
KABARJAWA – Seorang pemuda asal Pajangan, Bantul, bersimbah darah setelah menjadi korban penyerangan menggunakan pedang tajam. Pemuda bernama MA (20), warga Sendangsari, Pajangan, itu kini terbaring lemah di rumah sakit dengan luka sabetan di tangan, punggung, dan leher.
Polisi mengungkap, peristiwa berdarah ini terjadi pada Selasa, 1 Juli 2025. Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, memastikan pihaknya langsung bergerak cepat menangani laporan penganiayaan tersebut.
Jeffry menegaskan, kejadian bermula ketika MA mendapat ajakan dari AB untuk mendatangi rumahnya di wilayah Sendangsari. MA yang tak menaruh curiga langsung memenuhi ajakan itu. Namun, sesampainya di rumah AB, suasana berubah menegangkan.
“AB langsung mengambil pedang dan tanpa ragu menyerang MA,” ujar Jeffry, Jumat, 4 Juli 2025.
MA yang kaget melihat pedang tajam itu tetap mencoba melawan. Ia hanya mengandalkan tangan kosong untuk menahan amukan AB. Namun, upaya perlawanan MA sia-sia.
AB menghujani MA dengan sabetan pedang di beberapa bagian tubuh. Darah segar membasahi tangan, punggung, dan lehernya.
MA sempat mencoba merebut pedang tersebut, tetapi usahanya gagal total. AB justru semakin beringas. Ia bahkan mengancam akan menembak MA jika tidak segera pergi. Ancaman itu membuat MA memilih mundur. Luka di tubuhnya menganga, menimbulkan rasa perih dan trauma mendalam.
“AB juga mengancam MA untuk tidak melakukan visum. Namun, MA tetap pergi dan meminta temannya mengantar ke rumah sakit,” tegas Jeffry.
Setelah mendapatkan perawatan medis, MA memberanikan diri melaporkan kejadian itu kepada polisi. Jeffry memastikan pihaknya telah menerima laporan penganiayaan berdarah tersebut. Saat ini, polisi sedang mendalami motif penyerangan yang menimbulkan korban luka serius itu.
“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait alasan penyerangan tersebut,” tutur Jeffry.