan nilai kepahlawanan, sebagaimana negara memberikan pengakuan kepada tokoh-tokoh perjuangan di sektor lain.

Harapan pada Generasi Muda

Sigit juga menaruh harapan besar kepada generasi muda, khususnya wartawan pemula. Ia mengajak mereka meneladani keberanian Udin dalam menghadirkan karya jurnalistik yang jujur, berimbang, dan berpihak pada kebenaran, meskipun risiko selalu mengintai.

Memasuki 30 tahun kematian Udin, para wartawan senior juga mendorong adanya bentuk penghargaan konkret bagi almarhum.

Salah satunya melalui keberadaan monumen di pusara Udin yang merekam dan menceritakan perjalanan serta perjuangannya di dunia pers, agar generasi mendatang tidak melupakan sejarah.

Apresiasi juga datang dari unsur legislatif daerah. Ketua Komisi A DPRD Bantul, Jumakir, mengungkapkan penghargaan atas konsistensi wartawan Yogyakarta, khususnya Bantul, yang terus menjaga ingatan kolektif tentang Udin.

“Ini menjadi bagian dari perjuangan teman-teman Bantul dalam memberitakan kebaikan. Semangat Udin bisa menjadi contoh bagi semua,” ujar Jumakir.

Menanggapi dorongan penetapan Udin sebagai pahlawan nasional, Jumakir mengakui bahwa proses tersebut memerlukan perhatian serius dari pemerintah pusat.

Baca juga  Kronologi Kecelakaan Dekat TPR Parangtritis: Tabrakan Beruntun Libatkan Nissan X-Trail, Ini Dampaknya

Ia membandingkan perjuangan Udin dengan tokoh-tokoh lain yang telah lebih dulu mendapatkan pengakuan negara atas jasa mereka.

Dalam momentum peringatan Hari Pers Nasional 2026, Jumakir berharap wartawan tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi.

Ia menekankan pentingnya peran pers dalam memberikan solusi, kritik konstruktif, dan gagasan demi kemajuan Bantul secara khusus serta Indonesia secara umum.

Tiga dekade setelah kepergiannya, nama Udin tidak pernah benar-benar mati. Ia hidup dalam keberanian setiap wartawan yang menolak tunduk pada tekanan, dalam setiap tulisan yang jujur, dan dalam setiap upaya pers menjaga demokrasi. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya