
KabarJawa.com– Kabupaten Gunungkidul resmi memasuki panen raya padi musim tanam pertama tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar panen raya secara simbolis di Bulak Tahunan, Kalurahan Bulurejo, Kapanewon Semin.
Momentum ini menandai keberhasilan petani Gunungkidul dalam menjaga produktivitas padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Bupati Gunungkidul melakukan panen padi simbolis dengan menggunakan mesin combine harvester bantuan pemerintah pusat.
Mesin modern ini memanen padi sekaligus merontokkan gabah dalam satu proses kerja. Mesin tersebut langsung menghasilkan bulir gabah yang terkumpul rapi di dalam karung.
“Proses ini mempercepat panen sekaligus menekan kehilangan hasil dan biaya tenaga kerja,” tuturnya.
Panen Raya Padi Gunungkidul secara Simbolis
Setelah panen simbolis, pemerintaah mendemonstrasikan penggunaan mesin crawler, yaitu alat pengolah lahan pascapanen. Mesin ini langsung mengolah lahan bekas panen combine harvester. Mesin crawler bekerja secara terpadu dengan sistem pembajakan, pencacahan jerami, dan perataan tanah.
Dalam satu kali proses, lahan langsung siap ditanami kembali. Pemerintah kemudian melanjutkan demonstrasi dengan penggunaan rice transplanter, mesin tanam padi modern bantuan pemerintah pusat yang mempercepat proses tanam musim berikutnya.
Dalam dialog dengan Gapoktan, Bupati Gunungkidul menyampaikan kebanggaannya terhadap kemajuan teknologi pertanian di wilayah Gunungkidul. Petani harus siap beradaptasi dengan alat dan mesin pertanian modern.
“Budaya gotong royong antara petani dan pemerintah menjadi kekuatan utama pembangunan pertanian di Gunungkidul. Berkat kerja sama tersebut, Kabupaten Gunungkidul berhasil mencapai luas tanam padi sebesar 42.723 hektare yang kini mulai memasuki masa panen raya,” tuturnya.
Pemerintah pusat dan daerah terus menyalurkan berbagai bantuan berupa pupuk bersubsidi, benih padi unggul, serta alat dan mesin pertanian modern untuk mendukung peningkatan produksi dan produktivitas padi. Seluruh upaya tersebut bertujuan langsung meningkatkan kesejahteraan petani.
Berdasarkan laporan Panewu Semin, Kapanewon Semin mencatat luas panen padi pada Februari 2026 mencapai 3.797 hektare, sedangkan pada Maret 2026 diperkirakan mencapai 267 hektare.
Bantuan Pemerintah
Pemerintah telah menyalurkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian di wilayah Semin, meliputi dua unit combine harvester, dua unit traktor roda empat, dua unit traktor roda dua, satu unit mesin crawler, dan dua unit mesin transplanter.
Pemerintah juga menyalurkan pupuk bersubsidi berupa 1.313 ton pupuk Urea dan 1.187 ton pupuk NPK Phonska. Panewu Semin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah atas dukungan penuh terhadap kebutuhan pokok petani.
Secara terpisah, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan Kapanewon Semin, Puji Astuti, S.P., menjelaskan bahwa Bulak Tahunan, Kalurahan Bulurejo, memiliki luasan tanam padi sekitar 20 hektare.
Petani menanam padi dengan varietas unggul Inpari 32, Inpari 42, Mapan 05, dan Ciherang. Hasil ubinan menunjukkan produktivitas rata-rata mencapai 7,52 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare atau setara 6,55 ton Gabah Kering Giling (GKG) per hektare. Angka ini menunjukkan kinerja produksi padi yang sangat baik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Rismayadi, menegaskan komitmen daerah dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas strategis nasional, khususnya padi dan jagung.
Pemerintah mendorong percepatan olah lahan dan percepatan tanam pada musim tanam kedua dengan memaksimalkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern yang telah disalurkan kepada petani.
Kegiatan panen raya padi musim tanam pertama 2026 di Kapanewon Semin menjadi simbol optimisme pertanian Gunungkidul.
Dengan kolaborasi kuat, teknologi modern, dan semangat gotong royong, Gunungkidul terus melangkah mantap sebagai salah satu daerah penopang ketahanan pangan nasional. (ef linangkung)