
KabarJawa.com – Pesanggrahan Ngeksiganda merupakan salah satu bangunan Cagar Budaya penting di kawasan Kaliurang. Pada mulanya, bangunan ini adalah vila milik seorang warga Belanda.
Pada tahun 1927, kompleks tersebut meliputi bangunan, tanah, hingga perabotan di dalamnya dibeli oleh Sri Sultan Hamengku Buwana VIII untuk digunakan sebagai pesanggrahan atau rumah peristirahatan keluarga Sultan.
Peran Krusial pada Masa Konflik Indonesia–Belanda
Bangunan Ngeksiganda memiliki catatan sejarah signifikan pada masa pasca-Proklamasi. Ketika Republik Indonesia dan Belanda berada dalam fase ketegangan politik, Kaliurang menjadi titik penting pertemuan Komisi Tiga Negara (KTN).
Dalam rangkaian pertemuan itu, Pesanggrahan Ngeksiganda digunakan sebagai tempat bekerja panitia pengarah (steering committee).
Fungsinya sebagai ruang koordinasi menjadikan bangunan ini bagian dari proses diplomasi yang berpengaruh terhadap perjalanan sejarah Indonesia.
Materi Inti dalam Pameran Pangastho Aji
Dalam Pameran Pangastho Aji, Pesanggrahan Ngeksiganda menjadi salah satu materi utama yang ditampilkan. Penonjolan bangunan ini tidak hanya menampilkan kisah sejarahnya, tetapi juga menggambarkan posisi penting Kaliurang sebagai kawasan yang pernah menjadi ruang diplomasi internasional.
Selain itu, lokasinya yang dekat dengan Taman Wisata Kaliurang menjadikan bangunan ini kerap menjadi destinasi favorit komunitas jalan atau mlampah.
Konsep Napak Tilas dan Eksplorasi Rute
Side event bertajuk “Napak Tilas Ngeksiganda” dirancang untuk mengajak peserta memahami sejarah melalui pengalaman langsung.
Rute napak tilas meliputi Wisma Kaliurang, halaman Pesanggrahan Ngeksiganda, serta area pendukung lainnya dengan radius 3–5 kilometer.
Konsep ini memungkinkan peserta merasakan suasana kawasan sembari mempelajari peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi di sekitarnya.
Waktu, Lokasi, dan Kelengkapan Acara
Acara akan berlangsung pada:
- Hari/Tanggal: Minggu, 23 November 2025
- Pukul: 09.00 WIB – selesai
- Lokasi: Pesanggrahan Ngeksiganda, Jalan Astorenggo, Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta
Pelaksanaan kegiatan dilakukan di area terbuka, sehingga peserta dapat menikmati perpaduan suasana alam Kaliurang dengan atmosfer sejarahnya.
Jenis Tiket dan Fasilitas
Event ini bersifat berbayar dengan dua kategori tiket:
- Tiket Reguler: Rp200.000
- Tiket Reguler + Transportasi: Rp275.000
Peserta akan mendapatkan sejumlah fasilitas, yaitu:
- Materi eksklusif
- Kudapan
- Mencicip produk UMKM lokal
- Transportasi (untuk tiket paket transportasi)
Kolaborasi dengan Komunitas Kaliurang Mlampah
Pelaksanaan Napak Tilas Ngeksiganda turut berkolaborasi dengan komunitas Kaliurang Mlampah, komunitas yang aktif dalam kegiatan jalan, eksplorasi, dan edukasi sejarah.
Kehadiran komunitas ini memperkaya konsep pengalaman lapangan sekaligus membuka ruang interaksi yang lebih luas antara peserta dan lingkungan sekitar.
Akses Pendaftaran
Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan resmi berikut:
https://bit.ly/NapakTilasNgeksiganda-PangasthoAji
Menghidupkan Kembali Memori Sejarah Kaliurang
Lewat kegiatan ini, Pameran Pangastho Aji berupaya memperkenalkan kembali jejak historis Pesanggrahan Ngeksiganda kepada publik.
Dengan perpaduan edukasi, perjalanan, dan interpretasi sejarah, Napak Tilas Ngeksiganda diharapkan dapat menghadirkan pemahaman yang lebih dalam mengenai peran Kaliurang dalam dinamika sejarah bangsa.***