Napak Tilas Ngeksiganda: Pameran Pangastho Aji Ungkap Sejarah Pesanggrahan Ngeksiganda di Kaliurang

Bagikan :
Napak Tilas Ngeksiganda hadirkan penelusuran sejarah Pesanggrahan Ngeksiganda dalam side event Pangastho Aji 2025.

KabarJawa.com – Pesanggrahan Ngeksiganda merupakan salah satu bangunan Cagar Budaya penting di kawasan Kaliurang. Pada mulanya, bangunan ini adalah vila milik seorang warga Belanda.

Pada tahun 1927, kompleks tersebut meliputi bangunan, tanah, hingga perabotan di dalamnya dibeli oleh Sri Sultan Hamengku Buwana VIII untuk digunakan sebagai pesanggrahan atau rumah peristirahatan keluarga Sultan.

Peran Krusial pada Masa Konflik Indonesia–Belanda

Bangunan Ngeksiganda memiliki catatan sejarah signifikan pada masa pasca-Proklamasi. Ketika Republik Indonesia dan Belanda berada dalam fase ketegangan politik, Kaliurang menjadi titik penting pertemuan Komisi Tiga Negara (KTN).

Dalam rangkaian pertemuan itu, Pesanggrahan Ngeksiganda digunakan sebagai tempat bekerja panitia pengarah (steering committee).

Fungsinya sebagai ruang koordinasi menjadikan bangunan ini bagian dari proses diplomasi yang berpengaruh terhadap perjalanan sejarah Indonesia.

Materi Inti dalam Pameran Pangastho Aji

Dalam Pameran Pangastho Aji, Pesanggrahan Ngeksiganda menjadi salah satu materi utama yang ditampilkan. Penonjolan bangunan ini tidak hanya menampilkan kisah sejarahnya, tetapi juga menggambarkan posisi penting Kaliurang sebagai kawasan yang pernah menjadi ruang diplomasi internasional.

Baca juga  Sleman City Hall Rayakan HUT RI ke-80 dengan Rangkaian Event Spektakuler, Diskon Besar, dan Pameran Militer

Selain itu, lokasinya yang dekat dengan Taman Wisata Kaliurang menjadikan bangunan ini kerap menjadi destinasi favorit komunitas jalan atau mlampah.

Konsep Napak Tilas dan Eksplorasi Rute

Side event bertajuk “Napak Tilas Ngeksiganda” dirancang untuk mengajak peserta memahami sejarah melalui pengalaman langsung.

Rute napak tilas meliputi Wisma Kaliurang, halaman Pesanggrahan Ngeksiganda, serta area pendukung lainnya dengan radius 3–5 kilometer.

Konsep ini memungkinkan peserta merasakan suasana kawasan sembari mempelajari peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi di sekitarnya.

Waktu, Lokasi, dan Kelengkapan Acara

Acara akan berlangsung pada:

  • Hari/Tanggal: Minggu, 23 November 2025
  • Pukul: 09.00 WIB – selesai
  • Lokasi: Pesanggrahan Ngeksiganda, Jalan Astorenggo, Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta

Pelaksanaan kegiatan dilakukan di area terbuka, sehingga peserta dapat menikmati perpaduan suasana alam Kaliurang dengan atmosfer sejarahnya.

Jenis Tiket dan Fasilitas

Event ini bersifat berbayar dengan dua kategori tiket:

  • Tiket Reguler: Rp200.000
  • Tiket Reguler + Transportasi: Rp275.000

Peserta akan mendapatkan sejumlah fasilitas, yaitu:

  • Materi eksklusif
  • Kudapan
  • Mencicip produk UMKM lokal
  • Transportasi (untuk tiket paket transportasi)
Baca juga  Perbaikan Gedung Pelayanan Publik Polda DIY: Dikebut, Tunjukkan Semangat Bangkit Layani Masyarakat

Kolaborasi dengan Komunitas Kaliurang Mlampah

Pelaksanaan Napak Tilas Ngeksiganda turut berkolaborasi dengan komunitas Kaliurang Mlampah, komunitas yang aktif dalam kegiatan jalan, eksplorasi, dan edukasi sejarah.

Kehadiran komunitas ini memperkaya konsep pengalaman lapangan sekaligus membuka ruang interaksi yang lebih luas antara peserta dan lingkungan sekitar.

Akses Pendaftaran

Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan resmi berikut:
https://bit.ly/NapakTilasNgeksiganda-PangasthoAji

Menghidupkan Kembali Memori Sejarah Kaliurang

Lewat kegiatan ini, Pameran Pangastho Aji berupaya memperkenalkan kembali jejak historis Pesanggrahan Ngeksiganda kepada publik.

Dengan perpaduan edukasi, perjalanan, dan interpretasi sejarah, Napak Tilas Ngeksiganda diharapkan dapat menghadirkan pemahaman yang lebih dalam mengenai peran Kaliurang dalam dinamika sejarah bangsa.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya