
KABARJAWA – Sejumlah pihak menunjukkan komitmen mereka dalam kegiatan penanaman jagung serentak kuartal III yang diinisiasi oleh Polresta Sleman. Polisi, pemerintah daerah, hingga masyarakat, berkumpul di lahan hijau yang baru saja diolah.
Dengan semangat gotong royong, mereka mencangkul dan menanam benih jagung, berharap agar tanaman tersebut tumbuh subur dan membawa kesejahteraan bagi warga Sleman.
Kapolresta Sleman, Kombes Pol. Edy Setyanto Erning Wibowo, memimpin langsung kegiatan ini. Ia menyebutkan bahwa penanaman dilakukan di lahan perhutanan sosial Padukuhan Manggong seluas 1.300 meter persegi.
Secara keseluruhan, total lahan yang digunakan untuk penanaman jagung serentak di wilayah Sleman mencapai 1,54 hektare.
“Kami melakukan ini sebagai bagian dari upaya strategis Polri untuk mendukung program nasional Swasembada Pangan Tahun 2025,” ujar Kombes Edy.
Komitmen Bersama Menuju Swasembada
Di bawah naungan tenda putih, Forkopimda Kabupaten Sleman menyimak pemaparan dari Kapolresta. Tatapan mereka tertuju pada hamparan tanah yang sebentar lagi akan menjadi ladang jagung.
Mereka memahami bahwa kegiatan ini bukan sekadar simbolik, tetapi langkah nyata untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung program tersebut. Ia menyampaikan kesiapan untuk bersinergi dengan Polri dan menyediakan segala bentuk dukungan yang diperlukan.
“Saya siap menyediakan dukungan lahan jika dibutuhkan. Saya juga menyiapkan pendampingan dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan agar penanaman jagung ini optimal,” tegas Harda.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati bersama Forkopimda menyerahkan bantuan berupa bibit jagung, pupuk kimia, dan pupuk hayati kepada masyarakat Kepuharjo.
Warga menyambut bantuan tersebut dengan senyum lebar, menggenggam erat bibit jagung yang mereka anggap sebagai “emas hijau”—sumber pangan sekaligus penggerak roda ekonomi keluarga.
Bupati Sleman mengangkat segenggam benih jagung tinggi-tinggi, menatapnya dengan harapan besar. Ia menanam benih pertama sambil memanjatkan doa dalam hati, ingin menjadikan Sleman sebagai lumbung jagung sekaligus teladan ketahanan pangan nasional.
Kegiatan tanam jagung serentak ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dan disiarkan virtual melalui video conference terpusat di Grobogan, Jawa Tengah.
Suara doa dan semangat petani dari Sleman hingga Grobogan berpadu, menyuarakan tekad bersama untuk mewujudkan Swasembada Pangan 2025.