
KabarJawa.com – Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang merata dan inklusif di seluruh pelosok negeri. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui penyerahan bus sekolah sebagai bagian dari program Sekolah Rakyat, hasil kerja sama antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Sosial (Kemensos).
Penyerahan bus sekolah dilakukan secara simbolis pada Kamis (6/11/2025) di Sekolah Rakyat Menengah Atas 20, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Acara tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk memperluas akses pendidikan, terutama bagi anak-anak di daerah yang masih mengalami keterbatasan sarana transportasi.
Kolaborasi Lintas Kementerian
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, penyerahan bus sekolah ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program Presiden dalam memperkuat Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia.
“Kami dari Kementerian Perhubungan menyadari bahwa program Bapak Presiden, Sekolah Rakyat, mendapat dukungan luas. Pada tahun ini kami berusaha memberikan kurang lebih 28 bus yang tersebar dari Aceh, Sabang, hingga Merauke,” ujar Dudy.
Ia menambahkan, kerja sama lintas kementerian ini tidak hanya berhenti pada bantuan kendaraan, tetapi juga berlanjut pada penguatan sumber daya pendidikan.
“Kedepannya kami akan menambah lagi jumlah bus sekolah yang akan diserahkan kepada Sekolah Rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan transportasi,” imbuhnya.
Selain itu, Kemenhub memiliki 22 sekolah di bawah naungannya yang dapat diberdayakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat. Dengan begitu, dukungan yang diberikan tidak hanya sebatas transportasi, tetapi juga menyentuh aspek peningkatan mutu pendidikan.
Bus Sekolah sebagai Sarana Edukasi
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa keberadaan bus sekolah ini diharapkan mampu menunjang berbagai aktivitas belajar siswa, termasuk kegiatan di luar kelas.
“Tentu bus ini akan dimanfaatkan dalam kepentingan proses belajar-mengajar siswa-siswi Sekolah Rakyat, seperti kunjungan edukatif ke museum atau tempat-tempat yang relevan,” ujarnya.
Ia juga mengajak pemerintah daerah dan pihak sekolah untuk memanfaatkan fasilitas ini secara optimal.
“Kalau ada sekolah lain yang memerlukan dukungan serupa, tentu bisa diusulkan,” tambahnya.
Menurutnya, bus sekolah tidak hanya berfungsi mengantar siswa ke sekolah, tetapi juga menjadi sarana memperluas pengalaman belajar melalui kegiatan lapangan yang bersifat edukatif dan inspiratif.
Paradigma Baru dalam Pembangunan Pendidikan
Dukungan ini turut mendapat perhatian dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang melihat penyerahan bus sekolah sebagai simbol perubahan paradigma dalam pembangunan pendidikan nasional.
“Bus sekolah yang diserahkan hari ini adalah simbol paradigma baru dari program. Kita tidak hanya bicara tentang mengirim anak ke sekolah, tetapi tentang membangun jembatan sosial agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bermimpi, dan tumbuh,” ungkap Sultan HB X.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan bus sekolah untuk kegiatan edukatif berbasis kebudayaan.
“Saya minta ke dinas pendidikan dan dinas kebudayaan agar tidak perlu menyewa bus untuk membawa anak-anak ke tempat-tempat edukatif,” tambah Sultan.
Dengan demikian, keberadaan bus sekolah diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar siswa, sekaligus memperkuat hubungan antara pendidikan dan kebudayaan lokal di Yogyakarta serta daerah lainnya.
Pemerataan Pendidikan dari Sabang sampai Merauke
Program penyerahan bus sekolah ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah untuk memperkuat sistem pendidikan yang lebih merata dan inklusif. Melalui sinergi antara Kemenhub dan Kemensos, diharapkan tidak ada lagi siswa yang tertinggal hanya karena kendala transportasi.
Bus sekolah hadir sebagai solusi konkret untuk membuka akses pendidikan di wilayah terpencil, memperluas mobilitas siswa, dan memastikan kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik. Selain mempermudah perjalanan ke sekolah, fasilitas ini juga mendukung kegiatan edukatif lintas wilayah yang memperkaya wawasan anak-anak Indonesia.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pemerataan pendidikan bukan sekadar wacana, melainkan komitmen yang diwujudkan melalui kebijakan dan kolaborasi nyata antar kementerian. Pemerintah berharap, dengan hadirnya bus sekolah di berbagai daerah, setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik.***