
KabarJawa.com– Jumat (24/10/2025) dini hari. WCHS (68), seorang pedagang bakso asal Trirenggo, Bantul, kehilangan mobil Kijang Super merah tahun 1991.
Mobil yang biasa ia gunakan untuk mengangkut bahan dagangan itu diduga dibawa kabur oleh karyawannya sendiri.
Kasus ini kini dalam penanganan Polsek Bantul, berdasarkan laporan resmi dari korban. Kepolisian langsung turun tangan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas juga memintai keterangan para saksi, termasuk istri korban, Sugatmi (56), yang sempat melihat seseorang membawa mobil keluar dari garasi sekitar pukul 01.12 WIB.
Pedagang Bakso Manding Kehilangan Mobil
Sekitar pukul 05.00 WIB, WCHS baru saja pulang dari berbelanja bahan baku di Pasar Beringharjo, Yogyakarta.
Namun, sesampainya di warung yang berlokasi di Jalan Lingkar Ring Road Manding, Dusun Bakulan, Desa Trirenggo, ia kaget.
Mobil Kijang Super berwarna merah dengan nomor polisi AB 1787 WB yang biasa terparkir di depan warung, tidak terlihat di tempatnya.
Naluri curiga langsung muncul. WCHS kemudian memeriksa tempat penyimpanan kunci mobil, tapi kunci lenyap. Dengan nada panik, ia langsung bertanya kepada para karyawan yang sedang bersiap membuka warung,
“Kok mobilku ra ono, le?” (Kok mobilku tidak ada?)
Para karyawan pun terkejut. Salah satu menjawab polos,
“Kulo kinten dingge ngeterke njenengan belanja teng pasar.” (Saya kira dipakai untuk mengantar Bapak ke pasar.)
“Kiro-kiro sopo seng ra ono neng warung, le?” (Siapa yang tidak ada di warung?)
Jawaban itu langsung membuat jantung WCHS berdegup lebih cepat.
“A, Pak. Mboten enten teng warung niki, klambine ugi mboten enten.” (Si A, Pak. Tidak ada di warung, bajunya pun sudah dibawa.)
Kesaksian Istri
Sugatmi, istri pelapor, kemudian menambahkan informasi penting. Ia mengaku sempat melihat seseorang mengendarai mobil sekitar pukul 01.12 WIB.
Namun, ia tidak menaruh curiga karena mengira suaminya meminjamkan mobil itu untuk mengantar belanja ke pasar.
Baru setelah suaminya pulang dan menemukan mobilnya raib, semua potongan kejadian dini hari itu mulai tersusun jelas. Karyawan berinisial A yang tidak tampak di warung sejak pagi menjadi sosok yang paling mereka curigai.
Dari hasil pemeriksaan awal, perkiraan kerugian mencapai Rp 35 juta, mencakup satu unit mobil Kijang Super lengkap dengan kunci dan STNK atas nama Tinarsita, warga Manding, Bantul.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan laporan tersebut. Ia menyampaikan bahwa Polsek Bantul telah menerima laporan resmi dari korban dan segera melakukan tindakan cepat di lapangan.
“Petugas langsung mendatangi lokasi kejadian, memintai keterangan korban dan saksi-saksi, serta mengumpulkan data kendaraan yang dilaporkan hilang,” jelasnya.
Polisi juga masih melakukan penyelidikan untuk melacak keberadaan pelaku terduga kuat membawa kabur mobil korban.
Petugas sedang mengumpulkan ciri-ciri dan identitas awal pelaku berdasarkan keterangan para karyawan lain dan saksi sekitar lokasi.
Kasus yang menimpa pedagang bakso asal Bantul ini menjadi pengingat betapa pentingnya kewaspadaan terhadap lingkar kepercayaan terdekat, termasuk karyawan.
Polisi menduga kuat pelaku sudah merencanakan aksi sejak beberapa hari sebelumnya dengan memperhatikan pola aktivitas korban.
Kini, tim Unit Reskrim Polsek Bantul terus menelusuri jejak pelaku, termasuk kemungkinan mobil tersebut telah berpindah tangan atau terjual cepat di luar wilayah Bantul.
“Kami masih melakukan penyelidikan mendalam. Diharapkan masyarakat yang melihat mobil dengan ciri dan nomor polisi tersebut segera melapor,” tegas Iptu Rita Hidayanto.
Kasus ini juga menjadi peringatan bagi pelaku usaha lain di Bantul untuk meningkatkan pengawasan terhadap barang berharga dan memperhatikan siapa saja yang bekerja di sekitar mereka.
“Kami terus berupaya menuntaskan kasus ini. Masyarakat bisa berperan dengan memberikan informasi sekecil apa pun,” pungkas Iptu Rita Hidayanto. (ef linangkung)