Pemkot Yogyakarta Tambah 7 Trash Barrier di Sungai, Perang Melawan Sampah Kian Diperketat

Bagikan :
Trash Barrier di Sungai/Foto: Pemkot Yogyakarta

KABARJAWA– Pemerintah Kota Yogyakarta kian serius memerangi ancaman sampah yang terus mencemari sungai. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkot bakal menambah tujuh trash barrier atau alat penghadang sampah di empat sungai utama yang membelah kota budaya ini.

Langkah itu bukan sekadar proyek teknis, melainkan simbol perlawanan terhadap krisis lingkungan yang kian nyata di tengah denyut kehidupan perkotaan.

Penambahan Trash Barrier di Sungai

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Kota Yogyakarta, Very Tri Jatmiko, memastikan bahwa tambahan trash barrier akan segera dipasang di Sungai Winongo, Code, Manunggal, dan Gajah Wong.

“Rencana penambahan trash barrier ada tujuh titik. Kami masukkan dalam APBD Perubahan 2025, Insya Allah realisasi di November,” tegas Very.

DLH mencatat, sampah rumah tangga dan limbah perkotaan terus membanjiri aliran sungai. Tanpa alat penahan, sampah plastik, styrofoam, hingga ranting-ranting kayu berpotensi melaju jauh, mencemari kawasan hilir, bahkan merusak ekosistem laut.

Trash barrier yang berbentuk pelampung melintang di sungai ini berfungsi menjebak sampah agar tidak terbawa arus lebih jauh. Petugas ulu-ulu kemudian bisa mengangkut sampah dengan lebih cepat.

Baca juga  Kandang Ayam di Pundong Terbakar: Ditinggal Salat Magrib, Ribuan Anak Ayam Hangus Dilalap Api

“Pemasangan trash barrier bisa mempercepat pembersihan sampah. Sampah terjaring di satu titik, sehingga lebih efektif dan efisien,” jelas Very.

Sebelumnya, Pemkot sudah memasang empat trash barrier di Sungai Code dan Winongo, tepatnya di bagian hulu dan hilir.

Kini, penambahan tujuh titik baru juga akan ditempatkan di hulu dan hilir sungai lain yang selama ini belum terlindungi.

Dengan tambahan ini, peta pertahanan lingkungan Yogyakarta semakin rapat. Setiap sungai besar akan memiliki sistem barikade sampah yang bisa mencegah penumpukan di badan sungai sekaligus mengurangi risiko banjir akibat saluran tersumbat.

Alokasi Dana

Pemkot mengalokasikan dana sekitar Rp100 juta dari APBD Perubahan 2025 untuk pengadaan trash barrier. Meski jumlahnya terlihat kecil jika dibandingkan dengan beban pencemaran sungai, langkah ini dianggap penting sebagai awal gerakan kolektif menjaga sungai.

“Ini bentuk nyata keseriusan Pemkot. Kita ingin sungai tidak lagi jadi tempat pembuangan sampah raksasa, tapi kembali menjadi nadi kehidupan kota,” ujar Very.

Langkah penambahan trash barrier menegaskan bahwa perang melawan sampah sungai belum selesai. Kota Yogyakarta, dengan kepadatan penduduk dan derasnya arus urbanisasi, menghadapi tantangan berat dalam menjaga kebersihan sungai.

Baca juga  TPA Tanjungrejo Kudus Resmi Dibuka Kembali: Langkah Awal Menuju Pengelolaan Sampah Modern

Namun, dengan kombinasi teknologi sederhana, dukungan anggaran, serta partisipasi warga, Pemkot optimistis mampu mengubah wajah sungai-sungai kota. Dari sekadar saluran pembuangan, menuju ruang hidup yang bersih, sehat, dan lestari.

“Trash barrier hanyalah awal. Yang terpenting adalah kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. Sungai adalah urat nadi kehidupan, bukan tempat sampah raksasa,” tegas Very.

Ketua Pemerti Code, Totok Pratopo, menilai pemasangan trash barrier memberi dampak positif, meski belum sempurna.

Ia menilai alat itu memang menjaring banyak sampah, namun ketika aliran deras atau banjir, sebagian sampah masih bisa lolos dari bawah pelampung.

“Kita perlu apresiasi langkah DLH. Tapi perlu dipikirkan desain lebih kuat agar saat banjir pun masih bisa menahan sampah,” ungkap Totok.

Totok juga menyoroti persoalan teknis. Petugas ulu-ulu sering kesulitan mengangkut sampah dari sungai ke atas talud karena akses yang terbatas. Ia berharap ada titik khusus untuk menaruh kantong sampah sehingga proses pengangkutan lebih mudah. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya