Tampil Beda, Aksi Damai “Jogja Memanggil” di UGM Hadirkan Demo Kreatif Mahasiswa dengan Orasi, Seni, hingga Makan Siang Bersama

Bagikan :
Aksi damai “Jogja Memanggil” di UGM hadir unik dengan orasi, seni barongan, konsumsi gratis, hingga ziarah mahasiswa Amikom yang wafat. (Sumber: Kabar Jawa/Alexander AW)

KABAR JAWA – Senin, 1 September 2025, ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta berkumpul dalam sebuah forum aksi damai bertajuk “Jogja Memanggil”. Kegiatan ini berlangsung di depan gerbang Universitas Gadjah Mada (UGM) sejak pukul 11.35 WIB, menampilkan suasana yang berbeda dari aksi mahasiswa pada umumnya.

Tidak hanya sekadar menyuarakan tuntutan melalui orasi, mahasiswa juga menghadirkan kesenian tradisional, berbagi konsumsi, hingga melakukan pendampingan akademik di tengah jalannya demonstrasi.

Forum ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyuarakan kegelisahan terhadap kondisi sosial sekaligus menunjukkan cara baru dalam menyampaikan aspirasi secara damai. Aksi dijadwalkan berakhir pukul 13.00 WIB, sebelum dilanjutkan dengan ziarah bersama ke makam Rezha, mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta yang meninggal sehari sebelumnya.

Orasi Bergantian di Panggung Terbuka

Sejak dimulai, panggung orasi terbuka bergantian diisi oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas dan universitas. Setiap orator menyampaikan keresahan mereka terkait isu kebangsaan, kondisi pendidikan, hingga peran generasi muda dalam menjaga demokrasi.

Meski topik yang dibahas sarat dengan kritik, atmosfer aksi tetap terasa damai dan terkendali. Hal ini ditunjukkan dari cara mahasiswa mengatur jalannya kegiatan, memastikan bahwa setiap suara mendapat kesempatan disampaikan tanpa harus memicu kericuhan.

Baca juga  Lulus S1 UGM di Usia 19 Tahun, Mutiara Anindyana Hapsari Buktikan Keunggulan Akselerasi Sejak SD dan SMP

Demo yang Tidak Kering

Uniknya, aksi “Jogja Memanggil” kerap disebut sebagai “demo yang tidak kering”. Sebab, meskipun tidak ada bayaran untuk hadir, peserta tetap mendapatkan minuman dan buah secara gratis dari panitia.

Berbeda dengan stigma negatif bahwa demo identik dengan kerusuhan atau imbalan, forum ini membuktikan bahwa gerakan mahasiswa bisa berlangsung secara mandiri, sehat, dan tetap memberi manfaat bagi pesertanya.

Banyak peserta mengaku senang karena aksi ini tidak hanya memfokuskan diri pada tuntutan politik semata, tetapi juga mengutamakan kebersamaan dan rasa saling peduli.

Didampingi Dosen, Bimbingan Tetap Berjalan

Hal menarik lainnya adalah keberadaan dosen yang ikut mendampingi mahasiswa. Tidak sedikit peserta aksi yang tetap menjalani proses bimbingan akademik sembari mengikuti kegiatan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa aksi mahasiswa tidak selalu berseberangan dengan dunia akademik. Sebaliknya, forum ini menghadirkan contoh sinergi antara dosen dan mahasiswa dalam memperjuangkan suara publik, tanpa harus mengorbankan kewajiban akademik.

“Demo tapi bisa sambil bimbingan, wong didampingi dosen yang UGM,” ungkap salah seorang penonton aksi dengan nada bercanda, menegaskan betapa cair dan egaliternya suasana aksi.

Baca juga  Situasi Kondusif, Dua Ruas Ringroad Utara Depan Mapolda DIY Dibuka, TNI Turut Berjaga

Kesenian Barongan Meriahkan Forum

Selain orasi dan diskusi, peserta aksi juga menampilkan pertunjukan kesenian barongan dari kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, sebuah seni tradisional yang sarat makna. Kehadiran kesenian ini menambah warna sekaligus memperkuat identitas budaya lokal dalam forum mahasiswa.

Penampilan barongan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol bahwa gerakan anak muda Yogyakarta tidak terlepas dari akar tradisi. Di tengah teriakan tuntutan, irama musik dan gerakan khas barongan membuat suasana semakin hidup tanpa kehilangan arah perjuangan.

Pentas barongan warnai aksi damai Jogja Menanggil di UGM, jadi simbol budaya sekaligus semangat perjuangan mahasiswa. (Sumber: Kabar Jawa/Alexander AW)

Ziarah sebagai Penutup Aksi

Menjelang pukul 13.00 WIB, forum aksi ditutup dengan ajakan untuk melanjutkan kegiatan melalui ziarah ke makam Rezha, mahasiswa Amikom yang wafat sehari sebelumnya. Agenda ini dipandang sebagai bentuk penghormatan sekaligus refleksi atas perjuangan mahasiswa yang telah lebih dulu pergi.

Bagi peserta aksi, momen ziarah ini menjadi pengingat bahwa setiap perjuangan selalu membawa nilai kemanusiaan yang lebih besar daripada sekadar tuntutan.

Aksi Damai Bernilai Edukatif

Forum “Jogja Menanggil” hari itu berhasil menunjukkan wajah baru gerakan mahasiswa. Aksi bukan hanya ajang protes, melainkan ruang belajar, ruang kebudayaan, dan ruang solidaritas.

Baca juga  Bandara Adisutjipto Siap Hadapi Lonjakan Penumpang Nataru 2025/2026 dengan Pesawat Kecil dan Layanan Mobile

Mahasiswa bisa berorasi sekaligus menikmati buah dan minuman, bisa mendengar kesenian barongan sambil tetap fokus pada isu serius, bahkan tetap menjalani bimbingan bersama dosen di lokasi aksi.

Dengan konsep seperti ini, demo tidak lagi identik dengan kerusuhan, melainkan bisa menjadi ajang edukatif, sehat, kreatif, dan penuh solidaritas. Yogyakarta kembali menegaskan dirinya sebagai kota pelajar yang selalu mampu melahirkan cara-cara damai dalam menyampaikan aspirasi publik.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid