
KABARJAWA – Pekan Paralimpik Daerah (PEPARDA) IV DIY 2025 resmi dibuka. Ajang olahraga disabilitas ini menampilkan keterampilan para atlet sekaligus menjadi ruang untuk mengangkat kisah ketangguhan menghadapi keterbatasan.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, hadir dalam acara pembukaan. Ia membacakan sambutan Gubernur DIY yang berisi pesan motivasi kepada para atlet.
“Mereka membuktikan kepada kita semua bahwa keterbatasan hanyalah kata, bukan batas,” ungkap Sri Paduka.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa PEPARDA IV DIY 2025 menjadi bagian dari upaya melahirkan atlet paralimpik yang mampu berprestasi di tingkat internasional.
Gunungkidul Sebagai Tuan Rumah
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan rasa bangga daerahnya menjadi lokasi penyelenggaraan.
“Gunungkidul bangga karena dipercaya menjadi tuan rumah PEPARDA IV DIY 2025. Kami menyiapkan segalanya dengan sebaik-baiknya, karena ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bentuk penghormatan kami kepada para atlet disabilitas,” kata Endah.
Ia menambahkan, para atlet menampilkan semangat yang tinggi di setiap pertandingan.
“Mari kita dorong kesetaraan inklusi dan akses yang adil bagi semua warga. Semoga semangat para atlet ini terus menyala, tidak hanya di arena, tapi juga di hati seluruh masyarakat,” ujarnya.
PEPARDA Digelar Lebih Awal
Wakil Sekretaris Jenderal Komite Paralimpiade Nasional Indonesia, Rima Ferdianto, menilai penyelenggaraan PEPARDA DIY kali ini berbeda dari biasanya.
“Biasanya ajang paralimpik berlangsung setelah kompetisi reguler. Tetapi di DIY, PEPARDA hadir lebih dulu. Ini bukti nyata bahwa kesetaraan terhadap atlet disabilitas benar-benar dijunjung tinggi,” jelas Rima.
Ia menilai format tersebut memberikan kesempatan lebih luas bagi atlet disabilitas untuk menunjukkan kemampuan.
“Kami berharap ajang ini berjalan lancar dan meningkatkan standar kualitas atlet disabilitas Indonesia,” tambahnya.
Harapan ke Kancah Dunia
Rima juga menyampaikan keyakinan bahwa PEPARDA IV DIY 2025 dapat menjadi langkah awal bagi atlet disabilitas menuju panggung internasional.
“Dari Peparda ini, kita berharap makin banyak atlet yang membawa nama Indonesia di ajang dunia. Karena setiap keterbatasan, jika diolah dengan semangat, pasti bisa melahirkan prestasi luar biasa,” katanya.