
KabarJawa.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul meminta bantuan langsung kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun jalan usaha tani di sejumlah wilayah pedesaan.
Permintaan itu disampaikan Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, kepada Menteri PUPR Dody Hanggodo, saat kunjungan kerja di Bulak Blimbing, Kalurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Minggu (5/10/2025).
Pemkab Minta Dukungan Anggaran dari Pusat
Endah menjelaskan bahwa Pemkab Gunungkidul telah menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Menteri PUPR, termasuk usulan pembangunan jalan yang sebelumnya terkena efisiensi anggaran.
Menurutnya, jalan usaha tani menjadi prioritas penting karena sangat dibutuhkan petani untuk memperlancar mobilitas hasil panen.
“Karena dana desa sekarang difokuskan untuk program ketahanan pangan dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), maka pembangunan jalan belum bisa kami lakukan. Kami meminta dukungan pemerintah pusat agar beberapa ruas jalan yang sempat terhenti bisa dilanjutkan. Pak Menteri menyanggupi dan meminta kami segera mengirimkan proposal,” jelas Endah.
Ia menegaskan, pembangunan jalan usaha tani memiliki peran vital dalam mempercepat distribusi hasil pertanian dan meningkatkan efisiensi waktu kerja petani. Tanpa jalan yang memadai, banyak hasil panen tidak bisa terangkut dengan cepat ke pasar.
Bulak Blimbing Jadi Contoh Keberhasilan JIAT
Dalam kesempatan yang sama, Endah juga melaporkan kepada Menteri PUPR terkait keberhasilan Kabupaten Gunungkidul mengembangkan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).
Ia menyebut, Pemkab telah mengajukan 40 lokasi pembangunan jaringan irigasi air tanah dan 35 lokasi sudah terverifikasi.
“Lokasi di Bulak Blimbing kami pilih sebagai contoh agar Pak Menteri bisa melihat langsung bagaimana jaringan irigasi ini bekerja, berapa hektare lahan yang terlayani, dan apa saja kendalanya. Saat meninjau, beliau mendengar suara mesin diesel yang cukup bising dan langsung memberi instruksi agar sistemnya diganti menggunakan tenaga listrik. Beliau juga ingin berdialog langsung dengan penerima manfaat,” tutur Endah.
Menteri PUPR Komitmen Dukung Ketahanan Pangan
Menteri PUPR Dody Hanggodo memastikan bahwa pemerintah pusat akan terus mendukung langkah Pemkab Gunungkidul dalam memperluas jaringan irigasi dan membangun infrastruktur penunjang sektor pertanian.
Ia menyebut, program tersebut selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan akses air dan sarana produksi pertanian.
“Hari ini kami mengecek langsung jaringan irigasi air tanah supaya kami bisa memberikan dukungan maksimal untuk Kabupaten Gunungkidul. Masih ada beberapa tambahan lokasi yang disiapkan secara teknis. Kami sudah sepakat dengan Bu Bupati, untuk wilayah yang memiliki akuifer cukup, akan kami bangunkan sumur pompa baru,” ujar Dody.
Ia menambahkan, pembangunan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran negara. Namun, Kementerian PUPR berkomitmen mempercepat pelaksanaannya karena kebutuhan air menjadi hal yang mendesak bagi para petani.
“Secepatnya harus diselesaikan karena air sangat ditunggu petani. Selain irigasi air tanah, kami juga diminta membantu pembangunan jalan usaha tani. Kami hanya butuh dukungan lahan dari petani karena standar lebar jalan sekitar lima meter. Kalau lahan siap, pasti kami bantu, sesuai arahan Presiden tentang ketahanan pangan,” lanjutnya.
Gunungkidul Menuju Swasembada Pangan
Dengan dukungan Kementerian PUPR, Pemkab Gunungkidul berharap pembangunan infrastruktur pertanian, baik jalan usaha tani maupun jaringan irigasi air tanah, dapat memperkuat produktivitas dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kalau akses dan air sudah tersedia, petani pasti lebih semangat. Kami yakin Gunungkidul bisa menjadi salah satu lumbung pangan di DIY,” ujar Endah optimistis.
Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, cita-cita mewujudkan Gunungkidul mandiri pangan dan berdaya saing tinggi bukan lagi impian jauh.
Pembangunan jalan usaha tani dan perluasan jaringan irigasi air tanah kini menjadi langkah nyata menuju masa depan pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Jalan Usaha Tani Masuk Program Inpres Jalan Daerah
Menanggapi keluhan petani tentang sulitnya akses menuju lahan pertanian, Dody memastikan bahwa pembangunan jalan usaha tani bisa dibiayai melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.
Program ini difokuskan untuk pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta pemeliharaan jaringan jalan yang mendukung ketahanan pangan dan konektivitas antarwilayah.
“Tadi petani mengeluhkan soal akses jalan usaha tani. Itu bisa kita bantu lewat program Inpres Jalan Daerah karena fokus tematiknya memang untuk mendukung ketahanan pangan,” tegas Dody.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan jaringan irigasi air tanah di Gunungkidul akan terus diperluas agar daerah ini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada curah hujan yang fluktuatif.
“Pelan-pelan Gunungkidul akan berubah menjadi wilayah dengan sistem irigasi air tanah yang lebih mandiri. Kita tidak boleh lagi bergantung seratus persen pada tadah hujan,” katanya.